Showing posts with label College Life. Show all posts
Showing posts with label College Life. Show all posts

14/04/2014

Saya lupa tanggal berapa pastinya, yang saya ingat bahwa ditahun ini; pertemanan, persahabatan dan persaudaraan kita genap berusia satu dekade, sepuluh tahun..


Photo: 
Angkatan tanpa nama, Akuntansi Unhas 2004,
Sepuluh tahun yang lalu, dalam perjalanan menuju Desa Malino..

30/11/2010

Malino; The Last November weekend, here we come!




Week end terakhir di bulan November saya habiskan di Malino, bersama teman2 semasa kuliah saya. Disana kami berkumpul dalam rangka Pengkaderan awal organisasi mahasiswa jurusan saya yang lebih dikenal dengan nama Ikatan Mahasiswa Akuntansi (IMA).

Acara seperti ini dilaksanakan setiap tahunnya, dan ini adalah kali ke-7 saya menghadiri acara serupa; 1 kali sebagai peserta, 1 kali sebagai panitia; 1 kali sebagai stering commite, 1 kali sebagai presidium, selebihnya saya datang layaknya senior; hanya memperhatikan, member masukan/saran2, sesekali merasa tak puas dengan cara kerja adik-adik “mau mereka tak jelas”. Hahaha, pikiran picik mungkin… tapi begitulah lingkungan Organisasi, adakalanya kita merasa “mereka/junior” tak bekerja sebaik “kita/senior” atau adakalanya kita merasa “mereka/senior” tidak menghargai kerja keras “kita/junior”, kita ini sudah melakukan yang terbaik. Akan beda perasaan ketika kita menjadi pelaku dan menjadi penonton. Saya sudah merasakan keduanya, kadang berfikir seperti itu dan sekarang saya hanya bisa tersenyum jika terjadi gesekan2 kecil antara senior dan junior dalam acara2 seperti ini. Sudah biasa, ujung2nya kita adalah satu… sama2 anak Akuntansi yang peduli dengan organisasi yang banyak memberikan pelajaran hidup semasa kuliah, yang membesarkan kita sampai seperti sekarang ini. Tidak semua senior sama, sama halnya tidak semua junior sama.


Akhir kata, selamat yah buat teman2 Akuntansi Unhas 2010 tetap semangat dan berjuang, jalan kalian masih panjang. Jaga konsistensi, dan jika kalian masih dijalur ungu akan selalu ada moment untuk kita bertemu lagi. Ketahuilah, saat ini kalian ada pada jalur yang benar!!!

10/05/2010

Rapat Kerja IMA tahun 2010-2011

Malam minggu yang indah, begitu saya menyebutnya. Malam yang katanya panjang itu saya habiskan bersama sahabat2, organisasi dan teman2 kebanggaan saya dimasa kuliah dulu. Walau begitu saya memilih untuk banyak diam, hanya menikmati alur, perbincangan dan perdebatan2 yang ada, sesekali saya tertawa dan mengerutkan dahi… aih, suasana seperti ini yang selalu saya rindukan disela2 kesibukan saya di dunia kerja, suasana kemahasiswaan; perbincangan alot menjemput pagi ditemani kopi hitam dan pisang goreng.

Malam minggu kali ini, saya (kami) mengikuti rapat kerja organisasi interen yang dulu saat mahasiswa aktif saya (kami) geluti, dan sedikit banyak mempengaruhi pola pikir dan komunikasi saya saat ini. Saya selalu bangga dengan satu2nya organisasi yang banyak melibatkan hati saya ini, belum ada hal special yang pernah saya berikan, walau begitu saya selalu berharap pengabdian saya selama ini cukup untuk membayar apa yang telah saya dapatkan; pelajaran hidup, sahabat2, kakak2, adik2 dan pengalaman. Sangat egois memang, tapi realistis. Itulah saya…!

Rapat kerja menandakan pergantian generasi, yang ada dihadapan saya adalah adik2 yang mencoba meyakinkan kami para seniornya bahwa mereka siap mengemban tugas untuk tetap mencetak kader2 berkualitas di bawah bendera Ungu, IKATAN MAHASISWA AKUNTANSI. Banyak kepala, banyak persepsi, banyak asumsi, dan banyak tendensi itulah sebabnya perbincangan kian malam kian alot, tidak jelas kemana arahnya. Tapi wajarlah, proses pembelajaran untuk mereka yang masih baru pun begitu dengan kami yang sudah tua ini *sok mu chaam* mereka harus tahu kesulitan meyakinkan kami dalam semalam ini tak seberapa rumitnya di banding membawa setahun kepengurusan kedepannya, mereka boleh kecewa tapi tak menjadikannya alasan untuk berputus asa. Dan untuk kami, mungkin perlu belajar bagaimana menjadi sosok dewasa yang mencoba merasakan untuk kemudian mengerti bukan mengendalikan. Atas nama KOMITMEN.

