Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

09/12/2013

Homefront

Film ini sadis. Jujur saya dibuat shock dan ketakutan nonton film macam ini, hantam-hantaman, bunuh-bunuhan. Ergh!

Coba tebak, pelajaran apa yang saya bisa tangkap dari film ini? Tak lebih dari, kalau ada anak-anak yang main dan bertengkar orang tuanya ndak usah masuk-masuk dan ikut campur. Bukannya menyelesaikan masalah, justru hanya memperbesar masalah saja. Anak-anak belum ngerti dendam. Mereka mudah untuk lupa kemudian berbaikan kembali.

Kata musda, itu terlalu dangkal. Haha..

Terserah deh yah. Saya kebanyakan menutupi mata pakai jilbab soalnya, tapi saya lihat dua adegan yang menjadi nyawa dari film ini, tentunya dari kacamata penikmat drama seperti saya. Teteuuuup ya :)

Pertama. Saat sang ayah masuk kemarkas musuh yang didalamnya banyak komplotan penjahat. Tadinya sang ayah bisa begitu saja kabur setelah memporakporandakan markas musuh, tapi karena ingin menyelamatkan kucing anaknya yang dicuri, yah bukan pada kucingnya, tapi kecintaannya pada puteri sematawayangnya yang begitu menyayangi kucing itu hingga dia kemudian berbalik saat mendengar suara kucing mengeong, dan disaat itulah dia dilumpuhkan hanya dengan satu bogem dikepala, kemudian diikat, dihantam rame-rame, dikeroyok, walaupun terlihat sudah setengah mati tapi pada akhirnya si ayah bisa lolos juga. Tentunya dengan muka benjol-benjol. Sadis.

Kedua. Adegan yang, ehem, sukses membuat kacamata saya basah. Saat si puteri memohon-mohon dengan sangat, dengan teriakan yang benar-benar terlihat dan terdengar tak berdaya. Dalam adegan itu mobil si ayah terbalik diatas jembatan waktu kejar-kejaran dengan musuh yang menyandera si puteri. Saat musuhnya keluar dan akan menembaki ayahnya yang sedang dalam kondisi paling lemahlah dia teriak-teriak penuh emosi. Sumpah yah, nih anak akting nangisnya touching maksimal. Tapi namanya jagoan, akhirnya penjahatlah yang berhasil dilumpuhkan oleh si ayah. Mukanya teteppp benjol-benjol berdarah.

Film ini bener-bener sadissssss. Lebih sadis dari lagu afgan!

Tapi juga romantis, kita disuguhi kisah cinta ayah dan puterinya yang berusaha menyelamatkan hidup satu sama lain.

posted from Bloggeroid

22/03/2013

All about eve

Sampul film, nemu di gugel
Minggu kemarin saya menonton drama korea berseri, film lama sih kasetnya saja sudah ada dua tahun lebih ditumpukan VCD/DVD bajakan punya saya. Drama ini menceritakan tentang dua orang remaja yang saling bersaing dalam cinta dan cita-cita. Seperti drama pada umumnya, akan ada peran antagonis dan protagonis. Dalam drama ini peran antagonisnya memiliki hidup tragis, berasal dari keluarga broken home, Ibunya meninggalkan rumah dan Ayahnya menjadi pemabuk, hidup membuatnya keras dan ambisius, apapun akan dia lakukan untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Sementara pemeran protagonis berasal dari keluarga yang nyaman, memiliki ayah, bibi dan seseorang yang selalu ada bersamanya. Hidupnya dilimpahi banyak keberuntungan, dia tidak lebih pintar tapi usahanya membuat dia tetap bisa bersaing dengan pemeran antagonisnya.

Seberapapun usaha pemeran antagonis "melumpuhkan" pemeran protagonis, tetap saja dia yang merasa sakit hati. Dia tetap kalah. Saya ingat benar satu statement dari pemeran protagonis di film ini saat dia tahu bahwa pemeran antagonis ini sangatlah licik; kamu memang pintar tapi kamu tidak beruntung seperti saya, dan untuk bisa beruntung kamu harus memiliki hati yang baik. Damn!

Secara garis besarnya, pelajaran yang saya tarik dari drama korea ini bahwasanya kebahagiaan itu mutlak milik mereka-mereka yang memiliki hati yang lapang.

Kalau penasaran, ditonton aja dramanya lumayan 20 episode. Wawasan kita tentang balik layar dunia pertelevisian dijamin bertambah. Film ini tidak membosankan, lumayan ada sedikit bumbu komedinya juga.

annyeonghi jumusipssio...

~Bajigau, mendadak korea ;)

17/02/2013

Rectoverso

Ini bukan review...

Tadi siang saya nonton Film Rectoverso bareng Musda. Akh, emosi saya terbawa sedemikian rupa. Saya meneteskan air mata. Yang bertanggungjawab membuat saya begitu tersentuh adalah totalitas Lukman sardi dalam memerankan tokoh Abang diakhir cerita ditambah lagi dengan backsoundnya lagu Malaikat juga tahu yang dinyanyikan ulang oleh Glenn fredly, dan seperti kita tahu Glenn Fredli-lah penyanyi Indonesia yang penjiwaannya pada setiap lagu paling bisa bikin hati teriris-iris. Apalagi kalau memang hatinya sedang tidak stabil, beuh... butuh nyetok tissue yang banyak kayaknya.

 

Film Rectoverso ini menceritakan lima kisah berbeda dengan satu garis besar, tentang cinta yang tak terucap. Favorit saya: Hanya isyarat dan Malaikat juga tahu. Hehe, hanya ingin tertawa.. mungkin saya pernah punya kisah cinta serupa tapi tidak sedrama lima cerita yang ada dalam film ini, ya setidaknya dalam cerita saya tidak ada kenangan istimewa yang membuat saya merasakan sakit ketika mengingatnya lagi, saya benar-benar bisa bebas setelah memutuskan ingin membebaskan diri. Tanpa menyisakan rindu. Itulah kemudian yang membuat saya semakin bertanya-tanya; mungkinkah hati itu bisa tersasar?

Hmm... singkatnya nonton saja film ini. Kalau saya terlalu banyak cerita ntar malah jadi curhat. Saat ini saya sedang ingin jauh-jauh dari bahasan hati, something absurd. Sebenarnya memutuskan nonton film ini pun adalah kesalahan besar, tidak ada gambaran awal karena bukunya belum saya baca. Walau tidak fanatik saya pecinta Dee, dan menonton film yang diangkat dari bukunya langsung adalah bentuk apresiasi saya atas karyanya yang banyak menginspirasi saya. Yang membuat saya sangat tidak nyaman adalah, saat nonton film ini saya duduk di baris B dan menemukan ada satu-dua hmm... tiga mungkin sampai empat pasangan -kanankiriatasbawah- yang "mengganggu" kami menonton film ini. Istigfar dalam hati, semoga saya, keluarga saya dan anak keturunan saya, tidak terjebak dalam cinta seperti itu. Memang itu cinta? hmm...

"Tahu apa kamu soal cinta?"
-Saras: Cicak di dinding-

05/12/2012

(masih) kaming sun


5cm
kalo bukunya sih recomended abis! entah filmnya bagaimana... 
tidak berharap banyak, saya hanya menunggu

__12.12.12__ 

07/10/2012

Perahu Kertas

Well, saya baru saja abis nonton film Perahu Kertas sesion 2 bersama dua kurcaci dikantor. Tadinya niat lembur lebih lama lagi, tapi mata sudah keburu mumet melihat angka dan kolom errr... butuh penyegaran!

