Showing posts with label Life in Pinrang. Show all posts
Showing posts with label Life in Pinrang. Show all posts

10/07/2017

What a mess!


Bulan juli tiba, itu artinya kerja ekstra untuk semua teman-teman keuangan di-instansi manapun mereka berada. Sinkronisasi Laporan Keuangan Semester I, sebagai bentuk pertanggung jawaban kegiatan selama bulan 01 s/d 06 2017. Lembur sehabis libur, sounds ZONK sekali yah. Haha. Saya sudah melewati 5 kali kegiatan sinkronisasi, didua kantor yang berbeda. Rasanya ya sama saja sih, bolak balik rekon, bikin laporan, lembur, semua demi apa? Ya demi penghasilan yang halalan dan toyyiban.. Negara sudah kasih gaji, sudah kasih makan dan tugas saya adalah mengabdi dan memberikan performa yang terbaik. Shedaap!

Untuk sinkronisasi semester I ditahun anggaran 2017 ini, saya kedatangan tamu istimewa dari Bone. Awalnya kita cuman tukar-tukar ilmu dan informasi via phone, tapi karena volume pekerjaan begitu besar sementara tenggat waktu yang diberikan amat sangat singkat, maka tercetuslah keinginannya untuk datang ke Pinrang dan kita kerjakan semua permintaan data dari pusat sama-sama. Perbaiki data sama-sama, bagaimanapun kedepannya saya dan dia adalah penanggung jawab level pelaksana atas segala kegiatan yang berkaitan dengan jabatan baru yang kami sama-sama emban dari kantor masing-masing, belum lama ini.



Dari yang awalnya cuman mau datang berkunjung, malah menginap, yang tadinya mau nginap hanya 1 malam, jadinya 3 malam 4 hari. Hoho. Super sekali teman saya ini, dia betul-betul mengerjakan tugasnya dengan baik dan tanpa menuntut orang lain perduli apa tidak. Kalau saya sendiri, tetap meminta bantuan dari Pak Bendahara dan Ibu Boss karena merasa bahwa pekerjaan ini bukan tunggal tanggung jawab saya sendiri, walaupun secara structural ada dibawah naungan pekerjaan saya. Tapi namanya kerja team, tidak ada orang yang mampu berdiri sendiri. Disinilah kita berproses, untuk berguna bagi orang lain dan bagaimana orang lain pun berguna buat kita. Lagi pula, honor juga sama-sama dinikmati kan yah, masa giliran kerja maunya lepas tangan. Kan, bangsat!

Saya punya mimpi, bahwa suatu hari nanti pandangan miring orang-orang tentang kinerja buruk PNS itu adalah salah besar. Minimal pandangan saya sendiri dulu-lah yang diluruskan, ternyata.. PNS itu tidak selamanya kerja kosong. Saya kadang lelah kakak, sama pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya. But, I’m happy enough kok.

 Smile!😄

21/05/2017

Pinrang, 14 Bulan


             Time flies.

             Tidak terasa, saya menetap semi nomad di tempat ini selama 1 tahun 2 bulan 18 hari. Selama itu pula, saya tidak henti-hentinya berdamai dengan diri saya sendiri bahwa ini adalah konsekuensi dari pilihan saya untuk mengabdi pada Negara ini, jauh dari rumah, jauh dari keluarga, jauh dari sahabat-sahabat, tapi justru semakin mendekatkan diri saya pada diri saya sendiri. Merantaulah, maka kau akan tahu seberapa besar kemampuanmu bertahan di dunya fana ini, shedaaap!

02/05/2017

Happy birthday Anni & Mandos


It's been 1 year and 2 month i've stayed in Pinrang for duties. Dibilang betah mungkin tidak, dibilang tidak betah juga ya harus dibetah-betahkan. Pinrang mungkin tidak seperti Bandung atau Jogjakarta, yang bisa membuat saya jatuh cinta hanya pada satu kali kunjungan. Tapi lebih dari itu, disini saya mendapatkan banyak pelajaran untuk bisa memahami diri saya sendiri jauh lebih baik, mybe because i reached my 30th here.