Saya pernah ada di posisi mereka, di pojok dan merasa terpojok. Semua pertanyaan dari keluarga/forum dijawab dengan sedefensif mungkin, hahaha… masa lalu. Strategi bertahan, dan itulah yang juga menjadi tradisi turun temurun di moment2 seperti ini. Dulu saya mungkin jauh lebih picik, merasa apa yang saya paparkan tak ada gunanya, semua penjelasan saya mental dan kian membuat saya merasa tak dipercaya untuk mengemban tugas yang rencananya baru akan saya jalani setahun kedepan. Saya tipe pekerja, bukan pembicara. Dan untuk kondisi tertentu dialektika itu bullshit di kepala saya. Itulah alasan kenapa saya memilih banyak diam dan banyak mengamati saat berada dalam forum2, bicara seperlunya saja. Dan malam ini, dalam diam saya memandang wajah adik2 saya lekat2, satu persatu. Meraka adalah wajah IMA setahun kedepan dan miris hati saya, tak ada yang bisa saya kenali… inilah bukti ketidakpedulian saya. Wajarkah saya menuntut lebih?!

Dan beberapa jam sebelum moment indah itu, saya berada jauh dari pusat kota Makassar bersama sahabat2 saya. Keberadaan kami disana untuk turut berbahagia atas perubahan status salah satu sahabat kami MUH. HIDAYAT, from single to married – from man to husband. Kembali ALLAH membuka misteri jodoh hambanya. *berdoa dalam hati* AMIN ya ALLAH

Seharian hidup dijalanan, mengembalikan cita2 dan cinta saya yang sempat terlupakan. Hmmm, Malam minggu yang indah, begitu saya menyebutnya.

happy sandey all!

29/11/2008

PERJALANAN

Seminggu yang lalu saya dan rombongan (anak2 akun04&Fans) menghabiskan akhir pekan di MALINO. Kami kesana tujuannya untuk ikut memeriahkan Acara BINA AKRAB IMA-FE UH yang tak lain adalah moment untuk menyambut keluarga baru, Maba2008.

Btw, saya tak akan berkomentar tentang bagaimana acara berlangsung, saya tak ingin membatasi karya & kreatifitas mereka dengan sesuatu yang ideal menurut saya. Hahahah… Tua Banget Lo ChaM!!! Sejarah membuktikan apa yang saya dan teman2 lakukan dulu tak juga bisa di klaim lebih baik. Yang paling penting, wajah2 yang dulu pernah saya liat, wajah2 yang dulu pernah berjuang bersama saya (“GR” MODE : ON), wajah2 yang saya rindukan dan wajah2 yang dulu sempat kecewa pada saya bisa kembali saya lihat, dalam senyum, tawa, gamussu dan calla.

Walaupun cuman satu hari, ketawa2nya, marah2nya, ngomel2nya, bau segarnya, pemandangan hijaunya, hujan2nya dan dinginnya yang menusuk membuat perjalanan ini menjadi lebih “nendang”. Saya puas!!!

Satu hal lagi, dalam perjalanan ini… saya kembali memanjakan EGO. Tapi tak apalah, setidaknya saya diingatkan untuk terus belajar mengerti orang lain tanpa menuntut orang tersebut mengerti diri saya. Bahkan dalam kondisi sesulit apapun.

Memang susah jadi orang bijak… Apalagi kalau hanya pura2…

28/11/2008

" Amin "


Teruntuk teman2 "Corps2004" yang Sarjana bulan Desember 2008…

Selamat kawan,
Cita-citamu mulai tergenggam,
Separuh tujuanmu telah kau raih,
Tinggal bagaimana kau jalani hidup dike-esokan hari...

“KeeP ContacT Bro/Sist”


16/10/2008

Unik - Cerita Seminar KKN

Alhamdulillah

Seminar KKN tadi pagi berjalan mulus
Berakhir dengan Indah dan sedikit unik

Kenapa Indah?
Karena saya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan hati "A". Didunia ini memang tak ada yang sia-sia.
Trus, kenapa Unik?
Karena ujian saya lain dari yang lain. Bisa dibilang saya tidak di-Uji. Bahkan teman satu kelompok Ujian bilang "wah… kau itu bukan diuji tapi diintrogasi". Mybe yes… Coz tadi itu Bapak penguji memang hanya mengklarifikasi perihal Dosen yang seharusnya membimbing saya.

Kronologisnya begini:

Sebenarnya dosen pembimbing KKN saya itu Pak CM (cuman inisial), tapi berhubung beliau sedang ada proyek di luar kota dan kami (saya dan Ammar) sangat butuh sosok pembimbing untuk segera mengerjakan dan menyelesaikan laporan KKN-P, makanya atas inisiatif beliau melalui Ammar via Phone beliau minta digantikan saja. Tapi, kenyataannya tak semudah itu. "Katanya" semua sudah disusun dengan rapi, makanya dosen pembimbingnya tidak diganti, hanya fungsinya saja yg dialihkan ke pada Pak AU karena beliau adalah Koordinator Pelaksanaan KKN-Profesi di fakultas Ekonomi. Jadi yang mereview, mengkoreksi dan menandatangani laporan KKN-P saya ini adalah Pak AU. Dan belakangan, Pak AU ini adalah dosen yang ditunjuk sebagai Dosen penguji seminar KKN-P saya, bersama 3 teman yang lain (Ammar, Ilham dan Ari).

