"when men and women are able to respect and accept their differences then love has a chance to blossom"
Saya suka buku
ini, walaupun awalnya sangat membosankan.
Secara pribadi
saya percaya bahwa tidak ada satupun teori didunia ini yang bisa dijadikan
acuan baku tentang karakter manusia, baik itu perempuan maupun laki-laki.
Karena pada dasarnya kita manusia memang diciptakan unik. Buku ini hanya
membahas kecenderungan-kecendurungan umum tentang bagaimana watak manusia
ditinjau dari Jenis Kelaminnya dalam
menghadapi suatu permasalahan. Bagaimana memenangkan ego wanita, memenangkan ego
pria or deal with it!
Asumsi yang selama ini saya pegang teguh terpatahkan begitu saja, bahwa
kita sebaiknya memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.
Tapi pada kenyataannya setiap manusia itu memiliki karakter, memiliki kehidupan
dan latar belakang lingkungan yang berbeda-beda yang membuat mereka menuntut
hal berbeda untuk bisa merasakan sesuatu itu benar-benar baik atau tidak. Ingat,
hal-hal yang menurut kita baik, belum tentu baik untuk orang lain. Disinilah
kita diajarkan untuk melihat sesuatu diluar kacamata diri.
Buku ini
berfokus tentang bagaimana membangun hubungan harmonis antara pria dan wanita,
melalui pemahaman komunikasi dan pemenuhan kebutuhan emosional satu sama lain. Seperti
lazimnya, wanita itu butuh disayangi dan diperhatikan dan pria itu butuh
dihargai dan diandalkan. Pria kalau sudah nyaman jadi lebih cuek, sementara wanita kalau nyaman malah makin protektif dan possesif. Atau seperti kebanyakan, jika seorang pria ada dalam
masalah mereka memilih masuk kedalam “gua”, sendiri dan menyepi. Sebaliknya,
jika seorang wanita ada dalam masalah mereka justru membicarakannya terus
menerus kepada orang-orang yang dipercayainya, even tidak ada solusi yang
diperoleh.. ya minimal dikeluarkan dalam bentuk unek-unek, ngomel tanpa faedah. She wants empathy, but he thinks she wants solutions. Simpulannya ya pria
lebih make logika dan wanita lebih make perasaannya. Nah kalau begini, dimana ketemunya coabaaa!
Jadi baper
sendiri setiap kali saya membuka halaman demi halaman. Coba-coba mengingat
kembali, selain memang belum berjodoh, sepertinya komunikasi adalah pemicu
utama kegagalan saya dalam hubungan pada masa lalu. Semoga saja,
pengalaman dan pemahaman-pemahaman yang saya peroleh dari buku ini bisa menjadi pengajaran
berharga untuk saya kedepannya. Shedaap
banget kan kedengarannya. Haha. Intinya sih, kadang kita hanya lupa bahwa Pria dan Wanita itu memang diciptakan berbeda, selama pasangan itu bisa saling
menerima kelebihan dan kekurarangan masing-masing dan mengerti bagaimana
berkomunikasi pada segala situasi dan kondisi, saya rasa dunia akan aman-aman saja. Ya teorinya sih begitu, dan dibenarkan oleh cerita dari teman-teman yang sudah lebih dulu ada dalam ikatan serius.
Saya tidak akan mengupas buku ini lebih dalam di postingan ini. Better sih
silahkan baca bukunya sendiri, so happy reading people!!!

Bentar lagi tayang ada film judulnya Mars Met Venus, Syam :)
ReplyDeleteAda 2 film, satunya dari sudut pandang cowo & lainnya sudut pandang cewe.
Kalo liat dari trailernya menarik, karena ngupas perbedaan cara komunikasi antara Cowo sama Cewe.
Oia, saya pernah liat iklannya ditipi.
DeleteDibungkus komedi kayaknya, jadi gak akan terlalu serius-serius banget.
Tapi lucu juga sih kalau sampai dibuatkan dua versi sudut pandang yg berbeda :)
ini termasuk buku jadul kan ya mbak
ReplyDeleteeh tapi aku belum pernah baca tuntas dong hahaha
Iya buku jadul. Agak membosankan sih memang, haha :D
DeleteWah... kok bisa barengan ya? Pada 16 Juli aku nyetatus di facebook tentang judul buku itu.
ReplyDeleteHaha, kebetulan :D
DeleteHelp!
ReplyDeleteSaya memenuhi seluruh kriteria penduduk mars, kak Cham XD
Membaca buku tentang relationship wanita dan pria itu tidak ada habisnya. Selalu menarik dan unik membahas hubungan antara pria dan wanita. Buat saya selalu seru membaca buku-buku semacam ini. Coba deh Syam baca buku "Why men want sex and Woman Need Love"
ReplyDeleteSelalu sepemikiran sih, buku atau artikel ttg manusia dan karakteristiknya itu memang selalu menarik.
Deletewell, terimakasih rekomendasi bukunya. Boleh nih buat referensi, :)