Showing posts with label Sulawesi Tenggara. Show all posts
Showing posts with label Sulawesi Tenggara. Show all posts

24/02/2013

Kendari, day #3

Kamis, 21 Februari 2013

Pukul tujuh saya sudah packing. Memastikan barang bawaan tidak ada yang tertinggal. Saya dapat tiket pulang pukul 10:45, jadi pas pukul 8:30 saya sudah harus ada dilobby karena hotel ini menyediakan fasilitas untuk mengantarkan ke Bandara.

View pagi dari kamar 205 

Sedikit cerita tentang hotel ini, Zahra Syariah. Terdengar seperti bank dengan embel-embel syariahnya yah. Belum lagi seragam karyawannya yang juga seperti pegawai bank. Hotel ini didominasi warna hijau, dan yang lebih membuat terkesan adalah baru kali ini saya dapati hotel yang didalamnya menyediakan alat sholat lengkap plus Alqur'an. Hmm... Sayang saya tidak sempat capture beberapa spot, paling cuman ruang makannya karena sempat lama menunggu mobil yang akan mengantar ke bandara.


Pukul 8:30 lebih sedikit, travel bag saya dibawa menuju parkiran. Sebelum naik di mobil saya telpon si Kiki yang masih leyeh-leyeh di kamar, saya balik duluan yoo. Dianya masih extend 1 hari, jadi saya pulang sendirian. Diatas mobil kami ada 4 orang, satu sopir dua orang lagi bapak bapak yang dari logatnya sih jelas kalau orang Jakarta. Sepanjang jalan mereka berdua sibuk bicara soal bola. Sementara saya sibuk liatin jalanan, supriseee!! Kendari hujan. Padahal dua hari kemarin begitu terik, sampe-sampe muka saya alergi saking panasnya. Saya anggap alam Kendari ingin memanjakan saya, yah sebelum saya pulang :)

Perjalanan kebandara ditempuh 40 menitan. Jalannya lowong makanya cepat. Sampai dibandara langsung check-in dan menunggu di gate yang sudah disediakan. Seperti kata saya kemarin, bandara Halueoleo itu masih terbilang kecil. Sarana dan prasarana belum begitu memadai. Belum ada wifi, entah kalau dalam lounge. Tempat makannya pun cuman ada 2. Terus kalau mau ke toilet musti naik turun. Kalau dari segi kebersihan, hmm... karena saya selalu bercermin dari kondisi toiletnya penilaian saya, buruk. 


Pukul 10:45, kami sudah naik pesawat. Lumayan lama menunggu di gate. Kalau kata orang hotel memang harus menunggu 2 jam sebelum berangkat makanya diantar cepat-cepat. Ikut sajalah, ini first time terbang dari Kendari. Kalau di Makassar kan bisa diatur, 30 menit sebelum terbang saja keburu.

Alhamdulillah. Penerbangan dari kendari menuju Makassar itu berjalan mulus. Tenang banget dipesawatnya. Tapi saat-saat mau mendarat, beuh.. turbulensi lagi. Saking hebatnya guncangannya yah saya sampe migrain. Mual pulak. Mungkin karena pesawat kecil makanya tidak begitu nyaman. Begitu mendarat, wow... Makassar basah. Habis hujan besar rupanya, angin kencang pula katanya, ow pantas saja cuaca diatas tadi tidak begitu bersahabat.

Sampai di Makassar sudah jam dua belas lebih. Tadi pak Boss telepon nanya saya jam berapa masuk kantor, saya bilang "habis istirahat pak, saya mau pulang kerumah dulu, ganti kostum trus merapat ke kantor" 

Tiba di Kantor pukul dua kurang;
Lanjut kerja, kembali kerutinitas;
Lah emang kemarin gak kerja? Yah, kerja sih tapi ada tapinya. Hehe :)

Kendari, day #2

Rabu, 20 Februari 2013

Semalam saya begadang dan baru benar-benar tertidur pada pukul tiga pagi. Jadinya saya terlambat bangun. Tapi tidak terlambat untuk melakukan aktivitas hari ini. Walau tak tercatat, segala hal yang akan saya lakukan sudah runut dikepala. Tinggal di eksekusi saja.

Pukul sepuluh pagi, saya sudah rapi siap-siap jalan. Tujuan, HK Kendari. Masih mengurus soalan yang sama dengan kemarin. Kemudian makan siang diluar bersama team kendari, kembali kekantor dan pukul tiga lebih sudah beres. Sementara beres. Dalam perjalanan pulang saya memastikan ke mbak Linda untuk pesan tiket pulang ke Makassar besoknya, karena rencana ke Kolaka saya batalkan mendadak.