Jadi, pas masuk diruang Ujian saya tidak sendiri seperti teman2 yang lain, tapi berdua sama Ammar "anak2 bimbingannya Pak CM". Dalam ruangan Pak AU bilang "simpan saja laporanmu, ndak mungkin saya ujiko karena saya sudah baca laporanmu. Sa taumi isinya. Sudahmi juga saya koreksi kekurangannya. Kalian perbaikiji toh?", kami (saya & Ammar) serentak menjawab "iya pak, sudahmi" kemudian Pak AU bilang lagi "nah… Apapi lagi? Kumpulmi saja laporanmu", kami dengan bingung menjawab "iya pak… Makasih Pak" dan kami pun meninggalkannya dengan wajah yang masih bingung. Belum stabil sepenuhnya.

Awalnya sih bingung kemudian berubah menjadi kecemasan yg beralasan. Bisakah saya dapat "A" tanpa di uji? Tapi saya tidak siap dapat "B". Apa ini jawaban dari mata yang tiba2 bengkak sebelah, jerawat yang tiba2 muncul dibawah bibir, kancing baju yang tiba2 copot, pete2 yang tiba2 langka tadi pagi? Jadilah saya harap2 cemas…

Tapi ternyata TUHAN berkata lain, sesuatu yang sempurna dalam dunia yang tidak sempurna saya dapatkan. Nilai KKN-P, A.

18/09/2008

13 Hari menuju Lebaran.

Kemarin, 13 Hari menuju Lebaran.

Kemarin itu, saya dan teman2 seangkatan di Akuntansi UH (Ak 2004) mengadakan acara buka puasa bersama. Cukup banyak yang datang, sesuai targetlah maklum acaranya juga dibuat sangat sederhana.

Kebanyakan dari mereka adalah teman2 pengurus IMA, angkatan 2007, 2006 dan 2005. secara kapasitas (maap… mungkin kata ini kurang pas) memang angkatan mereka yang sekarang sedang lagi asyik2nya menikmati apa yang ada didunia perkuliahan, baik itu dalam berorganisasi maupun dalam perkuliahan. Menyambung silaturahim atau dalam bahasa komersilnya mencari LINK, belajar berada dalam kerumunan tau sekedar hoby nongkrong bareng.

Sedikit dari mereka adalah senior yang notabenenya memang sudah tak lagi aktif dikampus (Alumni), mereka telah sibuk dengan rutinitasnya masing2, mulai mengumpulkan recehan untuk hidup dan menghidupi (mungkin…) tapi mereka tetap menyempatkan diri untuk hadir. Thenkyuw Bro… Thenkyuw Sist…

Yang berbeda kali ini (sampel di 3 tempat) adalah tak ada lagi wajah2 baru, tak ada lagi sekelompok orang yang makan dengan sedikit raut wajah segan, banyak bingung dan canggung. Tak ada maba, katanya mereka masih rentan cuaca jadi masih harus dihangatkan dibawah ketek orang2 birokrat. Dengar2 katanya mereka malah masuk INKUBATOR, jadinya kita punya ruang, tempat dan iklim yang berbeda. Dahsyatnya……….

Oh iyya, ada juga bapak dosen Hamid habbe… yang memberikan pencerahan, didetik2 menjelang berbuka.

Sementara, kami… anak 2004 sebagai penyelenggara tak semuanya hadir. Hanya beberapa… selalu dan selalu… mungkin memang sebegitu kuantitas kami. Entah apa yang terjadi waktu kami Maba sampai akhirnya sangat sulit untuk semuanya berkumpul dalam satu moment. Akh… tak usah dipikirkan. Ada yang bilang If U Can’t Have the One U Love, Love the One U Have… (hihihikkkk… maapmami kalo maksa).

Malam itu, semuanya hadir dan melebur dengan membawa karakter masing-masing dan dengan segala kepentingan yang tak penting untuk saya atau siapapun tahu, yang paling penting adalah mereka telah hadir dan menganggap kalau kami (2004) memang masih ada dalam ikatan keluarga, dan masih layak untuk dijadikan keluarga. Just My Opinion….

Moment selalu membuat saya sedikit melupakan adanya kejadian eror dimasa lampau…

12/07/2008

Berbagi Kasih bersama KICKANDY

Tadinya keluar dari kantor izinnya mau mengantarkan surat ke pembimbing KKN, tapi karena suatu dan lain hal, saya tidak bisa temui beliau hari ini. Walaupun tidak ketemu si Bapak, saya rasa bukan suatu ke sia-siaan keluar dari kantor pada jam kerja (dan mempertaruhkan nilai A) karena akhirnya saya bisa mendapat tiket gratis untuk menonton offairnya KICKANDY yang untungnya di selenggarakan di kampus juga. Ini namanya sekali mendayung 2, 3 pulau disebrangi.

Acara ini di hadiri ribuan penonton dari berbagai kalangan. Mulai dari orang tua sampai orang dewasa, anak SMP sampai orang kantoran, dosen dll, dari penonton setianya kickandy samapai mereka yang sama sekali tidak pernah nonton, semuanya di satukan dibawah atap gedung Baruga A.P UNHAS. Pokoknya rame… Antriannya saja, bbbbeeeeehhhhhh… Indonesian Idol? L-E-W-A-T!!!

