Demi apapun saya ingin mendengarkan lagi cerita-ceritamu yang tak pernah membuat saya tertarik tapi selalu saya nantikan. Tentang komik yang baru kamu baca, tentang game yang telah kamu menangkan dan tentang perempuan yang malu-malu kau sebut pacar, yang padanya kau hanya bisa menanyakan kabar, kabar dan kabar. Yah kapan nikahnya kalau kamu hanya bisa menanya kabar, sesekali tanyalah "maukah kau jadi istriku?" Hahahah... dan lagi-lagi saya sadar sedang berbicara dengan tembok. Datar. Rata.
Ingatan pertama saya pagi ini adalah tentang kamu. Kemudian saya tersenyum mengingat potongan potongan peristiwa tentang kita, dalam kurun waktu 8 (delapan) tahun belakang ini. Entah apa yang terjadi padamu disana, semoga kamu baik-baik saja. Sehat dan masih selalu rindu untuk pulang. Tak ada salahnya jika kamu mencoba membiasakan diri memulai percakapan dengan orang lain. Membiarkan mereka menjadi orang yang berarti dalam perjalanan hidupmu, walau sebentar saja. Karena kamu tak pernah benar-benar sendiri, sekuat apapun keinginanmu untuk menyendiri.
Lights will guide you "Home" - Coldplay
Saya selalu percaya bahwa Tuhan
selalu baik pada mereka yang tak pernah menuntut. Dan sederhana saja,
kamu membuat saya semakin mengamini kepercayaan itu.
Makassar | 04052012
posted from Bloggeroid
wow :D
ReplyDeletese-su-a-tu sekali ini kak!
ehm..ehm kayaknya ada yang lagi berbunga² nih :)
ReplyDeletecikiciuwww suswanto bangettt
ReplyDeleteKalau saya dapat tulisan begini dari seorang sahabat, beuuhhh :)
ReplyDelete#kangen
ReplyDeleteCie... Aku baru tahu ini toh pacarnya teteh syam. Lagi pula postingan terdahulu2nya ga pernah aku temui cerita langsung mengenai pacarmu teh. Ngebet deh teteh syam pengen menikah. Tapi, mungkin belum waktunya kali. Udah berapa tahu tuh pacarannya :))? Ayooo kalo menikah undang aku. Jangan lupa :p
ReplyDeleteKamu menyebutnya siapa? Pacarkah? hehe.. ^^
ReplyDelete@Faizal Indra kusuma hahaha, sal... coba dibaca baik2, jika kamu melihat ada kedekatan antara perempuan dan pria tak selamanya hubungan itu dibungkus dalam status "pacaran", persahabatan jauh lebih tulus dan mulia, hubungan tanpa tendensi dan ikatan. menurut saya begitu :)
ReplyDeletehe's not my boyfriend boy...
WOW... selama saya membaca tulisan ini sy cuman mikir sampai terkenang kenangan2 bareng gungde... "Supplies" :D... tp pas baca komentnya...(Se-Su-atu)Addeh.. digappamu syam... xixixixixii
ReplyDeleteHalo Gungde... Sy ternyata kangen juga dangn senyum simpulmu.... "Syam Tolong Sampain yah....
@I'am Sadah haaha, pacar seperti sebuah lelucon.
ReplyDeletedia sahabat saya mbak, bukannya jelas tertulis diatas :)
@Nurmayanti Zain ahahaha... :p
ReplyDelete@Sofyan yah, seperti kata iklan apagitu yah... *bunga-bunga dimana mana*
ReplyDeletewah, pasti kangen yah cam, saya pernah juga kayanya keadaanya hampir sama.
ReplyDeletehihi
@naspard hahaa, sule banget :)
ReplyDeleteHahahahahah.... JAdi kangen GUNGDE...^^
ReplyDelete@u n n i posisi kita sama Un, seandainya saya dapat tulisan begini dari seorang sahabat :)
ReplyDelete@NF Hu'umh... :))
ReplyDelete@uci cigrey dan kangen yang seperti ini rasanya menyenangkan yah cil :)
ReplyDelete@Nuraini Muhammad ahahaa, Gungde sibuk menjadi abdi Negara
ReplyDeletehidup untuk dia simple, se-simple ruangan yang selalu dia tempati untuk main game, baca komik dan tidur sepulang dari kantor... hahaha
*we are supplies*
Kangen semuanyami kalo begini :)
@Rep_Zone ternyata "orang aneh" juga bisa ngangenin yah, hihi...