Sesion pertama dari film ini saya nonton pas setelah lebaran kemarin, bulan Agustus kalo gak salah, bareng Neny. Tapi saya tak menyempatkan diri untuk mereviewnya karena yah filmnya biasa saja, saya gak dapat feelnya, secara kan Perahu Kertas ini adalah novel favorit kedua yang pernah saya baca setelah 5CM. Saya pernah mereview bukunya disini, waktu itu saya gak selesai baca bukunya karena saya juga dapatnya hanya dalam bentuk file PDF dari Xaga. Dan sampai sebelum nonton filmnya tadi saya tidak tahu jelas endingnya seperti apa.

Remi dalam senyum yang, akh! sudahlah...

Bagi banyak orang, film ini termasuk film yang "happy ending" dimana pemeran utama cewek yang super cantik pada akhirnya akan bersatu dengan pemeran utama cowok yang super ganteng, tapi bagi saya TIDAK! gimana yah, saya sudah jatuh cinta dengan karakter Remi, saya kok tidak tega melihat Remi harus melepaskan orang yang benar-benar dia cintai... akh! sampai harus melihat Reza Rahardian menangis tersedu dari hati yang paling dalam, sebenarnya cukup membuat saya gimanaaa gitu, dia favorit saya soalnya #hiks

Terlalu banyak pengorbanan dalam film ini, bikin gemesss saja. Memilih dan dipilih, kisah cinta yang sangat novel tapi tidak bisa dipungkiri memang ada dalam dunia sesungguhnya. Yah, mungkin kesimpulannya simpel saja, bahwa semua hal akan kembali ketempat-tempatnya. Siapa diciptakan untuk siapa. Dan butuh banyak orang seperti Remi dan Ludhe untuk membuat jalannya lebih mulus, walau sakit untuk mereka berdua. Yang namanya cinta itu akan terpancar dan bahagianya bisa tersampaikan secara sempurna kepasangan kita. Yah kira-kira begitulah ya.

Yang belum nonton filmnya atau baca bukunya pasti pusing deh dengan post ini, santai sajalah kita ikut apa kata Karel bahwa"tidak semua dongeng harus happy ending, apalagi realitas", iyya sih... 

PS. dari semua lagu yang ada di film ini kok gak ada yg sreg yah dihati dan pendengaran saya. Oleh karena itu versi saya soundtrack yang tepat untuk film ini adalah Thousand years milik Cristina perry, lagu yang beberapa bulan belakangan ini benar-benar menguasai chart diplaylist saya.

-SM-

08/07/2012

The Amazing Spiderman


Well, sebelum saya tertidur dan melupakan semua pesan bijak yang saya dapat dari film yang saya tonton malam ini bersama Kak Heru, yah ada baiknya saya catat disini. Sekalian dishare kepada orang-orang yang mungkin saja tersesat diblog saya ini.

Pernah nonton Spiderman? Nah yang saya tonton malam ini ya Spidermen juga tapi dengan format yang sudah dibuat beda, judulnya The Amazing Spiderman. Ceritanya kurang lebih sama saja, tentang seseorang yang bernama Peter Parker yang dirawat dan dibesarkan oleh paman dan bibinya yang pada suatu hari digigit laba-laba dan menjadi anehlah dia, tiba-tiba punya kekuatan, dia bisa lompat kesana kemari, berayun dan menempel. Dia pun menjuluki dirinya Spiderman yang selalu tampil seksi dengan balutan busana serba ketat berwarna merah biru. Bedanya dengan film-film sebelumnya adalah pemainnya lebih muda, lebih masa kini, selain itu background hidupnya juga berbeda. Kalau Tobey sebagai Peter Parker pada film Spiderman adalah seorang Fotografer surat kabar yang berpenampilan cupu, Peter Parker disini masih seorang Mahasiswa sains dengan penampilan yang begitu unyu. Kalau kita merujuk pada pesan yang coba disampaikan kepada penonton yah kurang lebih samalah.

Bagi saya yang sebenarnya bukan tipe penyimpul yang baik, setidaknya ada 3 hal yang saya tangkap dalam film Spiderman, baik yang amazing maupun yang biasa saja. Yaitu; Kekuatan, Pilihan dan Tanggung jawab. Bahwa kekuatan itu datang bersama dengan tanggungjawab, dan bagaimana kamu akan menggunakannya yah itu kembali pada pilihan kamu. Prosesnya tidak berhenti disitu saja, setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing, dan selalu ada pengorbanan didalamnya yang akan membuat kita terus menimbang-nimbang Ego. Tidak satupun diantara kita manusia yang bisa mendapatkan segala hal yang kita mau, toh kita juga tidak hidup sendirian dan seperti kata yang selalu saja diulang-ulang oleh Adik saya Yudi bahwa hidup itu tidak melulu tentang AKU! walau pada setiap proses memilih, kita belajar menjadi diri kita, menjadi AKU.

Your father had a principle; that if you could do good things for people, you have a moral obligation to do those things. Not a choice, a responsibility! - Uncle Ben

Well, saya selalu terharu saat melihat hubungan antara ayah dan anaknya, walau paman Ben bukan ayah kandung Peter tapi dia selalu ada dan menemani Peter tumbuh dewasa. Memberikan Peter inputan-inputan yang pada akhirnya banyak membentuk karakternya. Dari kedua versi film Spiderman ini, menggambarkan Paman Ben meninggal ditembak oleh perampok saat hubungannya dengan Peter sedang tidak baik. Itulah yang membuat Peter merasa begitu terpukul dan menjadi seorang pendendam. Dia menyesal. Mengejar  semua penjahat yang memiliki ciri-ciri yang sama seperti orang yang telah menembak Paman Ben menjadi obsesinya, bukan panggilan tanggungjawab sebagai seseorang yang diberikan kemampuan istimewa.

Tapi ini hanyalah film, pada akhirnya Spiderman harus secepatnya sadar bahwa dia adalah Superhero yang kehadirannya begitu dibutuhkan oleh masyarakat banyak, mengenyampingkan Ego pribadi, harus selalu kuat dan bisa diandalkan. Kalau Spidermannya terlalu lama larut dalam dendam dan kegalauannya, bisa-bisa filmnya tidak sampai klimaksnya, tidak laku pula dipasaran.


Hmm, overall saya merasa hubungan antara tokoh dalam film Amazing Spiderman ini lebih kuat dibanding ketika Peter Parker diperankan oleh Tobey. Saya suka dengan mimik Andrew yang terkesan dingin tapi menyentuh. Cengeng sih sebenarnya, tapi passs!

*) Picture from: theamazingspidermanblog.com

Ps. Belakangan saya menemukan diri saya yang kebingungan. Sepertinya otak saya menerima beberapa perintah yang harus dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Alhasil segala apa yang saya lakukan yah jadinya serba berantakan.

posted from Bloggeroid

12/05/2012

The Avenger

Antrian The Avenger di XXI sudah seperti antrian sembako, orang2 antri panjang berjam-jam bahkan berhari-hari untuk bisa mendapatkan tiket. Saya sendiri tidak kebagian tiket saat selepas jam kantor selasa lalu (8/5) iseng ke XXI Mall Ratu Indah. Hanya saya sedang beruntung saja hingga keesokan harinya sahabat saya -Neniy- mengabari saya kalau teman2 kantornya akan nonton bareng dan menawarkan saya satu tiket. Terimakasih...