Siapa suruh kasih nama saya "hijrah", kata saya pada suatu waktu ke Mamak saya. Sejak saya mengemban tugas menjadi seorang pelayan, puzzle hidup saya semakin acak. Bertemu banyak orang dengan berbagai macam watak, sometimes i cried sometimes i laugh for many sentimental reasons. Saya menghabiskan 3 bulan lamanya untuk tinggal dan menetap di kota pertama, lalu 1 tahun 3 bulan di kota kedua, Pinrang adalah kota ketiga dan saya sama sekali tidak tahu akan sampai kapan saya disini.

(Tarik nafassss)

Yang saya selalu syukuri adalah bahwa Allah selalu menitipkan saya pada lingkungan baik di setiap potongan hidup saya. Selalu ada orang-orang baik, dan meluluhkan hati. Itu kenapa orang-orang bijak berpesan, bahwasanya hati manusia itu harus besar, harus luas. Karena semua orang pada berbagai hubungan yang melibatkan perasaan, akan punya tempatnya sendiri-sendiri dihati. Seperti disini, saya punya beberapa orang teman yang mungkin not to intimated but we have a nice relationship. Saya tidak akan pernah jera berteman, dekat, lalu tetiba menjadi biasa karena bosan atau sibuk dengan mimpi masing-masing. Karena setiap manusia punya masanya masing-masing dalam hidup kita

ANNI
Saya tidak pernah bertemu dengan orang yang selalu saja merendahkan egonya dihadapan orang lain, yang begitu sabar, yang bisa begitu kuat dan rapuh disaat bersaman, yang begitu mudah dibahagiakan. That’s way insting saya lebih cenderung untuk ingin melindungi dan berbagi kebahagiaan selagi bisa, walau lebih sering malah merepotkan dia, hahaha.. Anni mengajarkan saya untuk menjadi lebih kuat, tatkala dia bercerita tentang kerasnya hidup yang dia jalani dengan mata yang tidak pernah dia paksakan kering. Anni mengajarkan saya untuk membumi, tatkala dia menceritakan impian kehidupan masa depan yang begitu sederhana, tidak neko-neko sama hidup. Manis.

MANDOS
Semenjengkelkan dan se-annoying apapun, mungkin saya tidak akan begitu mudahnya melupakan kebaikan-kebaikan yang diberikan Rahman kepada saya saat awal-awal saya tiba di Pinrang. Saat saya masih berusaha mengelap air mata. Saat saya tidak mengenal siapa-siapa, dan tidak ingin mengenal siapa-siapa selain bekerja memenuhi kewajiban sebagai seorang pelayan. Saya tidak pernah sebegitu rapuhnya menghadapi putusan kepindahan saya waktu itu, lucu sih kalau diingat-ingat lagi. But, i feel better right know. Walau mulai berjarak.. Yes! He have a solid foundation for making that first impression to be a good one for me.

Dua hari ini, kalian melewati usia 30 tahun. Happy birthday!!! Harapan saya, kalian sehat, kalian sukses, kalian bahagia, kalian tidak terpisahkan, dan kalian merasai bahwa saya adalah bagian dari hal-hal yang bisa membuat kalian tersenyum. SEMOGA.


I don't believe a cake, or "egg party". Saya lebih prefer meluangkan waktu mengitari pertokoan, berfikir keras kira-kira benda apa yang mungkin bukan hal yang menjadi kebutuhan tapi bisa digunakan dan memberi manfaat. Lalu menulis untuk membekukan ingatan, bahwa pada satu potongan hidup saya ada kalian yang memberi tawa dan nyawa. Terimakasih, ter-amat-sangat. You (both), have got a friend in me.

Regards,
#temanmaindirantau💗

22/04/2017

Wisata Malino

Weekend kemarin saya dan teman-teman kantor memenuhi undangan piknik Bapak kepala kantor periode sebelumnya di daerah wisata Malino, sebenarnya ajakan piknik ini sudah lama disampaikan oleh beliau hanya saja berhubung tidak ada kecocokan waktu makanya barulah minggu kemarin (14-16 April 2017), akhirnya bisa terealisasi. Itupun tidak semua orang dikantor bisa ikut serta.

