09/07/2025

Trip 39YO

Ansbhaaibdihasbdhjasbdhiabsdhisad dbaJksbjabsjab jdahkzbaijasbjkaaebkjSbdjsbdjSbdjsbdjANDjk jangankan begitu begini dasas

09/11/2024

Just update

Hai blog;
Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir menulis blog. Tidak ada lagi niatan hati untyk sekedar menumpahkan uneg uneg. My life going amazing. Tapi, jauh dalam hati masih ada rasa sepi yang entah apa obatnya. Saya sibuk menerjemahkan mau kemana jalan hidup aku ini, aku bersyukur atas semua berkat yang ada. Sangat bersyukur. Tapi tetap ada yang rasanya belum sempurna.

Masih dibersamai oleh seseorang yang mungkin tidak untuk aku.
HIKS.

Aku rindu sama diri aku yang polos dahulu kala itu, aku rindu sosok anak anak dalam diri aku pada masanya. Sekarang aku justru banyak menelan hal hal yang pahit karena perbuatan aku sendiri. Kecewa gak? Jelas dong... banyak melepaskan hubungan pertemanan, banyak melepaskan hubungan yang tidak semestinya terlepas. I loose my self deeply.

18/03/2021

Satu Tahun

 
Lagu yang sedari kemarin menemani kusut dikepala; bercerita tentang Rindu, Sesal dan Bapak. Tepat 1 tahun beliau berpulang, 18mar20-18mar21 #ALFATIHA

14/02/2021

First Trail


One fine day. Back to childhood-life. Dua kali terpeleset. Satu kali nyasar. Mandi hujan sepanjang track balik. Ditolong orang-orang baik. Berat but worthed; namanya juga pemula. I love my sunday to the bone, 💗

21/05/2020

Apa iya cinta harus memiliki?


Hai blog..

Lama tidak menulis tetiba saya ingin sedikit bercerita tentang relationship.

Jika ada yang bertanya kepadamu, “apakah cinta harus memiliki?”

Jawaban saya ada pada dua pilihan tergantung pada masanya. Lah, maksudnya gimana sih Syam? Hmm.. begini begini, jika pertanyaan itu dilontarkan kepada saya satu atau dua tahun yang lalu mungkin jawaban saya adalah BIG NO!! ya ngapain coba mencintai orang yang jelas-jelas tidak bisa kita miliki, tidak bisa kita raih. Wasting time. Membuang energi dan sangat sangat bodoh. Cinta itu timbal balik, lo jual gue beli.. kamu suka, aku apalagi. Terdengar amat sangat transaksional memang tapi itu benar benar logic sih, walaupun terkesan sangat egosentris. Tapi kan, bukannya cinta adalah bentuk pemuasan diri?! 

Dan lalu jika pertanyaan itu disampaikan kepada saya disaat-saat sekarang, saya bisa menjawab dengan lantang.. BISA DONG!! Alasannya sederhana, cinta itu bukan transaksi perasaan, kenapa kita bisa mencintai seseorang itu karena adanya investasi-investasi perbuatan si-dia yang membuat kita nyaman hingga akhirnya kita memilih jatuh cinta. Ini keputusan sendiri lho, sadar atau tidak sadar. Paham sampai disini? In fact, terkadang kita tidak punya kuasa untuk memilih pada siapa kita akan jatuh cinta, yang kita bisa lakukan setelahnya adalah apakah kita akan menuruti ego kita untuk kemudian memaksakan diri memiliki si-dia. Ya kalau cinta kita mendapatkan balasan, Alhamdulillah. Jika tidak? Bagaimana?

Jalan satu-satunya adalah melepaskan saja perasaan itu, bukannya cinta itu adalah mainan orang dewasa? Orang-orang yang sudah tahu betul konsekuensi dari setiap pilihan-pilihan dalam hidupnya. Pada dasarnya tidak ada hal apapun yang akan berjalan dengan baik jika dipaksakan, yang terbaik adalah hidup dengan tidak begitu terpusat pada ke-akuan diri. Ya kalau kamu cinta, silahkan.. jika masih bisa diperjuangkan, ya dikejar. Kalau ternyata mentok, ya sudah. Dinikmati saja rasanya, toh hati tidak akan sebuntu itu kok.. akan selalu ada jalan untuk jatuh cinta lagi, hingga pada akhirnya menemukan muara yang didalamnya cintamu menemukan tempatnya. Pasangannya. Just make it simple guys. Tidak ada satupun orang diluar sana yang bertanggungjawab atas pergolakan rasa yang kamu alami, kalau kamu kadung baper.. ya kan kamu sendiri yang membuka ruang hatimu?!

Saya jadi punya gambaran baru bahwa jatuh cinta nowdays itu seperti investasi, dari awal kita sudah tau resiko dan keuntungannya. Tapi kembali lagi ke kita, si investor.. mau invest banyak atau dikit dikit dulu? kalau ditahap awal sudah lempar banyak modal dan berharap dapat keuntungan balik yang juga besar, yah.. **garuk-garuk kepala** Come on!!! Puas dan Kecewa adalah dua konsekuensi logis dari harapan.

Well perjalanan hati yang amat sangat kompleks yang saya lewati beberapa bulan belakangan ini membuat saya tidak lagi begitu demanding terhadap hal hal romance. Itulah yang membuat saya bisa merasa lebih bebas dalam mengekspresikan diri, mengekspresikan perasaan. Kalau dikit dikit bawa baper, bawa ego, bawa gengsi, ya.. akan susah. Walau saya perempuan, ketika saya memutuskan untuk mencintai, akan saya cintai, akan saya ungkapkan, saya tunjukan. Perkara dapat balasan atau tidak, itu urusan nanti. Jujur pada diri sendiri dan tau maunya diri sendiri itu jauh lebih penting sih.

Mungkin segitu dulu lah cerita saya tentang relationship, jujur saya merasa kok narasinya berantakan gini yah. Mungkin efek lama tidak menulis, sementara ide dikepala tumpah tumpah. Al hasil, kacau balau deh.. semoga yang baca paham yah. Haha. Terimakasih, 😊

-----
Pic Source : Pexels
Powered by Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.