Seperti yang telah di informasikan sebelumnya, narasumber yang akan di hadirkan dalam acara Offair di Makassar adalah Dwi Krismawan, Suster Apung dan pria melankolis dari belitong Andrea Hirata. Mereka di satukan dengan tema “berbagi kasih”. Sebelumnya, kisah inspiratif ketiga narasumber ini pernah ditayangkan di acara KICKANDY, dimana ditengah keterpurukan fisik dan mental Mas Dwi Krismawan bisa bangkit karena kekuatan cinta dari sang istri. Kisah Suster Apung yang dengan segala keterbatasan yang dimilikinya sebagai seorang manusia dan seorang tenaga kesehatan, mampu mendedikasikan dirinya untuk mereka2 yang jauh di pelosok2 pedalaman laut flores, dan satu lagi kisah fenomenal seorang penulis buku yang lewat karya pertamanya mampu mendapatkan posisi penting di hati setiap pembacanya, yah.. Mas Andrea Hirata lewat tetralogi Laskar Pelanginya, walaupun pada awalnya buku yang dia buat merupakan persembahan untuk guru yang sangat di cintainya.

Ketiga narasumber ini memiliki episode2 hidup yang layak untuk dibagikan dan akan sangat berarti bagi semua orang yang memang masih punya rasa “care” pada kehidupan. Itu menurut saya.

Waktu kisah ketiga narasumber ini di tayangkan di METRO TV, tak sedikit kita melihat air mata baik itu dari narasumber sendiri, penonton di studio, ANDY, dan mungkin juga penonton dirumah. Tapi, pengalaman hidup yang mereka bagi hari ini justru di bungkus dengan candaan, ditambah lagi celetukan2 khas dari ANDY membuat Baruga tak pernah berhenti tertawa dan bertepuk tangan. Sungguh sangat meriah……….. salut sama ANDY, di acara ini makin keliatan kecerdasannya.

Acara berlangsung dari pukul 14:00-17:00 WITA (diluar waktu mengantri). Dan sepenilaianku acaranya Kueererererennnn. Tapi ada beberapa kekurangannya, pertama: acara ini tidak ada closingnya, dengan kata lain selesai begitu saja. Tanpa ada ucapan ANDY yang mengindikasikan acara ini berakhir. Kedua: karena saya tidak dapat doorprice.

16/06/2008

Hanya persoalan KKN

2 minggu ini saya dilanda ribet yang kalo ditelusuri lebih jauh, ternyata gak akan ribet2 sekali kalau saya pintar menata emosi. Hanya persoalan KKN.

Pengumuman akan dibuka KKN-P di fakultasku itu sudah dari sebulan yang lalu, karena KKN adalah hal yang sangat baru untuk saya, makanya saya kepanikan cari tempat. Saya mulai masuk kekantor2 yang memang betul2 saya taksir dari dulu, semisal INDOSAT, TELKOMSEL dan TELKOM. Ternyata kedua tempat itu cukup ketat dalam hal penerimaan mahasiswa KKN, harus buat surat terlebih dahulu sebelum mendapat kepastian ada atau tidak tempat yang bisa kita isi. Sementara, dari fakultas sendiri belum juga mengeluarkan surat pengantar KKN dengan berbagai sebab musabab. Parah!!!

Kenapa saya bilang parah?, karena dari yang saya dengar (dan memang terbukti) KKN-P di semester pendek seperti sekarang ini bisa dibilang susah, karena musti berbagi lahan sama anak2 yang dari universitas swasta dan yang lebih banyak lagi dari SMK. kalau pepatah menyimpulkan “siapa cepat dia dapat”. Yang lebih parah lagi, anak2 jurusan sebelah (ilmu ekonomi dan manajemen) mereka sudah dapat tempat bahkan konfirmasipun sudah ada.

Akhirnya, setelah 3 minggu dalam ketidak pastian surat pengantar keluar juga. Aturannya hanya akan dapat satu surat pengantar saja, untuk satu perusahaan. Dan setelah ditimbang2 saya memasukkan di TELKOM, dan kembalilah saya ada dalam kondisi menunggu dalam ketidak pastian. Surat masuk tanggal 9Juni dan balasan keluar tanggal 13Juni. Dan setelah balasannya keluar, ternyata saya sadar kalo saya salah menyimpulkan. Bukan lagi “siapa cepat dia dapat”, tapi “siapa kuat dia dapat”. Kuat disini dalam artian, punya LINK kedalam. Saya sempat panic, tapi paniknya hilang berganti sedikit rasa kecewa begitu tahu ada teman yang dapat tempat disana, padahal surat saya masuk jauh2 hari sebelum dia.

Setelah penolakan itu saya banyak berfikir dan menarik pelajaran, yang biasanya saya panic jika ada dalam kondisi terdesak seperti ini sekarang justru santai, padahal pengurusan KKN tinggal 5hari lagi, dan saya belum dapat tempat belum lagi masih banyak teman2 yang juga kebingungan karena ditolak dimana-mana. Kayaknya, saya musti berdamai dengan dunia dan membiasakan diri dengan sesuatu yang tidak biasa seperti ini, dunia memang kejam. Kejam untuk orang2 kecil seperti saya, yang dengan gampang untuk disingkirkan. Tapi sekejam apapun dunia ini, masih harus saya tempati sampai saatnya tiba, tak ada pilihan lain, saya musti atur damai dengan dunia. Hanya butuh kebiasaan, toh sebentar lagi babak kemahasiswaan akan saya sudahi, ini mungkin pemanasan bagaimana nanti babak selanjutnya. I must Survive, apapun kondisinya!!!