Malino merupakan objek wisata yang paling sering saya kunjungi sepanjang usia saya, dengan orang yang selalu berbeda-beda jadinya ya gregetnya pun selalu beda. Jarak tempuh dari Makassar ke Malino itu sekitar 45 menit sampai 1 jam, kondisi jalan belum begitu bagus karena setiap hari dilalui oleh truk-truk pengangkut pasir dan batu. Saya pribadi selalu memilih untuk (memaksakan) tidur setiap dalam perjalanan pulang ataupun pergi, karena sedikit ngeri melihat jalanan kecil berkelok dan ketemunya selalu dengan truk-truk besar tadi.

Well, Jum’at 14 April 2017 rombongan kami berangkat dari Pinrang itu artinya akan memakan waktu yang jauh lebih lama. Pinrang ke Makassar menghabiskan waktu tempuh 4-5 jam, itu tergantung kondisi jalanan juga sih. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Malino, kami singgah dulu untuk menginap dirumah pak Rusman untuk beristirahat dan perjalanan akan dilanjutkan pada keesokan harinya. 

Sabtu, 15 April 2017. Setelah mengunjungi kebun milik tuan rumah, kami dapat tugas untuk menyiapkan perbekalan sebelum dan selama ada di Malino nanti. Konsepnya tidak pyur travel sih, makanya saya menyebutnya piknik. Selain karena kita tinggalnya nanti dirumah pak dusun Desa Malino, kita juga tetap memasak dan menyediakan apa-apa seperti dirumah sendiri. Oia, yang paling saya sukai ketika berkunjung ke rumah Bpk Rusman ini adalah kami selalu dijamu dengan ikan-ikan besar dan segar, yah beliau punya empang yang besar dan cukup menghasilkan ikan-ikan dengan kualitas daging yang legit dan Alhamdulillah sekali bisa menyantap secara gratis, tinggal kunyah lagi.. maklum, saya tidak punya keahlian didapur makanya disaat teman-teman saya memasak, saya memilih beres-beres rumah dan kamar saja.


Sekitar pukul dua siang kami meninggalkan rumah pak rusman menuju malino, seperti yang saya bilang tadi saya selalu memilih tidur ketika dalam perjalanan dan sesaat saya bangun kami sudah ada didaerah Tinggi Moncong, tepatnya disekitaran lapangan tembak. Rumah yang kami tempati itu tergolong luas, dengan 9 kamar dimana 5 kamar sudah lengkap dengan kamar mandi dalam, ruang tamu, ruang TV dan full akses ke area dapur, disewakan hanya 2juta permalam. Mungkin karena yang punya penginapan dan pak kakan punya hubungan yang baik, kami dapat harga sewa yang cukup murah. Oia, setibanya di Malino cuaca tidak cukup bersahabat, hujan mengguyur dan kami harus menyiapkan makan malam. Ho..ho..!

Minggu, 16 April 2017. Sebelum mandi dan bersiap untuk berkeliling, saya dan 2 gadis sekamar memutuskan jalan-jalan kedepan. Rugi kalau tidak liat matahari terbit didaerah orang, hehe. Ya, suasana Malino itu amat sangat menyegarkan fikiran. Sepi, tapi tidak sunyi. Matahari yang kelihatannya menyegat, tapi hangat menyentuh kulit. Saya suka, tetiba hal-hal berat dan membosankan yang menguras banyak energy baik beberapa waktu belakangan ini tidak lagi menumpuk di kepala. Memang benar slogan-slogan yang mengatakan “ayo PIKNIK biar WARAS”.


Setelah sarapan pagi, dan ngobrol-ngobrol soalan kantor masing-masing kami bersiap menuju derah-daerah primadona di wilayah Malino ini. Absolutely, Hutan Pinus. Deretan pohon tinggi menjulang itu memanggil-manggil untuk diabadikan. Apa yang menarik dari hutan pinus? Selain sangat-sangat instagram-able, hmm.. entah lah, mungkin karena mereka banyak, berkoloni tanpa ego, dan hanya ada ditempat yang sejuk barangkali, jadi kesan hijau dan sejuknya itu dapat. Selain Pinus, kami juga diajak berjalan lebih jauh ke dataran yang lebih tinggi melihat pemandangan dari atas sembari menikmati mie instan dan tawa yang tiada putus-putusnya. For sure, i’m happy enough!