Dari awal sebenarnya saya merencanakan akan pulang hari sabtu, karena dari Kendari saya ingin sekalian ke cabang Kolaka yang letaknya di Kab. Kolaka, waktu tempuhnya sekitar 4 jam dari Kendari via darat. Tapi karena ada kerjaan yang mendadak memanggil-manggil dari Makassar sehingga saya tidak bisa meninggalkan tempat selama itu.

Pukul tiga saya sudah kembali ke hotel, mandi dan menikmati me time dalam kamar. Kiki katanya mau kewarnet dulu. Sebenarnya hari ini pun Diah (blogger Kdi) berencana mau mengajak ke Pantai terdekat dari hotel, mengejar sunset, tapi karena kerjaannya masih banyak jadi dia tidak bisa pulang lebih awal. Yah, tidak apa kata saya mah karena saya pun sedang menikmati waktu luang dikamar sendirian. Rada capek, mungkin karena semalam kurang tidur. Toh saya juga tidak bawa kamera, dan yang paling penting dalam waktu dekat saya akan datang lagi. Hihi... i'll be back to explore Kendari! Sekarang total buat kerjaan :)

Malam harinya, selepas magrib saya ditemani Kiki bertemu (reunian) bersama Almunzi di Lippo. Dia teman kuliah saya yang sudah setahun ini tinggal di Kendari, tuntutan karir. Kita ditraktir di Moco, cafe yang konsepnya ala J'co. Sedikit memaksa, mengancam dan mengintimidasi: percuma merantau kalau tidak kaya raya. Haha, Alhamdulillah... setelah saya mengeluarkan kata pamungkas itu saya boleh memilih menu sesuka saya. Bahkan bonus ajakan Karokean pula. Hihi... mantep ma men!

Pukul sembilan malam, Kiki meninggalkan kami, katanya mau kerumah keluarganya. Ya sudah, saya lanjut ngobrol bareng munzi. Walau beda kantor tetap nyambung ngomongin soal kerjaan, kita ini sama-sama back office maindealer mobil. Bedanya saya jualan Toyota, dia jualan Nissan. Urusan dalam kurang lebih samalah. Satu statement lucu yang sempat keluar dari mulutnya: disini mobil toyota dijual kayak kacang nah. Laris manis. Beda sama Nissan. Haha... ya saya juga awal-awal heran, orang kaya banyak euy. Lama-lama ya biasa saja.

Pukul sembilan lewat sedikit saya minta pulang. Soalnya besoknya penerbangan pagi balik ke Makassar. Selalu senang bertemu orang dari kota sendiri jika sedang berada ditanah rantau. Apalagi teman lama yang sudah lama tidak ketemu, parahnya lagi jika teman itu sudah berbahasa logat daerah setempat dengan sangat fasihnya. Beuh, asli Kendari toto'! Ampun saya, haha... soal ajakan karokean dipending dulu, mungkin lebih seru kalau bareng anak-anak di kampung sendiri. Nanti saja pas pulang ke Makassar. Asal gratisan, anak-anak rela kok meluangkan waktu dan bakatnya. Ditunggu selalu. Haha :)

Belum jam sepuluh saya sudah kembali ke hotel, bersih-bersih. Nyalain TV. Putar musik dan tidur. Kayaknya saya langsung tertidur. Entah si Kiki pulang jam berapa.

Kendari, day #1

Selasa, 19 februari 2013

Pukul delapan pagi kurang, saya sudah sampai di Kendari. Bersama Kiki. Dalam rangka perjalanan dinas yang sempat tertunda Januari lalu. Kali ini cuaca sangat bersahabat sehingga penerbangan kami lancar-lancar saja.




Kami mendarat di bandara Halueoleo. Bandara ini masih terbilang kecil, rute penerbangan setiap hari kurang lebih 10 kali menggunakan armada Lionair/wingsair, Merpati dan Garuda. Bolak-balik. Pukul delapan belum ada aktifitas berarti. Baik dalam terminal maupun diluar, area penjemputan. Hanya tampak beberapa orang yang menggunakan seragam TNI Au dan Dishub. Mungkin mereka lembur. Di stand taxi/kendaraan umum pun belum ada petugasnya, kata salah seorang bapak yang bertugas disitu biasanya bandara ini terlihat betul-betul hidup saat pukul sembilan lebih. Ini masih terlewat pagi, bisa jadi mungkin pesawat yang saya tumpangi ini adalah penerbangan tambahan.