Well, tentang film Avenger pun telah banyak direview oleh beberapa blogger. Bagaimana jalan ceritanya, karakter tiap tokohnya, pesan moral dan sebagainya dan sebagainya. Liat posternya saja kita langsung bisa mengerti, kalau Avenger itu semacam boybendnya superhero yang beranggotakan: Thor, Captain America, Iron Man, Black Widow, Hawk Eye, dan Hulk. Dimana boybend tersebut dikumpulkan oleh  Nick Fury untuk mencari Tessaract, yang raib dicuri oleh Loki, adik tiri Thor yang begitu terobsesi untuk menguasai Bumi. Dan film ini merupakan adopsi dari komik dengan judul yang sama, The Avenger.
You think you're the only hero in the world? | Fury
Untuk film bergenre Action semacam ini saya tak begitu ber-ekspektasi besar pada kekuatan ceritanya, yah dinikmati saja... dalam beberapa scene memperlihatkan beberapa dialog sarat makna yang membahas tentang sifat dasar manusia, selebihnya banyak joke yang memang berhasil mengundang tawa penonton. Seruuu! saya sendiri begitu menikmati efek-efek visual dari film ini, mengagumi teknologi melalui gadget2 yang ada dalam laboratorium S.H.I.E.L.D atau di rumah Tonny Stark (Iron man), termasuk yang membungkus badannya. Grrrr!

Satu hal yang saya sayangkan adalah kualitas audio film ini, ada beberapa scene perang yang tidak enak didengar ketika saling tembak-tembakan atau ketika si Hulk meraung-raung. Ditambah saya yang ketika nonton duduk dibaris ke dua (B), tepat dibawah speaker. AHHh! menggangu... but overall, film ini memuaskanlah!

Dari semua superhero yang ada dalam film ini, saya menjatuhkan pilihan pada The Big guy! Hulk sebagai superhero paling mempesona, hahaa... keren loh dia, sumpah! Dia yang begitu tenang saat menjadi manusia biasa dan bisa begitu menyeramkan saat berubah menjadi monster hijau. Dan satu hal lagi, HULK muncul sebagai superhero yang benar2 mengandalkan kekuatannya sendiri untuk menghancurkan, seolah tidak punya waktu untuk kehabisan energi. Dan (mungkin) itu sebab mengapa hulk dipilih menjadi bagian dari The Avenger.

Mark Rufallo as Hulk, Handsome Hulk ever!
When i see you, im so melt away.
-hahahaaha-

16/04/2012

Wedding Dress

Captured
 
Bagaimana jika kamu adalah seorang perempuan, mapan dan mandiri, yang memiliki karir cemerlang sebagai seorang desainer gaun pengantin, single parent dengan satu puteri yang sangat lucu, punya penyakit parah dan tahu betul bahwa umurmu tak lama lagi.

Atau bagaimana jika kamu adalah seorang anak perempuan berusia 8 tahun, tak punya ayah, hanya punya ibu yang selalu saja sibuk dengan pekerjaannya, kamu yang tak pandai bergaul, keras kepala, berfikiran dewasa dan tahu betul bahwa ibumu takkan hidup lama lagi.

Dan bagaimana jika kamu ternyata adalah seorang perempuan melankolis, yang tengah menonton K-Movie dileptop dengan linangan air mata yang terus menerus sepanjang film. Menyaksikan bagaimana tegarnya seorang perempuan single parent yang berusaha membahagiakan puterinya sebelum dia benar-benar pergi menyusul suaminya, atau sesenggukan tatkala melihat seorang putri kecil yang "egois" tapi begitu dewasa dan sangat menyayangi ibunya, dia berusaha mengikuti permintaan2 ibunya yang selama ini dia abaikan. Menyembunyikan kesedihannya dalam diam dan sesekali tersenyum.

Pengorbanan yang lahir dari ketidakberdayaan adalah sesuatu yang sangat indah. Tapi pengorbanan yang lahir sebagai bukti cinta kepada orang yang benar-benar kita sayangi dan menyayangi kita justru lebih menyentuh hati. Ego adalah batu yang dapat melunak jika terus menerus dialiri oleh air bernama cinta.  

Akh! tissue mana tissueee...

syam | ditulis setelah menonton K-movie - wedding dress

31/03/2012

Hunger Games


“Winning means fame and fortune.
Losing means certain death.
The Hunger Games have begun…”


Film Hunger Games bercerita tentang satu Negara yang disebut dengan Panem, sebuah Negara masa depan dengan teknologi yang sangat luar biasa dan dihuni oleh manusia dengan dandanan aneh. Tapi, jauh dari pusat kota Negara tersebut terdapat 12 Distrik yang dihuni oleh orang-orang hukuman, yang hidup terintimidasi, kelaparan dan sangat mengenaskan.

Hunger Games adalah sebuah kompetisi tahunan semacam realityshow yang disiarkan langsung oleh TV nasional bangsa Panem, dimana setiap tahunnya memaksa perwakilan dari 12 distrik yang terdapat di dalamnya untuk mengirim masing-masing seorang remaja pria dan perempuan dari umur 12-16 tahun untuk bersaing dalam kompetisi tersebut, mereka harus saling membunuh hingga pada akhirnya hanya tersisa 1 orang sebagai pemenang.

***

Film ini seperti mengajak kita sedikit merenungi tentang arti pengorbanan, kegigihan dan bagaimana bertahan hidup. Adalah Katniss Everdeen yang diperankan oleh Jennifer Lawrence menunjukkan bagaimana dia berkorban untuk menggantikan adiknya Prime, yang semestinya mendapat giliran untuk mewakili distrik 12, disaat itu pula Katniss dengan karakternya yang begitu tegas dan berani berjanji pada adik dan Ibunya untuk menjadi pemenang. Dan akan segera pulang.

Dari distrik yang sama, Katniss ditemani oleh Peeta Mellark yang diperankan oleh Josh Hutcherson yang ternyata menyimpan perasaan cinta sejak lama pada Ketniss. Dan seperti realitity show pada umumnya, unsur “drama percintaan remaja” selalu menarik perhatian banyak orang. Dan dengan mengangkat sedikit kisah percintaan anatara ketniss dan Petaa, mereka mampu mendapatkan rasa simpatik dari penontonnya. Bakan membuat sang penyelenggara acara merubah aturan permainan, tidak lagi 1 pemenang. Tapi 2 pemenang dari tribute/perwakilan distrik yang sama.

Setiap adegan yang ditayangkan semenjak detik pertama kompetisi dimulai membuat saya tegang, ikut khawatir saat Katniss terlihat khawatir, ikut takut ketika Katniss memperlihatkan ketakutannya, dan ikut merasa bersedih ketika katniss tak kuasa menahan beban menjadi “pion” dari permainan bangsa Panem. Sementara dia tidak ada pilihan lain, selain ikut bertarung dan mempertahankan hidup… demi janjinya pada Prime, adiknya.

Bisa dibilang film ini hadir diluar ekspektasi saya, benar-benar memukau… kerenlah yah, recommended! Dan dari om Google saya tahu bahwa Film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama, Hunger Games karya Suzanne Collin. Dimana penjualannya melebihi dari serial twilight. Kereeeen! Anyway, ada satu nih quote keren yang sempat dilontarkan Katniss saat sesi wawancara sebelum kompetisi dimulai, saya mau copy dan simpan baik-baik di-otak dan semangat saya…

“I am not pretty. I am not beautiful. I am as radiant as the sun” -- Katniss Everdeen

P.S. Thanks to Neni for sweet popcorn, choco blend, and take me home...

06/03/2012

"The Vow"

Senin kemarin saya mengajak neni via YM untuk menemani saya menonton film Negri 5 Menara, dan dengan sigap dia merespon ajakan saya. Oke! After office hour katanya… sekalian deh dia mengajak Iffah yang ternyata juga sedang ada di Makassar. Setelah beres-beres pekerjaan, jam 5.30 saya meluncur menuju Rumah Makan MasDaeng. Nontonnya sih jam 7, jadi kita makan siang dulu disore hari, berhubung saya memang belum makan siang. 15 menit saya menunggu akhirnya Neni, Mala, dan Iffa datang juga. Wew… kok kompak yah kita semua pakai baju hitam.