Menunggu hari senin, banyak saya habiskan dengan me-list nama2 perusahaan yang kemungkinan besar punya tempat yang sesuai dengan bidang saya dan tak lupa memohon kemudahan pada LINK saya, sang pemberi kemudahan.

Dan Alhamdulillah, TUHAN TIDAK TIDUR… hari senin16Juni sebelum jam 11siang, setelah saya berkeliling2 di kota MAKASSAR, akhirnya saya dapat dua tempat sekligus, di ASTRA dan HADJI KALLA. Walaupun awalnya ditolak dengan alasan penuh, tapi toh bisa lolos juga. Saya sempat dilemma, tapi saat itu juga saya mengambil keputusan saya masukkan di HADJI KALLA. Katanya, besok sudah bisa masuk….

Thanks GOD...

Terkadang memang hanya kesulitan yang membuat manusia terpacu untuk banyak belajar, khususnya tentang KEHIDUPAN

20/03/2008

Minggu ke-3 dibulan Maret

Rasanya lama sekali saya tak pernah lagi menulis, atau sekedar berkisah tentang apa yang terjadi di hidupku. Rasa2nya memang untuk sekarang ini moodku lagi turun dan malas untuk menumpahkan isi kepala di atas kertas ataupun lewat tuts2 yang ada di keyboard.


Minggu ini sedikit lebih berat dan lebih ribet dari biasanya, mungkin karena dikampus lagi UTS jadinya pikirannya yah bagaimana supaya UTSnya bisa maksimal. Sayapun tak banyak kemana2, bahkan akhir minggu menjelang minggu ini saya tak keluar rumah. Sebetulnya planningnya mau belajar, tapi ternyata godaan untuk berimajinasi (baca: melamun) masih terlalu kuat jadinya, gak sepenuhnya belajar. Alhasil sistem konvensional -SKS- atau sistem kebut semalam kembali lagi saya gunakan untuk menghadapi ujiannya. Wuuuiiiiiiiiiiihhhhhh, gimana mau sukses syaaaaammm???

Tapi, setelah RABU berakhir alhamdulillah… so far so good. I can do best, itu menurut saya karena apapun yang terjadi semuanya kan kembali pada penilaian DOSEN tercintah. Hari rabu, minggu ini sangat berharga dan dinanti2, kenapa begitu? Karena setelah hari rabu saya bakal libur sampai saat senin tiba di minggu depan. Asyik euy!!!

Hari ini sepertinya keadaan lebih baik dari biasanya, setelah ujian dari pagi sampai jam 12teng, saya ketemu teman2 sejawat/seangkatan yang dah jarang nongol dikampus. Setelah makan siang ditemani mereka, kami pulang. Dan diatas mobil kijang putih itu, bercandalah kami… berceritalah kami.. Sampai pada suatu kesimpulan "ntar malam ayo pergi karaoke deh".

Gila… akhirnya kami karaoke sama2 juga. Dengan modal traktirannya yhanie, jadilah kami berada di lt.2 kamar 9 @ NAV selama satu jam. Entah berapa lagu yang kami nyanyikan, karena kami ada 6 orang (Saya, Yani, Nenih, Uni, Rep, Irma) jadi aturan mainnya untuk satu lagu itu duet/berpasang-pasangan, jadinya ada 3 duo; duo Yani-Rep, Syam-Uni, Irma-Neni, untuk satu duo dapat 5-6 lagu. Dan diantara lagu2 itu, ada 3 lagu dangdut… terlena, wulan merindu dan pandangan pertama. Gila abizzzz…!!!!

Aslinyami moment2 yang seperti ini sudah jarang sekali terjadi, dan kemungkinan besar seiring perputaran waktu tak akan ada lagi, karena kami punya hidup masing2. Romantisme yang seperti ini yang untuk saya pribadi dapat menjadi landasan picu rasa memaafkan untuk sebuah kesalahan yang mungkin tanpa sengaja telah dilakukan oleh salah seorang dari kami, karena pada dasarnya antara kami memang belum ada yang dewasa. Dan moment seperti ini jauh lebih berharga dibanding sekedar mempertahankan ego. Intinya, Kita tak boleh menuntut kedewasaan!!! Aihhhhhh….. Jadi teringat masa2 pertama ketemu, masa2 culun sama2, di ospek sama2… ternyata 3tahun itu singkat. Sangat singkat… jadi kangen^_^

“ …Kamu sangat berarti Istimewa dihati Selamanya rasa inI, Jika tua nanti Kita tlah hidup masing-masing Ingatlah hari ini… “

Ah….
Besok dah hari Jum'at…
Waktunya persiapkan "apa-apa" untuk minggu berikutnya. Masih ada 2 Ujian, dan 1kali presentase.
Doakan saya yah!!!

26/01/2008

Jatuh Cinta? Harus itu!!!

2 hari lagi perkuliahan kembali aktif, dan saya akan kembali kuliah dengan status mahasiswi semester 8. Sepertinya, dalam 6 bulan kedepan akan sangat berat karena kali ini, saya kuliah sedikit berbeda dari biasanya. Kalau biasanya saya duduk berdampingan dengan mayoritas teman2 sejawat, teman2 seangkatan mungkin sekarang tidak. Sekarang mereka harus disibukkan dengan KKN dan SKRIPSI, yah kalau ada yang kuliah paling juga hanya satu mata kuliah saja.