Sekitar 20 menit menunggu taksi akhirnya datang juga. Ade taxi, salah satu brand taxi tertua di Kendari. Katanya hanya ada dua, yang satu Agung taxi. Beruntung kami dapat sopir taxi yang "sombere", dengan logat jawa yang masih kental dia terus bercerita tanpa diminta. Dan semua yang keluar dari mulutnya sangat informatif. Serasa diantar oleh guide. Saya lupa tanya namanya siapa, hanya sempat meminta nomor telepon armada mereka biar memudahkan kalau mau kemana-mana selama ada di Kendari.

Sama bapaknya kita diantar untuk cari hotel yang ada disekitar Ahmad Yani, searah dan dekat dengan kantor cabang HK. Tapi ternyata hotel2 di Kendari penuh karena banyak tamu dari luar. Tamu pemda katanya, berhubung akan ada pelantikan pasca pilkada di Kendari. Akhirnya kita dapat hotel didaerah Malik raya, hotel Zahra Syariah. Itupun hanya bisa reservasi dulu dan baru bisa check-in pas jam 12nya. Ya, okelah. Setelah urusan hotel selesai saya langsung bergegas ke kantor HK Kendari, ngurus kerjaan yang akan diurusin. Bertemu orang-orang yang selama ini hanya saling kenal lewat suara. Lebih nyata euy. Dan Alhamdulillahnya lagi Adh barunya sangat welcome jadi lebih mempermudah urusan.

Urusan kantor seleasai sekitar pukul tiga lebih. Dari sana kami ke kantor Trac Kendari. Ngobrol2 sm SM dan marketingnya, soalnya big complain yang paling sering kami terima ya dari mereka ini. Disini kita jadi lebih tau, mereka maunya gimana dan kita harusnya perbaikin yang dimana. Tukar pikiran, biar sama-sama enak. Dan gak perlu selalu melibatkan orang-orang diatas.

Dari Trac, sekitar pukul enam lebih kami diantarkan ke Hotel. Dalam perjalanan kehotel inilah saya sms Diah, blogger Kendari untuk ketemuan. Sudah pernah ketemu sih waktu di Makassar setahun yang lalu. Saya minta disamperin ke Hotel saja, dan dia mengiyakan.

Lepas Magrib Diah datang juga. Sendirian. Kita sempat ngobrol-ngobrol dikamar, seputaran kerjaan dan yah tentang blog dong. Hehe. Tidak lama sih. Pukul delapan kita sudah jalan, dibawa oleh Ippang: salah satu marketing HK Kendari untuk makan malam. Seafood ala Kendari. Gratis. Alhamdulillah.

Pukul sepuluh acara makan malam yang penuh asap dan lelucon Ippang selesai. Kita langsung saja diantarkan pulang ke Hotel. Asli ya, sepanjang perjalanan saya tetheran-heran. Kok ini dimana mana gelap? Lah kata dua Ippang & Diah memang lampu jalannya belum berfungsi maksimal. Alias belum ditanam. Hehe. Kendari itu adalah kota yang baru akan berkembang. Masih banyak lahan kosong dan aktivitas pembangunan sepanjang perjalanan. Masih banyak sarana dan prasarana yang mau dibenahi. Yah tunggu saja, beberapa tahun kedepan kota ini akan lebih hidup dari apa yang saya saksikan saat ini.

20/01/2013

Wisata udara di Kota Kendari


Well, semestinya malam ini saya sudah leyeh-leyeh beristrahat disalah satu hotel di kota Kendari untuk kemudian esok harinya saya bisa lanjut untuk menuntaskan urusan di kantor Hadji Kalla cabang Kendari, tapi karena satu hal makanya keberangkatan saya itu dicancel. Padahal sudah ada di Kendari loh.

Pada perjalanan dinas kali ini, saya ditemani oleh Kiki. Dia marketing yang menangani customer fleet yang sedikit banyak pada setiap bulannya adalah orderan kendaraan untuk wilayah operasional Kendari. Tujuan ke Kendari kali ini pun adalah untuk menyelesaikan apa-apa yang belum selesai terkait penjualan tersebut, sekalian mau menyusun ulang flow pengurusan surat-surat kendaraan yang belakangan kembali bermasalah. Penting, tapi tidak mendesak. Sekalian untuk silaturahim juga, sama mereka-mereka yang selama ini hanya hadir dalam bentuk suara tanpa rupa.