Jam tujuh lebih saya, Neni, Mala, Iffah dan #uhhuk om Lelaki Bugis suda ada di Mall Panakkukang menuju Studio XXI, dan nihil! Tidak ada film Negri 5 menara. Kami pun bergegas menuju studio 21, dan menemukan situasi studio yang seperti Pasar, sesak dan panass! Wew… kebanyakan isinya remaja tanggung, penganut paham NOMAT (Nonton Hemat). Pas kami cek ke mbak-mbak counternya, hiks… sheet untuk jam tujuh full! Yang ada sisa yang jam Sembilan lebih, haddeh! Pupus sudah harapan saya menonton film ini. Alhasil, kami pun kembali menuju studio XXI untuk mengantri film lain… The Vow.

***

"Life's all about moments of impact, and how they change our lives forever. But what if one day you could no longer remember any of them?" | Leo
Paige (Rachel McAdams) dan Leo (Channing Tatum) , adalah sepasang kekasih yang akhirnya memutuskan untuk menikah muda. Pernikahan mereka sangat sederhana, hanya dihadiri oleh sahabat terdekat mereka. Dalam pernikahan itu, Paige dan Leo mengucapkan janji pernikahan yang so sweet…

Janji pernikahan Paige kepada Leo yang telah dia tuliskan dibalik selebaran Brosur… 
“I vow to help you love life, to always hold you with tenderness, to have the patience that love demands, to speak when words are needed, and to share the silence when they are not, to agree to disagree about red velvet cake, to live within the warmth of your heart, and always call it home” | Paige’s wedding vow
Dan ini janji pernikahan Leo kepada Paige yang dia ucapkan spontan, tapi tulus dari dalam hati…
“ I vow to fiercely love you in all your forms, now and forever. I promise to never forget that this is a once in a lifetime love. I vow to love you. And no matter what challenges might carry us apart, we will always find a way back to each other” | Leo’s Wedding Vow

Dan cerita berawal saat Paige mengalami kecelakaan yang membuat dia kehilangan sebagian ingatannya. Pagie tak bisa mengingat memori 5 tahun belakangan, dia lupa siapa Leo dan dirinya sendiri. Yang dia ingat hanyalah orang tuanya, kehidupannya sebelum lima tahun lalu dan Jeremy: tunangannya yang telah dia tinggalkan. Dan Paige berubah menjadi sosok asing bagi Leo.

Kenyataan itu menyakitkan Leo, tapi karena cintanya kepada Paige dia berjuang keras untuk mengembalikan ingatan Paige. Dia tidak melepaskan Paige begitu saja kembali ke orang tuanya yang sebenarnya tidak merestui hubungan mereka. Kemanapun Pagie pergi selalu dibuntuti oleh Leo, tujuannya satu: dia ingin membuat istrinya jatuh cinta lagi kepadanya. Sweet!

Konflik yang disajikan dalam film ini tidak begitu klimaks, tapi mampu membuat penontonnya mengharu biru. Apalagi ketika akhirnya Leo yang sudah merasa lelah dengan sikap Pagie yang tak kunjung berubah, Paige seperti orang yang takut menerima kenyataan jika ternyata hidupnya dengan Leo adalah satu bagian kehidupan yang memang dia ingin lupakan. Dia nyaman ada bersama keluarganya, dengan teman-temannya tanpa memperdulikan keberadaan Leo. *tissue mana tissue*
“How do you look at the woman you love, and tell yourself that it's time to walk away?" | Leo 
Dan akhirnya Leo menandatangani surat cerai yang telah lebih dahulu ditandatangani oleh Paige, atas inisiatif Ayahnya. Leo benar-benar keluar dari kehidupan Paige, dan mereka melalui hari-hari mereka masing-masing. Leo sibuk dengan bisnis recordingnya, dan Paige kembali aktif kuliah di jurusan Hukum. Hingga pada akhirnya Paige bertemu dengan Diana, sahabatnya. Dan lewat Dianalah Paige mengetahui kenyataan yang merubah hidupnya selama ini. Bagian ini biar jadi misteri sampai kalian menontonnya juga *senyumlicik*

Pada akhirnya Paige kembali pada kehidupan yang dia lupakan, sedikit demi sedikit. Seperti dejavu: Dia kembali mencari jatidirinya, memutuskan untuk berhenti kuliah hukum dan masuk ke institute seni, dia kembali membuat sketsa dan patung seni, dia kembali tinggal sendiri di kota, dan satu hal yang pasti dia kembali bertemu dengan Leo di satu sudut jalan dimana mereka pertama kali bertemu, dulu. Aw… aw… aw…

Well, Cerita ini diangkat dari kisah nyata. Pagie dan Leo akhirnya menikah kembali dan memiliki dua orang anak, sementara ingatan Pagie tidak pernah kembali. Cinta memang hebat yah, dan tak terduga-duga. Pagie jatuh cinta dua kali kepada lelaki yang sama, lelaki hebat bin langka! Ahhhhh… 

 P.S. My Lucky Monday! Makan sama nontonnya gratis… Alhamdulillah *senyum*

05/02/2012

Karnos Film: Satu Jam Saja

Kalau ada lagu yang tidak pernah Absen dari track lagu karokean saya adalah lagu Satu Jam Saja versi Lala Karmela, lagu ini sebenarnya pernah di populerkan oleh Audy yang diaransemen ulang sehingga terdengar lebih “kini”. Saya suka lagu ini. Titik.

Saya tidak akan membahas tentang lagu ini, tapi tentang film yang memakai lagu ini sebagai OST bersama satu lagu lagi milik band Club 80’s, Dari Hati. Judul filmnya sama seperti lagunya, Satu Jam Saja. Produksi Karnos film dan diperankan oleh Revalina Estemat, Andhika Pratama, Vino G Bastian dan beberapa pemain kawakan lainnya, termasuk Om Rano Karno sendiri. Film ini disutradarai oleh pemain baru dalam industry perfilman Indonesia, Ario Rubbik. Produsernya sendiri dilakoni oleh Ibu Santy Karno, isteri Om Rano Karno.


Film ini sebenarnya sudah tayang Oktober 2010 kemarin, tapi saya baru sempat nontonnya sekarang-sekarang ini. Saya bukan tak punya selera nonton film karya negeri sendiri, hanya saja karena banyak film local yang genrenya sejenis (sama semuanya) makanya saya agak pilih-pilih film. Yah tergantung siapa yang main, kalau saya pastilah akan menonton semua film yang ada Vinno G Bastiannya, ada Nicholas Saputranya, ada Lukman Sardinya dan satu lagi Reza Rahardian. Mereka berempat itu cowok dengan tatapan misterius, emosional, pelukannya maut, pokoknya bikin gak…gak…gak kuat! lostfokus

Kalau dari alur cerita, film ini menceritakan tentang 3 anak manusia yang saling bersahabat yang kemudian menemui masalah besar karena Hans (Andika) menghamili sahabatnya sendiri Gadis (Revalina), tapi si Hans ini tak begitu saja menerima kenyataan. Dia mengasingkan diri sementara perut Gadis semakin membesar, dan Dika (Vino) pun mengambil inisiatif untuk menikahi Gadis. Dika sangat merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Gadis dan juga karena sebenarnya si Dika ini sudah lama menyembunyikan Cintanya pada Gadis. Akhirnya Gadis dan Dika menikah, hidup serumah tapi Gadis tak begitu perduli sama suaminya Dika. Sementara Dika, tetap bertahan untuk menjaga dan menemani Gadis. Dia bekerja keras untuk menghidupi Gadis. Tapi cinta hanya butuh perhatian dan waktu, hingga pada akhirnya dia datang dan merasuki sang pecinta. Walau hanya butuh satu jam saja, sebelum pada akhirnya si Gadis meninggal setelah persalinan, dalam pelukan Dika. So sweeeeet^^

Dan filmnya selesai… hehehe, yah ceritanya memang sangat standar. Aktingnya lambat dan sangat mendayu-dayu. Anti klimaks. Dan pemeran diluar mereka bertiga sepertinya hanya numpang lewat saja, tidak ada scene yang memperlihatkan peran penting mereka dalam film ini. sekedar di–ada-adakan saja. Tapi ini demi cinta saya ke Vino G Bastian, akhh! Saya selalu suka melihat tatapan mata dia setiap kali memerankan satu karakter tertentu. Biar kata dia artis lebay, nakal atau apalah… saya tetap suka totalitas dia. Aku padamu Vino.