Iri juga sih sebetulnya, tapi… mau diapa lagi?, sadar atau tidak it's my choice dan sebagai konsekuensinya saya harus jalani. Yah, hitung2 sebagai self punishmen atas kelalaian yang saya lakukan di semester2 sebelumnya. Kalau kisah saya mau di jadikan sinetron, mungkin judulnya "Santai saja!!!"

Semester ini saya programkan 6 mata kuliah, 1 mata kuliah baru dan yang 5 "pendalaman". Mungkin otak saya memang butuh di refresh, karena jujur saya makin ndak NgeH sama disiplin ilmu yang sedang saya geluti, bagus juga kalo di tanya ini itu saya bisa jawab, dan belakangan saya baru tahu kalau ternyata saya memang tidak begitu tertarik sama AKUNTANSI, sudah lupa karena apa. Yah, ibarat orang pacaran, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak tertarik, padahal saya pribadi tau kunci untuk bisa menguasai apapun di dunia ini adalah ketertarikan, karena dengan ketertarikan bisa jadi pemicu untuk banyak mencari tau. Dan, 7 semester di jalani tanpa ketertarikan, alhasil pencapaian "standar2 saja"

Saya harus jatuh cinta… itu intinya!!!

23/01/2008

Akhirnya

Akhirnya selesaimi hajatan besarnya organisasiku….

Senangnya hatiku… selama kurang lebih 2 bulan persiapan, dengan rutinitas yang betul2 sangat membosankan, akhirnya dalam 3 hari 2 malam semuanya bisa terlaksana dengan baik. Yah walaupun tak sesempurna yang direncanakan, tapi saya PUAS!!! Luar biasa, saya dan teman2 bisa menyelesaikannya….

Latihan kepemimpinan tingkat 1 (LK1), akhirnya selesai banyak hal yang saya dapatkan sejak pertama saya menganggukkan kepala seraya berucap "iya" saat saya ditunjuk sebagai Koordinator steering (Coster). Belajar menjadi pemimpin, belajar memeta2kan masalah, belajar memahami kondisi, belajar mengendalikan orang lain, belajar mengendalikan ego, belajar marah, belajar memaki, belajar menjadi pemimpin otoriter, belajar mengambil keputusan, belajar mendengar, belajar menangis, belajar memiliki, belajar bertanggungjawab, belajar meyakinkan, dan hebatnya belajar menjadi pecundang…. Banyak hal!!!

Dan semua itu amat berharga untuk hidupku,,,

Ada 3 hal yang tak bisa saya lupakan selama kurang lebih 2 bulan itu:

  1. Waktu saya meminta diri untuk mundur sebagai Coster, dikarenakan saya yang mulai kewalahan dan merasa tak dapat mengendalikan semuanya
  2. Waktu saya memutuskan untuk meng-CUT beberapa peserta yang datang terlambat. Walaupun dengan alasan yang kiranya bisa dipertimbangkan. Tapi karena aturan, sekali lagi saya harus tega. Mowka nangis… hiks100x
  3. Waktu saya membacakan pengumuman peserta yang berhasil lulus, rasanya saya 5x lebih tegang dari peserta, saya benar2 tegang. Dan untuk beberapa saat kakiku kaku.

Dan entah kenapa, saya jadi kebih sensitif ke cengeng-cengengan… bukan karena saya perempuan, tapi air mata itu memang pantas untuk keluar,,, untuk momen yang tak akan terlupa.

Rasanya,,, tanpa tangis moment itu takkan jadi seromantis ini dikenanganku :)

17/11/2007

Soe Hok Gie

Beberapa hari yang lalu, saya terlibat percakapan dengan seorang kenalan baru. Kenalan yang juga simpatisan saudara-ku Soe Hok Gie. Di situ saya banyak bercerita, berkisah, atau apalah sebutannya, intinya saya sebagai pemeran utama diadegan itu. Pertemuan yang bukan kebetulan. Dan hari itu entah sengaja atau tidak, dia menggunakan baju kaos merah yang bergambarkan GIE.

Dalam pembicaraan kami, saya sempat mengutarakan perasaan saya tentang kebingungan akan makna merdeka. Yah, jujur sampai sekarang saya masih ragu apakah merdeka itu ada, bayangkan saja, untuk mengambil keputusan terkadang sangat sulit, mengapa demikian? Karena banyak sekali tekanan (biasanya disebut variabel) dari luar yang harus dipertimbangkan. Bahkan terkadang kita lebih mengutamakan tekanan itu dan mengabaikan diri sendiri, entahlah apa ini yang disebut dengan pengorbanan. Mungkin persoalan merdeka, tidak merdeka sama artinya kita bicara tentang ke-EGO-an. Berbicara tentang kepentingan pribadi ataukah orang lain. Its okay, hidup tidak boleh dijalani dengan menutup telinga. Tapi, apa merdeka itu?

Mungkin pemahamanku salah, isi kepalaku belum bisa mencerna hal itu.