Kemarin siang saya sudah memesan tiket di travel kantor, untuk penerbangan minggu siang tanggal 20 Januari 2013. Dapatnya pukul 13:10, yah okelah tidak terlalu sore juga. Apalagi jarak tempuh Makassar - Kendari hanya sekitar 45 menit, yah paling lama adalah 1 jam. Waktu mbak Linda tanya, pulangnya kapan? Saya bilang nanti sajalah saya telepon lagi, kalau urusannya cepat selesai saya mau pulang senin sore saja, tapi kalau gak yah selasa pagi. Jadi saya hanya booking tiket pergi. Padahal biasanya booking langsung pulang - pergi.

Hari ini, dari subuh hujan deras tak berhenti mengguyur kota Makassar. Sebenarnya ini buat saya sedikit malas beranjak dari tempat tidur, baru pada pukul sembilan pagi saya mulai prepare, ngepack sederhana untuk perjalanan singkat. Pukul sebelas saya keluar rumah, singgah di beberapa tempat dulu kemudian ke kantor, dari kantor saya menuju ke bandara Sultan Hasanuddin. Pukul dua belas lebih saya check-in, dan menunggu Kiki di Gate 4. Sebenarnya kita janjian mau sama-sama kebandara, tapi Kiki agak lama dan masih mau singgah kesana kesini dulu. Padahal sudah jam dua belas lewat. Saya tidak begitu suka kalau urusan pergi-pergi jauh begini bawaannya buru2, lari-larian, takut terlambat, dsb. Jadi saya memutuskan menunggu dia saja di Bandara setelah check-in. Lebih plong!

Tidak lama setelah Kiki datang, pukul satu lebih akhirnya ada panggilan untuk naik ke Pesawat. Karena pesawatnya agak jauh makanya kita diantar naik shuttle bus bandara, turun dari bus saya senyum: hmm... baru kali ini saya naik pesawat kecil yang bahkan untuk masuk ke badan pesawatnya kita hanya butuh menaiki kurang lebih 7 anak tangga. Ya, ini baru pertama kalinya saya naik pesawat Wings Air, milik Lion Air juga.

Waktu Check-in tadi seklian untuk dua kursi, saya memang tidak begitu memperhatikan. Barulah saat dipesawat meraba-raba kursi saya baru sadar bahwa kursi saya itu terletak jauh dari kursi Kiki. Saya di 01F dan Kiki di 10A. Menyebalkan!

Waktu melihat posisi dimana saya harus duduk, saya tertegun. Pintu darurat. Err... saya baru tau kalau pesawat kecil itu ya pintu daruratnya di depan. Belum lagi pramugarinya sempat memberi pesan khusus pada kami yang duduk dibarisan deepan, bahwa pintu darurat ini adalah tanggung jawab anda. Dengan tatapan yang, sumpah ya hororrrr!

Kurang sepuluh menit pukul setengah dua. Pesawat take-off, menembus langit Makassar yang masih basah. Agak gelap, ditutupi awan yang menghitam. Suara mesin berdesing. Baru sekitar sepulu menit pesawat sudah terbang tenang diatas awan-awan yang menggumpal. Saat itu langit biru, awan putih dan terangkai halus. Matahari sempat menyapa saya melalui jendela yang saya biarkan tetap terbuka. Subhanallah, indahnya luasnya kuasa Allah...

Dan cuaca buruk kembali mengganggu penerbangan saya kali ini. Berkali-kali ada peringatan dari pramugari untuk tetap duduk dan memasang seatbelt, guncangan pesawat lebih terasa dari yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya. Tapi kali ini saya sudah bisa lebih tenang. Walau semakin lama bunyi-bunyi pesawat juga mulai aneh. Beberapa kali terdengar dan terasa seperti roda tengah diturunkan.

Tak berapa lama pramugari pun mengumumkan bahwa tak lama lagi pesawat yang kami tumpangi akan landing di Bandara Haluoleo Kendari, kota Kendari dari tempat saya terlihat begitu kecil, semakin lama semakin besar dan tiba-tiba menghilang ditutup awan putih tebal, guncangan semakin keras. Tak seberapa lama, pesawat terasa banting setir berbelok ke posisi semula, kemudian terbang lebih tinggi lagi. Kejadian ini berlangsung sebanyak dua kali. Saya merasa ada dititik yang sama sebanyak dua kali... ya, cukup melihat kebawah akan ketahuan kok.