Kalau pesan dari film ini, hmmm… saya lebih menangkapnya ke permasalahan Cinta. Yah itu lagi deh, jiwa film drama memang ada dalam persoalan Cinta yang complicated. Dalam sebuah hubungan yang tidak didasari oleh rasa cinta, hanya dibutuhkan waktu dan perhatian hingga pada akhirnya dia datang. Karena ketika kita memberikan cinta kita dengan tulus, akan selalu ada jalan untuk dia berbalas. Bahkan ketika kita mencintai dalam diam. Akh! Sepertinya rumit… udah ah!

P.S. Ini bukan resensi, hanya sekedar ngomongin film saja. Bingung juga saya bacanya. Heheehe. Selamat menanti hari Senin.

posted from Bloggeroid

29/11/2010

The Boys In The Stripped Pyjamas

Film ini berlatar pada peristiwa holocaust, peristiwa pembaintaian melalui pembakaran besar-besaran di jerman pada tahun 1938 dibawah kekuasaan Adolf Hitler dan pasukannya. Tentang peristiwa ini masih simpang siur, apakah fakta ataukah hanya rekayasa bangsa yahudi untuk mencari simpati publik. Yang jelas pada film ini perhatian saya banyak pada hubungan persahabatan antara Smhuel dan Bruno, persahabatan terlarang kata Bruno. Akh, maniss…

Adalah Bruno anak dari komandan tentara yang sedang berkuasa pada saat itu. Bruno adalah anak yang suka berpetualang dan sangat kritis menurut saya, di Berlin dia punya banyak teman bermain dan ber-imajinasi tapi karena harus ikut sang ayah berpindah tugas dia pun “terdampar” di tempat sepi tanpa seorangpun yang berkeliaran diluar rumah. Hanya dia dan Gretel;kakaknya, anak-anak yang ada dirumah itu. Selebihnya adalah tentara-tentara kaku, anjing penjaga dan orang2 yang berperilaku aneh.

Wilayah bermain SAH untuk Bruno adalah sekitar pekarangan depan rumah dan dalam rumah, hanya ayunan pada ranting pohonlah yang sedikit menghiburnya, hasil ciptaannya sendiri ditengah kejenuhan yang perlahan-lahan mematikan imajinasinya. Tak ada teman sekolah, yang ada hanya guru privat yang seminggu dua kali berkunjung. Itupun hanya memberikan pelajaran sejarah yang sifatnya mendoktrin, alhasil dalam beberapa minggu kakak Bruno menjadi semakin nasionalis dan fanatik.

Dan akhirnya kesepian Bruno memuncak, larangan memang kadangkala membuat seorang anak menjadi semakin penasaran. Pintu terlarang yang setiap hari ditatapi oleh Bruno dari atas ayunannya akhirnya dilaluinya juga, entah dari mana dia mendapat keberanian untuk melewati batas SAH yang ditentukan oleh ayah dan ibunya. Dan dia berlarian tersenyum senang layaknya pemenang, dia terus berlari dalam hutan belantara seperti burung yang tak perduli arah dan tak takut tersesat. Hanya berlari menikmati kebebasan!

Akhir dari pelariannya, Bruno menemukan sebuah kamp yang dihuni oleh ribuan bangsa Yahudi. Yang tak lain adalah tawanan ayahnya sendiri, di kamp itulah Bruno menemukan seorang teman yah teman sebaya yang sama-sama berumur delapan tahun. Tapi, anak itu terlihat aneh dimata Bruno karena setiap hari menggunakan Piama bernomor, bukan hanya Smhuel tapi orang2 yang ada dibalik pagar kawat beraliran listrik itu. Dia mengira piama dan angka pada pakaian itu adalah bagian dari sebuah permainan. Setiap hari Bruno datang mengunujngi smhuel, membawa makanan dan mainan, mereka terus saja berbincang bercerita tentang keluarga masing-masing, seorang smhuel akhirnya membuat dia betah di daerah terpencil itu. Semakin hari mereka semakin akrab, dilain kondisi Bruno-pun kian mendapat doktrinasi untuk membenci kaum yahudi. “tak ada yang baik diantara mereka, dan jika ada yang kau temukan berhati baik berarti kau adalah seorang petualang sejati” kata gurunya.

Beberapa hari Bruno tak tampak mengunungi Smhuel, sepertinya dia mulai mengalami dilematis antara persahabatan dan keyakinan yang terus saja di tanamkan dikepalanya. Hingga pada suatu hari, Bruno menemukan Smhuel sedang membersihkan gelas di rumahnya. Bruno-pun menyampaikan kepada Smhuel bahwasanya mereka tidak seharusnya berteman. Dan smhuel hanya mengangguk, tanpa ada sedikitpun rasa kecewa dimatanya. Bruno menawarkan kue pada smhuel seperti biasanya, dan smhuel menerimanya dengan senang hati. Dia memakannya dengan sangat lahap dan kelaparan, akh.. meliat Smhuel makan selalu mencabik-cabik perasaan saya. Walau saya jelas tahu, itu hanya akting!

Dan tiba-tiba salah seorang tentara mendapati mereka berbincang, tentara itu semakin murka melihat Smhuel memakan kue yang akan disajikan untuk tamu-tamu agung. Dengan Keras sang tentara bertanya pada Smhuel, tentang apa yang terjadi. “saya tidak mencuri, saya mendapatkan kue ini dari Bruno. Kita berteman” kata Smhuel dengan nada yang terbata-bata. Kemudian tentara itu menanyakan kembali pada Bruno, apa seperti itu kejadiannya? Dan Bruno dengan ketakutan menjawab “saya tak memberinya kue, saya masuk saat dia tengah mengunyah “saya tidak pernah mengenalnya sebelum ini dalam hidup saya”.

Bruno naik ke kamarnya dan menangis, air matanya seolah mempertegas penyesalannya. Dia kecewa pada dirinya, tak lama dia kembali menemui Smhuel. Tapi Smhuel sudah tak disana, ada Maria-pembantunya yang melanjutkan pekerjaan Smhuel. Bruno semakin menyesal, dan takut terjadi sesuatu pada sahabantnya itu dia pun menyusul Smhuel ke kamp, tapi hasilnya nihil. Berhari-hari Bruno ke camp tempat mereka menghabiskan waktu bersama, tapi Smhuel tak kunjung ada.

Hingga pada suatu hari Bruno menemukan Smhuel ditempatnya seperti biasa, dia tertunduk. Begitu menyadari kehadiran Bruno, perlahan Smhuel mengangkat wajahnya, dan matanya memar. Akh, sakit melihat seorang anak kecil yang terlihat teraniaya seperti itu. Saat itulah Bruno berjanji pada dirinya dan pada Smhuel untuk tidak mengecewakan sahabatnya lagi, dan janji inilah yang membuat ending film ini terasa menyakitkan tapi disisi lain sangatlah tulus. Yah, hanya kepolosan yang benar2 dapat menunjukkan kesejatian.
Mau lihat endingnya seperti apa? Silahkan di nonton filimnya… kalau mengkur dari selera saya, film ini dapat rating 4 bintang. Sangat mendidik, terutama bagi orang tua untuk tidak pernah mengekang anaknya.