Ketika, saya menjelaskan pandangan tentang merdeka tadi. Si kawan berkata "janganlah terlalu ingin seperti GIE". Saya hanya bisa tersenyum tanpa menjelaskan apa2, yah… saya memang suka/simpati sama GIE, saya memiliki beberapa kesamaan (tepatnya menyama2kan) dengan dia yaitu; berteman dengan sepi dan susah dimengerti oleh orang lain. Tentang isi kepala, ideologi ataukah prinsip tidak sama sekali. Lagi pula, siapa GIE itu?, saya tak tau banyak tentang dia, kalau bukan karena kepiawaian Mas Riri Reza dan penjiwaan Nicholas saputra, saya sangsi bisa kenal sama pemuda perawakan cina itu.

Saya tau saya bukan GIE, dan mungkin benar kata si kawan "kita lebih beruntung dari GIE" walaupun mungkin saja GIE sendiri telah merasa lebih beruntung karena telah mati muda. Saya tertarik kenal GIE lebih jauh.

09/09/2007

Perkenalakan: I'm The Looser

From: Si Revolusioner
Front mahasiswa makassar akan mengadakan aksi penolakan RUU BHP besok hari senin (10/9 '07) jam 9, kumpul di depan STIMIK DIPA untuk menyambut kedatangan Wapres ... perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.
sent: 9 sept 2007, 21:18:32

Kurang lebih seperti itu undangan yang datang via SMS. undangan untuk melakukan sebuah pesta ala mahasiswa, setelah SMS itu ada 3 sms lain menyusul isi dan pengrimnya berbeda, tapi substansinya tetap sama. setelah membaca dan sedikit memaknai sms itu, hati saya berdesir.

Sebab perjuangan adalah melaksanakan kata-katakarena itu ku memilih bisudan meanatap nanarwalau hati terkoyakapa daya tulang terlanjur remuk

Saya telah kehabisan energi untuk berjuang, tapi perjuangn seperti apa? sata tak paham. yg saya paham bahwa saat ini saya benar-benar lelah, kehabisan energi. ada yang bilang "energi dalam berjuang akan di dapat jika hubungn dengan allah lancar" apakah ini berarti Allah telah jauh dariku? atau ternyata, saya memang bukan pejuang. saya hanya seorang pecundang yang sok-sok mempertahankan idealisme, bahkan saya pun tak begitu paham apa itu idealisme. tapi saya ingin memilikinya, berharap punya sedikit modal untuk melanjutkan hidup. mungkin dengan begitu energiku yang hilang akan kembali.

saya tak pernah menyangka kalau saya akan tumbuh menjadi sosok yang susah untuk dimengerti, dan sejak kapan itu? saya lupa.

04/09/2007

Intermezzo

Ck,ck,ck.... ini bukan mengeluh tapi jujur jadi anak kuliahan semester tujuh itu berat bo'. yah, tapi ada bagusnya juga Cz, sy bisa online ampir tiap malam "sambil menyelam minum air"

Sekalian mau bilang, SUPERNOVA itu novel yang sinting (maaf yah Dee), tapi bener-bener sinting kok!!! Sepinya Ferre, sesalnya Rana dan sadisnya Diva, bikin otakku tidak abis pikir akan seorang Dee, cz it's the first time i know her, from her novel, trus Dhimas & Ruben itu siapa yah? sy kok curiga keduanya bukan tokoh fiktif (Mmmmm.....). Dan tak ada alasan untuk tidak bilang "LAGI". mungkin bagi teman2 yg dah membaca novel itu, mengerti apa maksudku. dan buat yang blom baca, "iqra" lah.

05/07/2007

selamat tinggal sepi

Dan ternyata… IDEALISME adalah salah satu dari kumpulan dongeng pembakar semangat. Dan layaknya sebuah dongeng, maka mustahillah adanya
Makassar, 04 Juli 2007 @ 01:08 PM

Ternyata, quote yang mengantarkanku ke penghujung hari ini, juga membawaku ke adegan yang sudah lama tak lagi ku lakoni. Sebuah diskusi kecil bersama seseorang yang berada di lauar ke-AKU-anku.

Banyak hal yang kami diskusikan bersama, lebih pantas di sebut -Ku MENGADU-, mungkin setelah sekian lama tak berdiskusi ku pun terasa asing dan sialnya lagi ku tak mampu menjelaskan maksud dari quote yang telah ku buat.

Tentang idealisme, tak banyak yang aku tahu. Yang kutahu adalah idealisme itu merupakan kesempurnaan hidup bagi manusia, dan sesuatu yang bersifat prinsipil. Itu saja. Tapi, katanya “tidak semua kondisi dihadapai dengan prinsip, karena ada juga wilayah yang membutuhkan ruang2 dialog” seperti itu kurang lebih.

Kami pun bercerita banyak…. Begitu banyak pula yang tak ku mengerti, akhhh, susah juga. Mungkin krena memang ku tak punya “GIZI” yang cukup untuk mencernanya, dan Mungkin pula karena ternyata ku lahir di zaman yang dimana segala sesuatu telah TEREDUKSI dan MUTLAK, sementara kebenaran sendiri menjadi RELATIF dan BERPIHAK. Dan ku pun tak boleh MUAK….. karena itulah REALITAS.

Thanks Bro, mungkin ku pun harus meninggalkan kesepian yang ku buat sendiri, atau menjauh dari keterasingan yang semakin hari semakin membuat ku tampak seperti orang gila saja. Tapi, bukan karena itu salah…. Ku pun tau sekarang kalau ilmu itu datang bersama kesendirian. Karena hanya dalam sepi, hati bisa jujur menilai diri.