Akhirnya Kapten penerbangan kami angkat bicara, bahwasanya cuaca buruk menyebabkan pesawat yang kami tumpangi ini tidak bisa mendarat di Bandara Haluoleo. Oleh karena itu pesawat akan tetap berada diudara selama 10 menit, dan akan mencoba lagi untuk menembus dan melakukan pendaratan. Dan ternyata gagal. Pesawat masih terus melakukan manuver dilangit, perasaan saya? Hmm... Alhamdulillah agak tenang, tidak begitu panik. Soalnya ingat komentar mas Rawins di postingan sebelumnya, yang seperti ini mungkin pertama buat saya tapi bukan hal pertama didunia penerbangan. All is well :)

Tiga kali mencoba menembus Bandara kota Kendari, akhirnya sang kapten memutuskan untuk kembali ke Kota Makassar. Untuk pengisian bahan bakar. Wow, buset... bahan bakar menipis. Worst casenya, pendaratan darurat nih. Mana muka pramugari depan saya juga tegang banget ditambah co-pilot yang nampak beberapa kali mondar mandir. Untung Koko yang duduk disamping saya tenang, jadi ya kebagian tenangnya juga. Akhirnya perjalanan dari langit kendari menuju Bandara Makassar saya nikmati dengan tertidur. Rasa akan pulang itu selalu membuat hati lebih tenang...

Saat pramugari mengumumkan pendaratan, saya sudah terbangun. Hmm, Makassar cerah ceria. Padahal sudah seminggu saat sore hari selalu hujan. Alhamdulillah, pesawat yang saya tumpangi bisa mendarat mulus dan kembali pada posisi semula. Baru saja pesawat parkir, tiba-tiba bunyi2 telepon berdering sahut menyahut. Rata2 kata yang keluar dari mulut mereka sama: mencoba menjelaskan kejadian yang ajaib ini pada seseorang yang mungkin sudah lama menunggu di Kendari sana. Saya sendiri tetap mematikan telepon, masih diatas pesawat soalnya. Tidak lama Kiki muncul dihadapan saya dengan muka yang bengkok kesana kemari, panik bercampur mual katanya.

"Kita cancel saja kak"
"Dari tadi mamaku menelepon, khawatir. Mamaku menangis-nangis, suruh kita pulang saja. Perasaannya tidak enak"

Melihat Kiki seperti itu saya ikut saja. Dia partner saya dalam perjalanan ini. Dan lagi, yang berpesan itu Mamanya. Saya sendiri belum mengabari orang rumah tentang hal ini. Toh kalau ternyata memang saya cancel, mau kasih kejutan saja lewat ucapan salam masuk rumah. Tadi juga saat baru masuk bandara, Bapak saya yang lagi diluar kota menelpon dan menekankan baik-baik pada saya "hati-hati nak"

Sebelum menyampaikan maksud ke pramugari, kami telepon Bapak Boss dikantor. Menceritakan kondisi, Kendari sedang cuaca buruk, entah berapa lama pesawat akan parkir di Bandara Hassanuddin katanya mereka menunggu informasi dari bandara kendari dulu. Sementara jawaban dari Boss juga dicancel aja, besok pagi saja berangkatnya. Sudah keburu sore, biasanya semakin sore semakin buruk cuacanya.

Okey. Cancel...

Tak lama shuttle bus bandara datang menjemput kami (hanya kami berdua), membawa kami menuju terminal kedatangan Bandara Sultan hasanuddin. Hahaha... setelah melalui kejadian ajaib, setelah menemani kiki mengeluarkan semua isi perutnya ditoilet wanita, kami pulang.

Akhirnya terjawab, kenapa saya yang biasanya memesan tiket pulang pergi jika ingin mengunjungi satu kota. Tapi kali ini saya hanya memesan satu? Itu karena disatu tiket itu sudah include penerbangan pulang dan pergi, yah walau Kendati hanya bisa dinikmati dari ketinggian. Anggap saja Wisata udara di kota Kendari. Lumayankan 3 jam terluntang lantang diudara. Hahaha... #kidding, dari pada dibawa setresss =p

Sampai dirumah, saya menceritakan ke Mama saya dan Adik saya. Reaksinya? Semoga ada tidaknya saya dipesawat tadi, pesawat itu tetap bisa mengantarkan penumpangnya selamat sampai tujuan. Amin.

Powered by Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.