15/10/2010

Paa: Kisah Hidup Anak Penderita Pregoria


Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film yang secara random saya temukan di rak Ultra Disc di daerah Cendrawasih, hmmm… judulnya sangat simple Paa, Film Boolywood yang disutradarai oleh Rajkumar Inrani Seperti yang kita ketahui Abhisekh adalah putra dari Amitabachan tapi dalam film ini justru terbalik, justru Abhisekh berperan sebagai ayah dari Mr. Amitabachan yang berperan sebagai tokoh sentral dalam film ini Auro, seorang anak penderita Pregoria.

Alur cerita dibuat tak begitu rumit tapi tetap menarik, adalah sepasang muda mudi Amol Arte (Abhisekh Bachan) dan Vidya (Vidya Balan) yang merantau keluar negeri untuk menuntut ilmu mengejar cita-cita mereka. Kemudian sutradara mempertemukan mereka melalui accident tabrakan di satu ujung jalan, maka berkenalanlah mereka, saling mengagumilah mereka dan bercintalah mereka, prosesnya sangat cepat, karena hanya divisualisasikan dalam satu lagu. Setelah lagu berakhir, Vidya tiba2 hamil dan mempertanyakan komitmen Amol. Cita-cita besar Amol menjadi seorang Politikus yang hebat dan membuat dia membujuk Vidya menggugurkan kandungannya saja, vidya menolak dan pergi. Tidak ada air mata… Vidya hanya menangis saat mengakui kekhilafannya di depan ibundanya. Akhh, dua perempuan ini dibentuk sangat “kuat” oleh sang sutradara. Waktu pun bergulir, Vidya menjadi seorang dokter kandungan, dia melahirkan dan Amol menjadi perdana menteri di India. Hmmm… perfect bukan.

Sayang setelah usia satu tahun Auro memperlihatkan gejala kelainan genetika, dia terjangkit penyakit Pregoria, dimana penyakit ini membuat si penderita akan tampak 4-7kali lebih tua dari usia normalnya. Umumnya anak penderita penyakit ini hanya berusia sampai 13-14 tahun saja, yah paling lama ada yang sampai 20 tahun. Hmmm… oh iyya, penyakit ini bukan penyakit turunan, penyakit ini muncul secara sporadik, dalam artian bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja.

Dan yang mengharukan, Vidya tetap saja mengurus dan membesarkan Auro dengan kasih sayangnya, tak ada sedikitpun penyesalan masa lalu di setiap belaiannya, dia banyak berkorban demi kebaikan Auro, makanannya hambar, dan dia pun melakukan apa saja yang sebenarnya menjadi pantangan untuk Auro “Then why this unnecessary sacrifice all the time for me?” Kata Auro pada ibunya disuatu malam…

Selanjutnya, sutradara akan menciptakan banyak intrik dan kejadian2 yang mengandung quote-quote keren hingga pada akhirnya mempertemukan Auro, Amol dan Vidya saat umur Auro menginjak 14tahun… yah awalnya Vidya bersikeras tak mau membuka hatinya lagi untuk Amol. tapi demi, Auro. Mereka kembali bersatu. “Around-around” adalah permintaan terakhir Auro. Merujuk kepada upacara pernikahan adat India, dimana sang penganting saling bergandengan mengitari api suci sebanyak 7kali. Mereka tak berputar di hadapan api suci, tapi di depan tubuh Auro yang terbujur kaku menanti ajal. Auro meninggal, dan filem selesai pemirsa *hiiikkkkssssss….

Ayooo, di tonton film ini… sangat recommended!!!!! I give 3 starss for the rating^^

12/05/2010

Hachiko: a dog’s story

Hachiko: a dog’s story… huhu, sangat mengharukan film ini. Waktu sy membeli film ini di toko terpajang 2 versi, ada yang versi jepang dan amerika. Tapi karena ini rekomendasi dari Bejjo makanya saya mengambil yang versi Amerika katanya lebih mengharukan. Setelah nonton film ini malah saya baru tahu kalau film ini diangkat dari cerita nyata tentang kesetiaan seekor anjing, yang justru ceritanya di adopsi dari jepang.

Hachiko, seekor anjing turunan Akita yang katanya adalah anjing jenis pertama yang berteman dengan manusia di wilayah Jepang. Hachiko tidak seperti anjing peliharaan pada umumnya yang bisa diajak bermain, mengikuti perintah2 majikannya. intinya anjing jenis akita ini tidak bisa menyenangkan pemiliknya, kecuali untuk alasan tertentu. “saya akan temukan alasannya” kata profesor pada Ken, salah seorang teman jepangnya.

Asal mula kisah ini berawal dari ditemukannya seekor anjing jenis akita di stasiun kereta oleh seorang profesor music, Profesor Parker. Karena kasihan melihat anjing kecil itu sendirian malam2 dan dingin, akhirnya profesor berinisiatif untuk membawanya pulang kerumah untuk sehari dua hari. Tapi Cate, istri profesor tak begitu senang dengan kehadiran Hachi. Profesor parker berusaha menemukan pemilik atau orang yang mau memiliki hachi, tapi tak ada yang mau mengakui dan memeliharanya. Sambil menunggu orang yang datang, profesor semakin dekat dengan Hachi kecil. Dan akhirnya waktu memihak kepada mereka berdua, karena cate setuju untuk memelihara Hachi di rumah mereka.

Sampai Hachi besar, dia belum juga bisa bermain bola. dia hanya bisa menghabiskan waktu menemani Professor menonton TV hingga larut, dan yang paling menakjubkan Hachi selalu mengantarkan Professor ke stasiun kereta saat pagi hari akan kekantor, kemudian dia pulang dan kembali lagi sesaat sebelum pukul lima di sore hari untuk menunggui professor parker pulang dari kantornya. Begitu terus setiap harinya, sehingga menjadi kebiasaan oleh professor, hachi dan orang2 di sekitar stasiun kereta yang selalu saja memperhatikan mereka. “Anjing pintar” menurut mereka. Kebiasaan hachi sudah seperti seorang ibu yang setia mengantarkan anaknya ke sekolah dan menunggu kedatangan anaknya di tempat yang sama, selalu ada pelukan hangat di setiap pertemuan dan perpisahan mereka. So sweeet!

Hingga pada suatu pagi, hachi tiba2 bisa bermain bola dan berusaha menunjukkannya pada professor parker. Sang professor pun terkejut dan sangat senang, saking senangnya dia menunjukkan dan membicarakan kepintaran Hachi itu pada penjaga stasiun kereta, penjual hotdog, dan ibu penjaga toko buku yang selalu saja memperhatikan bahkan mengenal mereka dengan baik. Aih… hachi mengajak professor untuk terus saja bermain, sepertinya dia tidak mengizinkan professor untuk berangkat ketempat kerjanya. Dan saat professor benar2 harus pergi, dia menggonggong sejadi2nya. Hal yang tak biasa dilakukan olah Hachi saat dia mengantar professor di pagi hari.

Lima menit sebelum pukul lima sore, Hachi datang ke tempat yang sama dimana dia selalu menunggu kedatangan professor parker. Pukul lima sore, tak juga professsor muncul dari balik pintu stasiun kereta. Satu persatu orang yang keluar dari stasiun itu ditatapnya, tetap saja professor belum tampak. Hingga malam tiba, sebuah mobil berhenti di depan stasiun bermaksud menjemput Hachi, tapi bukan professor yang datang tapi Michel menantu professor.