Bahagia itu tidak sederhana. 
Kitanya yang harus sederhana, harus!


***



Malino, 14-16 April 2017
Dihost oleh Bpk Drs. Rusman B. M.M., terimakasih amat sangat.

04/11/2016

Pinrang, 8 bulan.

 Well, selama hampir 8 bulan hidup di rantau hal yang saya rasakan adalah mood saya yang seolah-olah ditiup angin saja bisa mendadak berubah. Totally I’m super duper moody. 

Jika saya mencari-cari sebab musababnya, kemungkinan besar itu semua disebabkan karena lelahnya saya. Pekerjaan kantor yang kadang mendadak sangat menguras fikiran dan waktu istirahat, sendirinya saya di kost sepulang kerja, tidak adanya tempat hang-out/refreshing yang sesekali bisa memanjakan saya, belum lagi perjalanan PP Gowa-Pinrang setiap akhir pekan. Semuanya itu pelan-pelan ternyata menguras energi positif dari dalam diri saya. Alhamdulillah teknologi masih menolong saya untuk tetap berhubungan dengan orang-orang terkasih yang jauh di rumah dan di mana-mana. Sesekali juga dia datang membawakan makanan atau apalah-apalah yang cukup membuat saya merasa ndak sendirian dirantau. Entah kenapa selera ber-sosialisasi saya begitu rendah disini.. amat sangat malas bergaul, padahal selama ini kemanapun saya berada saya selalu punya komplotan hura-hura, teman se-frekuensi, itulah kenapa saya malah amat sangat possesife. Hahaha. SIYAAAL!

Hal yang paling positif dari sifat buruk saya saat ini adalah saya lebih banyak zikir; Astagfirullah-aladzim. Jika dulu saya menjadikan lagu-lagu Payung Teduh sebagai pengantar tidur setiap malamnya sekarang saya lebih prefer to dzikr till i sleep thight. Entah kenapa ada ketenangan yang bisa pelan-pelan saya peroleh dari aktifitas tersebut, saya berharap.. Allah memaafkan saya atas mood saya yang menyebalkan seperti ini, saya berharap Allah memaafkan saya atas lalainya saya sebagai hamba yang selalu menuntut lebih.

Saya tidak lagi pernah mengejar bahagia, saya hanya berusaha merasai hidup pada setiap mommentnya saja. Saya tidak akan pernah lupa annoyingnya saya saat ini dan semua hal yang begitu konyol jika di-ingat kembali. Banyak pelajaran untuk instrospeksi diri dari sini dan pasti ada alasan kenapa Allah membiarkan saya musti masuk pada fase se-menyebalkan ini. Pokoknya saya mau janji sama diri sendiri, lewat blog ini.. dan saksinya para pembaca sekalian (kalo ada :p), setelah delapan bulan ini saya akan selalu mengendalikan mood-swing saya. Semacam pernyataan perang melawan diri sendiri. Haha. Wish me luck and barokah. Smile!

29/10/2016

Menikmati sendiri

Pinrang jauh lebih sepi dibandingkan Parepare, apalagi kalau dibandingkan dengan Makassar-Gowa, dan saya akan jauh lebih merasakan sepi saat libur akhir pekan. Adakalanya saya tidak nyaman dengan sendiri, seperti dua bulan belakangan ini jalan satu-satunya saya harus merelakan banyak waktu dan uang untuk sekedar pulang ke Makassar disetiap akhir pekan. Saya tidak lagi merasa lelah menghabiskan 4-6 jam waktu dalam perjalanan setiap hari Jum’at dan Senin, semuanya saya lalui demi bertemu keluarga dirumah. Saya butuh amunisi yang banyak, suntikan semangat yang tak usah di-ungkapkan sudah jelas terlihat dari wajah-wajah orang yang saya kasihi. Tapi kadang-kadang saya juga merasa terlalu lelah untuk pulang, membayangkan 4-6 jam perjalanan menuju kota kelahiran, dan lalu hanya dalam jeda 1-2 hari harus kembali melalui 4-6 jam perjalanan untuk kembali ke perantauan. Apalagi ditambah rasa malas yang memuncak sesaat akan kembali, argh!