Karena ku hanya ingin menjadi Gadis Biasa….. hanya itu!!!

11/05/2007

Untuk Temanku "MAHASISWA"

kenapa?
maaf kalo saya bicara citra
tapi, mau dibuat buruk bagaimana lagi?
tidak cukup dengan posisi kita yang sudah rata dengan tanah?
hingga kau perburuk dengan membiarkan kita terinjak2 seolah tiada harganya lagi, dengan segala tindak tandukmu?

memang kita dibentuk untuk menjadi Fighter, tapi lawannya bukan saudara sendiri. lawan kita adalah kebijakan yang tidak bijak, keadilan yang tidak adil dan segala sesuatu yang berusaha mencabik-cabik kemanusiaan kita.

Apakah ini karena mereka? orang yang selama ini kita agung-agungkan?
Apakah perlu, ketika kita duduk bersama mereka bercengkrama, tertawa seharian penuh, bahkan bulan tak mampu mengusik, rasa kantuk pun tak mampu menjadi penghalang untuk membiarkan mereka tetap bercerita tentang perjuangan, tentang hidup, tentang dunia, tentang kematian, tentang cinta dan kita pun larut kedalam romantisme sejarah mereka. semuanya kita serap, Ilmu, semangat, cita2, dan begitupun dengan konfliknya. "musuh mereka adalah musuh saya juga" begitulah kira2.

Jadi, apa yang terjadi sampai hari ini bukanlah konflik yang muncul begitu saja tapi telah Melaten dengan sendirinya dalam diri kita, sejak Maba, sejak mengenal mereka, sejak kita mulai duduk bersama mereka.

Yes, it's all about citra, gengsi, nama baik, harga diri, yang ujung-ujungnya adalah EGO. Tapi apakah dengan begitu semuanya akan lebih baik? maaf kalau saya menitik beratkan pada permasalahan pencitraan, karena saya pun tak bisa mengelak kalo toh ternyata tulisan ini lahir sebagai bukti adanya EGO pribadi saya untuk mempertahankan citra seorang MAHASISWA.

Karena saya seorang MAHASISWA, yang telah malu untuk berbangga
Saya disini bukan untuk menggurui, tapi sekedar mengingatkan "teman Kita ini MAHASISWA"

Ditulis sehari setelah pertempuran di Kampus-45

03/05/2007

ASSALAMUALAIKUM MAHASISWA

Bukannya mau belaga sok ato apa, hanya saja 2 hari kemarin saya dan teman2 Ekonomi ikut aksi turun kejalan, mperingati May Day dan Hardiknas.

Entah apa yang saya harus tuliskan disini, disaat saya membolak-balik buku harian saya menemukan syair yang pernah saya tulis pada tahun 2006 lalu, saat saya untuk pertama kalinya ikut aksi turun kejalan. bunyinya seperti ini;

ASSALAMUALAIKUM MAHASISWA
MAAF AKU BARU DATANG
SETELAH HARI MAKIN MENDUNG
SETELAH TETESAN DARAH MENGALIR DERAS
SETELAH SATUPERSATU NYAWA PERGI, MENGHILANG BERSAMA KEADILAN
MAAFKAN AKU
HANYA DATANG MEMBAWA JASAD
JIWAKU MASIH DALAM BELENGGU
AKU TAK MEMBAWAKAN BINGKISAN KEBERANIAN
MAAFKAN AKU
KARENA HANYA DAPAT MENANGIS
KARENA HATI HANYA DAPAT TERGETAR
TANPA TAU HARUS BERBUAT APA
MAAFKAN AKU
KARENA AKU ADALAH PENGECUT

Seperti itulah dan MAAF karena saya masih begitu-begitu saja.

23/04/2007

Tentang Janji

"Awali dengan Doa dan niat tulus Jalani dengan Amanah Akhiri dengan Senyum yang terpatri dari orang yang ada disekelilingmu" (Umi, AK-06; via sms) 

Kata yang sempat dilontarkan oleh seorang adik, yang selalu saja diam tapi tak hentinya memberiku semangat disaat orang lain mulai ragu akan "janji-janji" kami; tengkyu sista!!!

Minggu kemarin terasa singkat, sehari tak lagi 24 jam lamanya tapi saya tetap senang, toh senyum tak pernah meninggalkan wajah ini walau kaki dan tulang belulang telah dibuat pegal. Apalagi wajah-wajah yang tiap hari kutemui siang dan malam pun tak pernah mengeluh walau telah menampakkan keletihan yang SANGAT. Wajah sahabat-sahabat yang telah siap berkomitmen bersama.

Kemarin adalah waktunya kami memaparkan bentuk KOMITMEN kami, terkesan mengobral janji memang, walau muncul banyak keraguan dari mereka toh saya percaya bahwa KATA bukan segalanya dan mereka boleh saja menilai.

Sejarah belum terukir, tapi telah kami sketsa dalam rupa yang tak terlihat oleh orang lain, bahkan diantara kami pun. Sketsa-sketsa yang telah kami ukir sedemikian rupa dengan sebuah tinta yang sangat halus, mereka sering menyebutnya dengan "NIAT". untuk bisa melihatnya, kalian cukup menggunakan kaca pembesar "Percaya"
Powered by Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.