Akhirnya Professor parker menemukan alasan untuk Hachiko bisa diajak bermain lempar bola, itu karena firasat. Sepertinya perubahan Hachiko saat pagi hari yang terus saja mengajak Parker bermain lempar bola dan menggonggong saat parker menuju pintu stasiun seolah2 tak membiarkannya pergi meninggalkannya, karena dia tahu bahwa saat itu adalah kali terakhir pertemuan mereka. Aiihhh… saya terharu pemirsa dibagian ini, parker meninggal saat dia sedang mengajar dalam kelasnya. Dia tak akan pernah pulang saat hari menunjukkan pukul Lima sore, dan tak akan pernah lagi menginjakkan kaki di stasiun kereta tempat dia ditemukan oleh Hachiko.

Suatu hari Keluarga Parker memutuskan untuk pindah rumah, Cate akan keluar kota dan Hachiko di pelihara oleh Andy, anak professor. Dari awal memang andy menyenangi Hachi, walau mereka tak begitu dekat Andy tetap sayang pada hachi. Saat menemukan kesempatan, Hachi kabur dari rumah Andy, dia terus saja berlari menjauhi rumah andy menuju rel kereta. Dia menyusuri sepanjang rel kereta api, mengikuti kemana rel membentang mengikuti kata hatinya. Saat malam mulai larut, dia singgah di kolong kereta tua beristirahat menutup mata untuk tidur. Pagi hari saat dia membuka mata dia melanjutkan perjalanannya, dan akhirnya lima menit sebelum pukul lima sore Hachi tiba di stasiun tempat dia biasa menjemput Professor. Dia menunggu tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari pintu stasiun, menunggu kedatangan profesor parker. Lama dia tak memeluknya, mungkin rindu?!

Andy menyayangi hachi, tapi dia tidak memaksakannya. Andy mengambil keputusan untuk melepaskannya dan mengikuti saja kemauan Hachi. Andy sudah berusaha berbicara kepada hachi bahwa Tuannya, Professor Parker tak akan pernah datang lagi. Mungkin Hachi tak mengerti bahasa manusia, yang dia tahu dia harus menunggu seperti biasa untuk menjemput majikannya pulang dari kantor. Untuk memeluknya kemudian berjalan2 pulang kerumah dan bermain dimalam hari bersama2 majikannya. oleh karena itu dia terus saja menunggu, di tempat yang sama di titik yang sama dengan arah pandangan yang sama dan di Jam yang sama, lima menit sebelum pukul lima sore di stasiun kereta.

Semenjak dilepasan oleh Andy, hachi tinggal menggelandang dibawah kereta tua yang pertama kali dia temukan saat kabur dari rumah Andy. Harinya dia habiskan di depan stasiun kereta, dia diberi makan oleh penjual Hotdog, sesekali tuan/nyonya pemilik restoran dekat stasiun, cerita tentang dia pun tersebar ke seantero kota dan akhirnya terangkat ke media. Banyak orang yang simpatik kepada Hachi, mengirimkan Hachi makanan dan uang untuk biaya pemeliharaan dia melalui pegawai stasiun kereta dimana dia selalu menunggu sang professor.

Setelah kematian Professor parker, Hari demi hari, tahun demi tahun… Hachiko menghabiskan waktunya hanya untuk menunggu kedatangan sang Professor setelah dia mengantarkannya di suatu pagi sepuluh tahun yang lalu, pagi dimana untuk pertama kalinya dia bisa menunjukkan keahliannya bermain bola lempar kepada majikannya itu. Dan akhirnya suatu malam, Hachiko kembali ketempat kesukaannya itu bukan untuk menunggu tapi untuk melepaskan umurnya di tempat yang sama, dititik yang sama dan perasaan yang sama, RINDU PADA PROFESOR PARKER. Seolah2 dia ingin menunjukkan bahwa dia adalah teman yang setia, dan selalu setia sampai seumur hidupnya.

Dan ceritanya habissss pemirsa… ayo, yang tersentuh silahkan menangis, saya juga dibuat sedikit menjatuhkan air mata saat nonton film ini. Huhuhu-_-, apaya… kalau dari alur cerita, dari dialog2 pengambilan gambar dan apapun yang ada dalam film ini rasanya biasa saja malah bisa saya bilang FLAT bin DATAR. Cuman yaitu dia, rasanya ada roh saja yang bisa membuat saya merasakan apa yang dirasakan oleh Hachiko, si hachinya juga pintar akting. Mukanya tu anjing menunjukkan kalau dia benar2 merasakan kerinduan yang kalau kata D’masive “Setengah mati kepadamuuuu…!”.

Ada dua hal yang saya bisa tarik dari cerita yang katanya nyata terjadi di stasiun Ueno Jepang ini… Pertama, nilai kesetiaannya. Bahwa kesetiaan itu bukan sekedar kata untuk dijanjikan, tapi lebih dari itu. Kesetiaan adalah pembuktian, tanpa diumbar mungkin akan jauh bernilai. Kesetiaan hanya bisa ditunjukkan oleh kesabaran, dan sabar itu tak pernah ada batasnya.

Kedua, nilai kebebasan dalam hal ini kepercayaan. Saya salut pada beberapa tokoh dalam film ini, seperti Cate yang awalnya tak begitu suka dengan kehadiran Hachi tapi akhirnya mengijinkannya ketika dia melihat betapa bahagianya Parker ketika bermain bersama Hachi di belakang rumahnya. Atau saat parker akhirnya mengijinkan Hachi untuk mengantarnya setiap pagi dan pulang kerumah sendiri, dia tidak takut akan kehilangan hachi. Dan yang paling menyentuh saat Andy memutuskan untuk melepaskan hachiko yang terus saja melihat ke arah pintu pagar rumahnya. Andy sayang pada hachiko, dan lagi hachi adalah peninggalan ayahnya. Tapi hati hachi tertinggal di stasiun dekat rumahnya dulu, dan akhirnya andy melepaskan hachi untuk tetap menunggu di stasiun tempat ayahnya menemukan hachiko dulu. Hu hu hu… so sweeet daaah! Ayo.. ayoo… di tonton film ini, saya juga masih penasaran dengan versi jepangnya. Hahaha.

02/01/2010

The Great Queen Seon Deok


Nama kerajaan itu, Shila terletak si salah satu pojok Korea berabad2 lalu. Namanya kerajaan, otomatis wilayah itu dipimpin oleh seorang Raja dan keturunan-keturunannya. Adalah Deogman seorang tuan puteri, keturunan langsung dari sang raja ikut andil dalam mengambil kebijakan2 dalam kerajaaan tersebut.

Kemarin, entah episod yang keberapa serial ini aku kembali dibuat tercengang oleh ide2 kreatip industri perfilm-an orang2 korea, benar2 kita dibuat ikut berfikir celah2 dari problema yang ada dalam kerajaan itu.

Kondisinya memang sedang sulit karena tanah wilayah kerajaan itu mengalami paceklik, gagal panen sehingga banyak petani yang tak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Sementara dipasaran pun persedian beras tiba2 berkurang, bahkan salah satu sign menunjukkan seorang rakyat jelata yang tega membunuh seorang penjual beras yang tak ingin menjual berasnya ke rakyat tersebut padahal rakyat itu sudah memohon2 dengan alasan bahwa anaknya sedang dalam kondisi kelaparan. Saat dia diadili oleh prajurit kerajaan, dengan mengiba dia meminta untuk dihabisi saja sebagai hukuman atas perbuatannya toh kalau tidak mati ditangan prajurit dia pun akan mati karena kelaparan pun begitu dengan anak2nya. Kerusuhan itu akhirnya terdengar ditelinga tuan putri Deogman, alhasil beliau berinisiatif turun kepasar menyelediki penyebab situasi pasar yang tak stabil itu.