Oh Tuhan, hidup itu memang harus berjuang yah. Minimal berjuang melawan diri sendiri, berjuang melawan rasa malas, rasa lelah, rasa-rasa lainnya yang sifatnya negatif. Saya bukannya tidak nyaman, karena saya memang tidak mencari kenyamanan, saya hanya merasa bahwa menjadi perempuan, bekerja, dan jauh dari rumah itu PR-nya sangat banyak sekali. Harus pintar jaga diri, jaga pergaulan. Saya bisa saja tertawa-tawa bersama kawan-kawan saya di perantauan, tapi jauh disana, jauh didalam hati seorang Ibu tersimpan banyak rasa khawatir tentang keadaan Puterinya. Bahkan ketika sambungan telepon sudah saling menghubungkan setiap malam untuk berbagi kabar, tetap saja rasa khawatir itu ada.

Tapi, bagaimanapun hidup yang saya jalani sekarang adalah hidup yang amat sangat saya syukuri. Alhamdulillahirobbil-alamin. Saya hanya butuh menemukan banyak cara untuk menikmati sendiri, mungkin suatu hari nanti saya akan merindukan saat-saat seperti ini, tempat ini, dan sepi seperti ini.

"Sunyi ini merdu seketika sunyi ini merdu seketika" ... (payung teduh)

With love,
SYAM

13/10/2016

Penyusunan pagu definitif Ta. 2017

Makassar, 10-12 Oktober 2016. Tiada hal yang lebih melelahkan dari yang beginian, tapi oleh mereka dibuat asik saja dengan caranya masing-masing, ada saja yang bisa menjadi bahan tertawaan bersama. Ini sudah menjadi resiko pekerjaan orang-orang keuangan disemua instansi pemerintahan, setiap tahunnya pada tiga periode penyusunan. Dan saya pribadi sudah melewati yang beginian dalam kurun dua tahun anggaran.

Dari meja ini, dari wajah-wajah lelah dan mumet seantero ruangan, saya (/kami) berharap bisa memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara yang lebih baik lagi kedepannya.

09/10/2016

Playlist oktober



Kalau ditanya genre musik apa yang saya paling gemari?

Hmm.. semua genre yang easy listening. Yang beatnya enak, yang liriknya bagus, clipnya keren, bahkan ada beberapa lagu yang saya suka hanya karena moment first listeningnya itu pas, entah lagi nongkrong dimana ngobrol apa sama siapa, tau-tau selalu teringat-ingat.

Semenjak saya merantau – dan yang seperti yang kalian tau perantau itu agak baperan – saya kembali menyukai lagu-lagu yang upbeat, alasannya sih kalau dengar lagu mellow sendirian agak seram kecuali saya dalam kondisi mood yang benar-benar stabil ya. Teman-teman baru saya mulai terbiasa dengan telinga saya, dengan musik saya dan yang agak sedikit surprisenya adalah suatu waktu ketika muka saya terlihat kusut bin manyun dikantor padahal kerjaan sedang banyak-banyaknya, teman saya tiba-tiba memutar lagu-lagu up-beat yang sedang menjadi most-recommended video di youtube, sementara dia sendiri adalah penggemar lagu India. Tanya kenapa? biar mood saya bisa enakan katanya. Haha. Saya kan kalau lagi badmood bisa menjadi monster yang paling menyebalkan sejagad raya, dan Allah selalu saja mengirimkan teman yang bisa sedikit mengambil celah untuk menetralisir sifat monster saya. Terimakasih.
  
