Jika saya berteriak sekeras-kerasnya, apakah masalah yang saya hadapi didepan mata ini akan selesai dengan semestinya? Aaaahhhhhhh... saya harap bisa seperti itu. Saya mulai capek, bosan dan tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Toh ini sebenarnya bukan kesalahan saya. Ini dosa masalalu. Keteledoran orang-orang sebelum saya. Saya hanya penanggung jawab baru, yang harus bertanggung jawab untuk kesalahan-kesalahan yang bukan ulah saya. Ini konsekuensi dari pilihan saya, yang sebelumnya tak pernah saya bayangkan akan seperti ini. Dan lagi, saya dibayar untuk memastikan segala apa yang menjadi tanggungjawab saya terselesaikan dengan baik dan bonusnya adalah menyelesaikan semua masalah ini.
Entah sampai kapan saya dikejar-kejar, saya mulai tak nyaman. Lostfokus. Saya seperti "gali lubang tutup lubang". Waktu dan energi saya terkuras untuk menyelesaikan masalah yang muncul sedikit demi sedikit, al hasil... saya mulai membuat bengkalai dijaman saya sendiri. Damn!
Yah, saya masuk dalam sebuah sistem yang cacat. Saya tak punya kuasa untuk memperbaiki ke-cacatan yang ada. Yang ada saya terjebak, terinfeksi... Alhamdulillah Tuhan cepat menyadarkan saya. Dan jika sudah seperti ini, saya memilih menjadi kaum minoritas. Yang akan selalu memberontak. Saya tak mau mewariskan 'dosa' untuk generasi setelah saya.*) Picture from: vi.sualize.us
posted from Bloggeroid
betul.. mewariskan dosa masa lalu itu hal yang tidak menyenangkan.. apes banget kesannya
ReplyDeleteBiarlah dosa itu ada, toh kesempatan untuk bertaubat selalu terbuka,,
ReplyDeleteSaya suka sekali dengan kata² ini Kak "Saya tak mau mewariskan 'dosa' untuk generasi setelah saya"
ini kaya latar belakang'a curhat tentang suasana kantor ya ?
ReplyDeletekadang kita memangt harus berontak dengan segala sesuatu yg sudah keluar dr jalur'a,kalau kita hanya diam saja menikmati kesalahan itu semua maka kita akan termasuk orang2 yg tidak mau maju kedepan
Klo saya, pasti tak sanggup bertahan di situ. Pasti saya akan berpaling mencari jalan yg lain. Daripada tersiksa batin?
ReplyDeletegagasan yang bagus-jangan sampai balas dendam turun bertubi2 :)
ReplyDeletesemoga masalahmu bisa teratasi, tetap semangat!!
rasanya mang gak enak ngelanjutin dosa masa lalu
ReplyDeletedikantor yg lama jg aku gtu >.<
jangan diam saja. revolusi! ayo revolusi!
ReplyDeleteBingung mau komentar apa, akhirnya hanya bisa mempersembahkan sebuah lagu karya sendiri, judulnya Bertahanlah Sayang :)
ReplyDeletekalau begitu kita harus hati-hati ya Mba dalam mengambil keputusan karena sekarang ini banyak orang yang terjebak dalam pewarisn dosa berjemaah dalam mengesyahkan kehamilan di luar nikah dengan bahasa menutup aib, seharusnya hal itu tidak dilakukan oleh kebanyakan masyarakat kita.
ReplyDeleteSukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
arus sungai yg sangat keras terkadang bisa menyeret kita hingga kiloan meter jauhnya, hati-hati dalam menyebrang, cari pegangan yg paling kuat ya :D
ReplyDeleteAman :D
ReplyDeletegali lobang tutup lobang dah biasa kali
ReplyDeletemanusiawi banget...
Aamiin, Kata-kata di bagian akhir semoga menjadi langkah awal kebaikan bagi mba sendiri dan juga lingkungan. Tetap ikhtiar yo mba...
ReplyDeleteSemoga cita-cita luhur untuk tidak meninggalkan beban pada generasi mendatang akan menjadikan diri lebih kreatif dan amanah
ReplyDeletesalam dari pamekasan madura
lagi ada masalah yang err... nggak bisa kamu selesaikan sendiri ya syam?
ReplyDeletesemoga semua cepet selesai deh.. nggak ada masalah yang gak ada solusinya.. kalo nggak ada solusi, berarti yaa bukan masalaah..
uhuym akhirnya blog ini bisa dikunjungi, sempet gak bisa kunjungan kemari nih mbak. terdeteksi malware sama chrome :D
ReplyDeleteback to post : kalau tuhan bisa mengamouni hambanya, jadi so keep positif :D
Biarkan yang telah melakukan dosa Mbak, segala akibat mereka yang nanggung. Tanggung jawab kita adalah membentengi diri agar tak tercebur dalam dosa yang sama. Sukses untuk bagian minoritasnya ya Mbak
ReplyDeletewih teteh aku juga gakmau kayak gitu T___T
ReplyDeletesemangat semangat syam. . .
ReplyDeletecuma bisa kasih semangat ini :D
Bismillah
sumange rong kaka! \m/
ReplyDeleteya, mungkin di situlah dalam sisi yang lain kamuh akan mendapatkan sebuah nilai hidup, nilai dari sebuah kesadaran karena hidup tidak melulu mewariskan hal hal yang di inginkan.
ReplyDeletekunjungan pertama..
ReplyDeletetetap semngat mb..
;)
yang punya rumah tidak mau menanggapi...
ReplyDeletepasti ini masalah yg terlalu pribadi