"when men and women are able to respect and accept their differences then love has a chance to blossom"
― John Gray, Men Are from Mars Women Are from Venus
Takdir adalah apa yang selalu ingin kau capai. Semua orang ketika masih muda tahu takdir mereka.
Pada titik kehidupan itu, segalanya jelas, segalanya mungkin. Mereka tidak takut bermimpi, mendambakan segala yang mereka inginkan terwujud dalam hidup mereka. Tapi, dengan berlalunya waktu ada daya misteri yang mulai meyakinkan mereka bahwa mustahil mereka bisa mewujudkan takdir itu.
(paragraf 2-3)
Tapi daya ini adalah kekuatan yang kelihatannya negatif, tapi sebenarnya menunjukkan padamu cara mewujudkan takdirmu. Daya ini mempersiapkan rohmu dan kehendakmu, sebab ada satu kebenaran mahabesar di planet ini: siapapun dirimu, apapun yang kau lakukan, kalau kau sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, itu karena hasrat tersebut bersumber dari jiwa jagat raya. Itulah misimu di dunia ini.
(paragraf 5)
| Test Pack edisi Revisi |
| Membaca Sapardi, halaman: 57 |
Matahari itu? Ia akan selalu diatas sana
supaya selamanya kau menghela bayang-bayanganmu itu
-SDD: tentang matahari-

“Percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Membiarkan hidup dengan caranya sendiri menggiring kita menuju sebuah jawaban” Hal: 299


Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah utuh. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengisi apa yang sudah penuh. Tidak ada satupun yang dapat berpisah satu sama lain | Hal: 195.
Dan saya baru sadar, saya amat mencintainya. Tapi saya lebih mencintai diri saya sendiri. Saya mencintai diri saya yang mencinta | Hal: 231


Gusti, cinta kami kepada-Mu tak terperi
Namun itu tak diketahui oleh diri kami sendiri
Tolong ajarilah kami untuk berlatih
Menyebut nama-Mu seribu kali sehari
Sungguhpun satu huruf saja dari-Mu tak kan tertandingi
Pembuka; Emha Ainun Najib.
Si Aku: Entahlah. Tapi, kau tak seperti yang selama ini orang-orang katakan tentangmu. Kau tak seperti yang digambarkan buku-buku, kitab-kitab suci.
Setan: Ya, ya, memang begitu. Selama ini, aku difitnah!
Si Aku: Difitnah? Maksudmu?
Setan: Semacam pembunuhan karakter!
Si Aku: Pembunuhan karakter?
Setan: Ya.
Setan: Kau tahu, kebaikan dan keburukan adalah keniscayaan. Tuhan gagal menjadi dirinya sendiri jika tak ada yang mewakili keburukan dan kejahatan. Dan, aku melengkapinya. Aku jadi semacam korban!
(Bab.20, Curhat Setan hal.127-128 )

“Jika sampai waktunya
Tugas kami di alam dunia dan alam baru selesai
Tempatkanlah kami Manunggal di sisiMu
Karena cinta murni, suci, sejati, sempurna dan abadi
Dalam raga yang abadi,dibangun
Ainun manunggal dengan saya sesuai kehendakMu dialam baru sepanjang masa
Jiwa, roh, batin, “raga” dan nurani kami, abadi sampai akhirat”
Doa Penutup, Ainun dan Habibie: Hal.323

“Ibu, aku ingin merubah bintang...”
9 Matahari, Halaman 296
“ Tar, semua orang pasti tahu angka sepuluh adalah angka tertinggi. Tapi buat gue, sembilan itu angka yang pas buat diri gue melambangkan betapa bernilai dan berharganya sesuatu itu buat gue. Angka itu berada di atas rata-rata, tapi masih menyisakan satu ruang untuk terus mencapai kesempurnaan. Angka 9 masih terus mencari perbaikan diri untuk menjadi 10. Itu yang akan membuatnya terus bergerak, melakukan hal yang lebih baik dari waktu ke waktu. Dari bentuknya , angka 9 lebih menawan. Kalau lu perhatiin angka 8 itu membuat dua bulatan yang tertutup. Sementara angka 9, bagian atasnya membentuk sebuah lingkaran yang menurut gw itu adalah ruang pribadi bagi setiap orang. Seperti sebuah tempat untuk menyimpan keyakinan yang tidak akan terganggu. Sementara buntut di bawahnya adalah ruang terbuka, tempat orang itu bisa terus mengasah dirinya untuk menerima wawasan dan pengetahuan baru, serta akhirnya membuat dirinya terus menerus termotivasi untuk bisa lebih baik lagi. Dan, sembilan itu adalah nilai buat seorang yang terus membawa impiannya dengan semangat matahari, sembilan itu nilai buat seorang matari. “
9 Matahari, Halaman 297
“Jangan pernah berhenti buat menggenggam matahari, Tar. Seperti nama lu, Matari, lu pasti diharapkan menjadi seperti matahari. Matahari yang nggak akan bergeser kalau bulan dan bintang belum muncul. Matahari yang akan terus menerus memberi energi, kehangatan, dan cahaya buat alam semesta. Kadang dia dicaci kalau bersinar terlalu terik, kadang juga diprotes kalau tampak sayu dan sedikit bermalas-malasan. Tapi… nggak peduli apapun itu, matahari selalu muncul setiap hari dengan segala yang dia punya. Dia juga harus berbagi peran dengan bulan dan bintang, justru dia lagi bersinar hangat dibelahan bumi yang lain. Matahari yang mengajarkan banyak pada kita untuk terus berbagi. Supaya kita benar-benar tahu peran kita dan bisa merasakan jiwa kita hidup”