Eniwei, sekalian saya mau sharing beberapa lagu yang sedang menjadi favorit saya dalam kurun waktu 2 minggu terakhir; 

  • Adele – Send my love (to your new lover)
  • DJ. Snake feat. Justin Bieber – Let me love you
  • Calvin Harris feat. Rihanna – This is what you came for
  • The Chainsmokers feat. Halsey – Closer
  • The Chainsmokers feat. Daya – Don’t  let me down 
  • Coldplay - Adventure of a life time
  • Sia feat. Sean Paul - Cheap thrill


Alasan kenapa saya suka lagu-lagu diatas adalah lebih karena liriknya yang enak-enak ditelinga saya, bukan maksud mau baper, tapi memang enak kok, ditambah musik yang juga menyenangkan dan suara penyanyinya yang oke punya, asli sometimes saya bisa dibikin joged-joged alay sendirian dikamar. Alasannya tidak terlalu spesifik memang, tapi coba deh dengar, lagu-lagu diatas adalah lagu yang so far paling menyenangkan yang bisa menemani kalian sembari menyetir sepanjang jalan pergi/pulang kantor, atau seperti saya yang lebih sering mendengarkan lagu ketika mengerjakan tugas-tugas kantor yang lumayan mumetin. Semakin mumet, lagunya harus semakin kencang. Ini serius, hal yang aneh tapi nyata dari saya dan selalu dimaklumi oleh teman-teman kerja saya dari jaman masih kerja ngikut dosen di kampus.

Kalau kamu, sekarang ini sukanya lagu apa?

18/09/2016

September rain


Sepertinya hampir seminggu ini pada sore hari Pinrang diguyur hujan, durasinya sekitar 2-3 jam dengan debit air yang cukup besar, lalu akan kembali lagi pada ke-esokan harinya.

Dan apakah terlalu cepat jika saya katakan, SELAMAT DATANG MUSIM PENGHUJAN,?!

Because i miss them a lot. Saya rindu dengan suara gemercik air dari atap rumah yang membuat saya bisa tidur lebih nyenyak dari biasanya, saya rindu dengan selimut yang entah kenapa jauh lebih lembut dan empuk dari biasanya, saya rindu malas mandi di pagi hari karena suhu yang terlalu dingin dari biasanya, saya rindu seduhan teh melati hangat dengan kandungan "endorphine" yang lebih kental dari biasanya, saya rindu kuyup karena kehujanan, dan saya rindu tidak bisa kemana-mana dengan alasan "diluar sedang hujan". 

Dear rainy day, come early please..
More than all the sentimental reasons above just come to save me from APEL PAGI ;p.

16/09/2016

social pressured



Suatu hari saya pernah bertanya pada seorang teman perempuan saya perihal cincin dijari manisnya, bagi saya sedikit janggal karena cincin itu menyerupai cincin kawin yang pada umumnya dipakai orang-orang, sementara status dia saat ini adalah single (tapi tidak jomblo).

"Sengaja, kadang-kadang cincin ini menyelamatkan hidup saya dari komentar orang-orang"
"Tentang menikah-kah?"

"Iya"

Lalu pada obrolan lain, teman perempuan saya itu pun pernah menyampaikan bahwa saat ini dia hanya membutuhkan status, sebagai istri, lalu melahirkan anak, setelah itu jika si pria ingin pergi ya sudah, pergi saja.

What a mind. Apa salah satu tujuan menikah adalah sekedar membungkam prasangka orang-orang? Apa benar sedangkal itu pemikiran mereka? Tolonglah! hidup itu bukan cuman perkara kawin, masih banyak hal yang harus dipikirkan.

Saya yakin, apa yang keluar dari mulut teman saya ini tak lain dan tak bukan adalah bentuk pesimisme dalam hidupnya, dia lelah dengan tuntutan orang-orang tentang bagaimana rupa/konsep hidup normal pada umumnya, belum lagi pressured pekerjaan dikantor yang semakin menggila. Diusia dimana semua orang sudah memiliki anak, dia justru masih menebak-nebak dengan siapakah dia akan berjodoh nantinya. Ditambah tekanan tekanan yang begitu memojokkan dari lingkungan, apalagi daerah kabupaten tempat saya bertugas saat ini, nikah mudah seolah menjadi prestasi, dan yang belum menikah itu (agak) sial. Janda usia 20-tahunan akan lebih terhormat dibanding perempuan lajang 30-tahunan. AKOH KZL!!!