Dan ternyata, setelah tuan puteri dan pengawal2nya menyamar sebagai rakyat jelata ditemukan bahwa berkurangnya stok beras dipasaran itu bukan karena persediaan beras yang berkurang, tapi karena para bangsawan2 yang ada dikeraajaan itu berlomba2 menimbun beras, dan mereka sanggup membayar berkali2 lipat untuk membeli beras yang ada di pasaran.

Dengan kenyataan yang ada, tuan puteri berfikir keras apa alasan para bangsawan2 itu menimbun beras, apakah murni untuk meraup keuntungan dengan menjualnya lebih mahal kemudian hari? Tapi dari keterangan orang2 kerajaan, pada akhirnya para bangsawanpun akan berlomba2 untuk memberikan sedekahnya secara cuma-cuma. Lantas timbal balik apa yang di peroleh kaum bangsawan?

Dan berkonsultasilah tuan puteri pada Michel –-rivalnya-- (pejabat stempel istana) orang paling pintar di film ini hanya saja posisinya sebagai pemeran antagonis jadi tidak terlihat cerdas, tapi LICIK. Dan dari beliau puteri tidak mendapatkan jawaban langsung selain pertanyaan2 yang memberikan puteri pengarahan, untuk dia simpulkan lebih lanjut. Untung tuan putrinya tak kalah cerdas.

Ternyata, tujuan lain dari penimbunan beras itu tidak semata untuk memperoleh laba berupa kepingan besi yang berlimpah rua. Untuk kasus penimbunan ini, saat kondisi kerajaan dilanda paceklik otomatis tidak semua tanah rakyat menghasilkan beras, kondisi ini memungkinkan untuk adanya pemilik tanah dan penyewa tanah. Ketika kaum bangsawan dalam hal ini mereka yang memiliki penghasilan tinggi menimbun beras dengan menawarkan harga yang lebih tinggi pada pemilik beras maka dengan sendirinya stok beras yang ada dipasaran berkurang, walaupun ada akan dijual berkali2 lipat dari biasanya. Dengan demikian rakyat pemilik tanah tandus akan rela menggadaikan tanahnya kepada bangsawan untuk ditukarkan dengan beras, untuk yang tak memiliki tanah rela menjadi budak, jadi bisa dibilang kondisi ini menguntungkan bangsawan untuk memperoleh tanah dan budak secara Cuma2, mereka yang selama ini menggarap tanah mereka sendiri akhirnya akan menyewa tanah itu juga untuk mereka garap karena kepemilikan sudah berpindah. Dan setelah kaum bangsawan mendapatkan apa yang mereka inginkan merekapun berlomba2 untuk membagikan beras itu (sedekah) pada rakyat secara Cuma2 untuk memperoleh simpati rakyat.

Seruuu kannn??? Hahahha… pastinya, kita akan diajak untuk berfikir. Tadinya aku juga berfikir tindakan penimbunan ini murni untuk memperoleh keuntungan penjualan yang lebih besar, tapi lebih dahsyat rupanya.

Melihat ketidak-adailan ini sang puteri murka, tapi tak bisa berbuat apa2 toh tak ada aturan yang melarang untuk seseorang membelanjakan uangnya sendiri. Pun ini adalah kejadian yang terus berulang setiap tahunnya, sudah berakar istilahnya. Dan menurut pengawal puteri, jika ingin membuat undang2 barupun akan mendapat penolakan keras dari para bangsawan2 penimbun yang notabenenya adalah pejabat2 istana.

Puteri yang di besarkan didaerah pusat perdagangan antarnegara(soal ini panjang ceritanya) makanya mudah saja untuk dia menyelesaikan problema ini, tapi sebelumnya dia meminta ijin dari raja untuk memperoleh kebijakan penuh.

Apa yang dilakukan puteri? Dia membuka lumbung istana, menyuplai persediaan beras kepasaran. Yang terjadi stok beras semakin banyak, awalnya kaum bangsawan belum sadar sepenuhnya mereka tetap saja membeli beras dengan harga yang tinggi tapi melihat stok di pasaran tetap saja melimpah rua mereka pun tersadar lumbung istana dibuka dan persediaan istana itu diperdagangkan oleh tuan puteri dengan harga yang wajar.

Melihat harga beras dipasaran mulai stabil, kaum bangsawan mulai panik takut kalau mereka akan mendapat kerugian yang melimpah. Soalnya beras yang mereka timbun itu mereka peroleh dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga normalnya. Mereka pun berinisiatif menjual beras2 mereka kembali tapi penjual beras hanya bisa membeli dengan separuh harga karena stok terlalu banyak, alih2 dapat tanah dan budak gratisan yang ada dapat rugi berlipat2.

Tapi tidak semulus itu juga sih, okelah harga di pasaran stabil tapi putri mendapat perlawanan halus dari pejabat2 dengan dalih puteri telah memperjual belikan barang persediaan istana meraup keuntungan dari rakyat, dan tuduhan lain yang biasalah LICIK… hahahha

Nanti deh aku ceritain lagi kalau ada yang keren2 dari serial ini. Masalahnya mungkin akan panjang, tapi yang penting untuk digaris bawahi dari postingan ini adalah NEGARA itu seharusnya punya solusi yang terbaik yang tidak merugikan rakyat miskin jika saja bijak mengambil jalan keluar yang membahagiakan semua tidak untuk kepentingan orang perorang saja karena akan selalu saja ada orang yang serakah. Sama saja seperti indonesia kan?!

16/06/2009

Kambing Jantan The Movie: Solusi cerdas mengatasi INSOMNIA.


Gak ada kerjaan nih, Lagi malas Online/internetan juga jadinya memilih untuk nonton DVD saja… hahahaha. Ambil jaket, jilbab dan meluncurlah aku ke rental DVD/CD terdekat. Banyak film baru yang berjejer, dan pandangan pertamaku tertuju pada DVD Kambingjantan The Movie, tanpa banyak mikir aku ambil DVD itu kebetulan aku juga belum nonton. Hmmm… nonton ah!!!

Well, DIKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA film kamu kok DATAR sich??? Beda banget dengan apa yang aku bayangkan!!! Ngantuk tau nontonnya. Mana audionya pelan banget, dialognya juga banyakan saling tatap2an. Hmhmhm…ya udah, aku usulin kamu gak usah jadi pemain film jadi penulis aja cuyy. Buat mas Rudi Sudjarwo dan kru, sorry yah… bukannya aku mau nyela atau apa, aku salut kok dengan tim kalian ini hanya SOAL RASA from an ordinary people with an extraordinary exspectation. Wajarkan Dik (sok akrab mode: ON) kalo aku NGAREPlebih, kan bercermin dari buku kamu yang maha keren itu. Lagi pula RASA GAK BISA BOHONG. Hoaaaaaaaaammmmm…

Betewe, aku suka lagunya Dika yang juga jadi soundtrack di film ini:

SELAMANYA
Ketika hati ini tetapkan pilihan,
adakah kuasa diri tuk coba abaikan?
Selalu kukatakan, engkaulah yang terjaga.
Dalam setiap langkah kau tuntun mimpiku.

Meski waktu datang dan berlalu,
kau takkan lekang dan terganti.

Selamanya…

***buat TAN: Apasih kamu? Bagi aku gak ada kata ketinggalan dalam hal KESENANGAN, nonton film kan hanya hiburan. Soal aku sudah kelewat masa sudah gak happening lagi, hmm… I don’t care abaout that cuyy!!! Masa iyya hiburan aku diatur sama yang punya bioskop??? Gak penting dot com.

Powered by Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.