Padahal teman perempun saya itu lebih muda dari saya, lantas apa saya juga harus merasa tertekan? mungkin dulu pernah, tapi sekarang saya sudah melewati masa-masa fragile about marriage status. So if someone ask me today- absolutely not! I just feel her so deep, but i prefer to still believe.. the best one come yet. So i'm ignoring all the pressured and keep walking on. Ngapain juga buang buang waktu dan pikiran menghadapi kaum nyinyirisme, kalau cuman jadi penilai dan komentator sih ya saya juga bisa, manusia itu tidak ada dan tidak akan bisa sempurna jadi selalu ada celah untuk men-judge. Kita manusia cuman diminta untuk selalu berharap, berdoa dan berusaha.

Man proposed God dispose, selesai perkara.

12/09/2016

I'm ready for the shake of Allah


Akhirnya saya bisa merasakan lagi kebebasan, dari yang beberapa minggu belakangan ini benar-benar stuck dengan segala rutinitas dan pemikiran yang berkutat pada hal itu-itu saja. I loose a good topic to talk a lot with my officemates, to be honest i’m so bored with our conversation. Tapi dari itu semua, hal yang paling menyita fikiran saya adalah soal promosi dan tawaran-tawaran yang ikut besertanya.

Saat ini saya sedang berada dalam kondisi A, tidak begitu nyaman memang tapi sejauh ini saya masih bisa melaluinya, i challenge my self to pass it out. Lagi pula kemanapun saya, jadi apapun saya dan senyaman apapun saya pada satu tempat masalah akan selalu ada, mungkin seperti itulah hidup mendefinisikan dirinya. Lalu muncullah tawaran B, C. Saya jelas bingung, semua pilihan didepan mata saya memiliki alasannya masing-masing untuk saya ambil atau tidak.

Dilain sisi saya justru diserang rasa takut bertubi-tubi. Bahwa ketika saya menerima tawaran B saya harus menyesuaikan diri lagi dengan lingkungan baru, sementara apa yang saya hadapi saat ini belum benar-benar bisa saya taklukkan. Bahwa bila saya menerima tawaran C saya akan menghianati janji saya pada sendiri, lagi pula terlalu cepat untuk kembali ketempat yang pernah banyak mengecewakan saya. Bahwa jika saya tetap pada pilihan A kemungkinan beberapa saat kedepan kondisinya akan jauh berbeda dari apa yang saya jalani selama ini, atau yang paling menakutkan adalah tidak diantara ketiganya. Saya seperti dihadapkan pada kotak yang terbungkus rapi, tanpa tahu kejutan seperti apa yang ada didalamnya dan saya hanya boleh memilih satu diantaranya.

Rasa takut yang menguasai diri saya jelas karena iman saya sedang merangkak-rangkak, saya seperti tidak lagi percaya bahwa Allah yang mengatur segala apa yang terjadi dalam hidup saya. Terlalu banyak berfikir tentang masa depan juga kadang tidak baik. Harusnya saya selalu ingat bagaimana saya menangis ketika saya kehilangan sesuatu yang saya anggap baik, dan lalu tak berapa lama ternyata saya mendapatkan ganti sesuatu yang jauh lebih baik? Saya malu pada diri sendiri, saya malu pada kawan saya yang tidak bosan-bosannya mendengar hal-hal picik yang keluar dari pemikiran-pemikiran saya. Hingga akhirnya saya lelah dengan diri saya sendiri, dengan pikiran sendiri. Lalu menyimpulkan, hmm.. i'm ready for the shake of Allah.

Dan lalu, takut saya entah hilang kemana, saya merasa siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Jika saya tak lagi menemukan kenyamanan yang sama, jika partner kerja saya tak lagi bisa membersamai saya, jika atasan saya ternyata harus pindah duluan, dan jika saya ternyata harus masuk pada lingkungan yang baru lagi.. saya siap, InsyaAllah.

Bagaimanapun, saya berterimakasih atas kotak-kotak istimewa itu, walau membingungkan pada akhirnya tetapi saya merasa kerja keras saya selama ini membuahkan hasil. Tapi, tanpa ada maksud untuk menyombongkan diri, untuk saat ini saya tidak ingin memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mengukir budi dalam perjalanan karir saya.

Pinrang,   September 2016
Powered by Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.