ReplyDeleteDia bukan "orang aneh" syam... hanya berbeda dari orang kebanyakan yg kita kenal ^_^"
ReplyDelete@Nuraini Muhammad hahaa, yah bukannya itumi pengertiannya aneh? beda dari apa yang ada, tidak wajar tidak lazim... *preet*
ReplyDeleteUhuuukk.. *keselek biji nangka* XD :D ^^
ReplyDeleteDan sederhana saja, kamu membuat saya semakin mengamini kepercayaan itu. ---> "maukah kau jadi istriku?"
ReplyDeleteSuwit suwit.... :D
waaahhh... salam kenal, makassar jga yak? kapan2 kta kopdaran :)
ReplyDeleteiya kalo rumahnya ada lampunya
ReplyDeletekalo yang ada lampunya rumah tetengga gimana..?
weh..secara gitu loh...
ReplyDeletenice rindu
Aduuuuuh salah kamar ini mah judulnya -_____-
ReplyDeletegue suka kata "ter-timur negeri"
ReplyDeletebaru denger, baru tau, dan bikin orang membaca ulang gara-gara kata asing itu, hehe
hm..... rasanya gimanaaa gitu membaca postingan ini... ayo mba, jangan hanya mengingat tapi perintahkan dia segera pulang, agar penasaran itu tertebus oleh interogasimu padanya. Percaya deh, tembok datar mampu terkikis oleh serangan bertubi atau penuh daya. Pasti dia akan bicara....
ReplyDelete#adikku hampir seperti ini karakternya deh.... bikin gemes ingin menculik, mendudukkannya dan mengajaknya keluar dari comfort zone nya yang aneh....
ehm hihihih...
ReplyDelete@matahari oooo... tapi ngarep juga kan :p
ReplyDeletekelihatannya dalam sekali, sampai pakde tak berani melongok dalamnya he he he...
ReplyDeletedoi dimana kak ?
ReplyDeletekirain ada postingan baru lagi. judulnya ganti tho?
ReplyDelete#merasaditipu
@Faizal Indra kusuma grrrr -_-"
ReplyDelete@Ayu Welirang minuuuum baygon yuk :p
ReplyDelete@Samaranji wadduh! Kalimatnya jangan dibolakbalik toh... maknanya jadi beda -_-"
ReplyDelete@Mushdiqah elDrida Iyye, to Mangkasara
ReplyDeleteSalam kenal :)
@Rawins widiwww...
ReplyDelete@Desa Cilembu Ini maksudnya apa yah?
ReplyDelete@Uzay ^,^ keren kali... :p
ReplyDelete@Cerita Ocha lah? Kan cuman kata timur yang ditambahi imbuhan ter, yg artinya paling... hehe :)
ReplyDelete@Huda Tula ehm juga... uihihi :)
ReplyDelete@alaika abdullah belum bisa pulang dia mbak, soalnya disana dia kerja. Abdi Negara :)
ReplyDeleteWah adikmu juga ngegemesin yah, punya dunia sendiri yang cenderung aneh. tapi biasanya kl org kyk gini dpt teman ngobrol yg asik dia bisa terbuka juga loh :)
@pakde sulas ahahha, dari hati terdalam soale pakde :)
ReplyDeletePakde apakabarnya? Berbulan2 gak post dan sekarang kembali lagi... :)
@Athifah Dahsyamar Merauke tif :)
ReplyDelete@Huda Tula ahahaha, kasian yang ketipu...
ReplyDeletesengaja diganti pake nama yang bersangkutan, biar telepatinya nyampe tanpa harus diberi kode
*apalaaaah*
Hahahahaahha...
kalau membaca artikel ini sepertinya ada ungkapan hati terdalam, yang hanya berharap tanpa melalui keterus terangan, tapi perlu kelembutan dan kemesraan, hehehe......
ReplyDeletesalam perkenalan kawan, saya sudah follow yang ke 228
saya berharap anda juga melakukan hal yang sama dan follow kembali, di tunggu kawam
@penyuluh perikanan senyumsenyum membaca komentar ini, kemudian tertawa... terbahak-bahak.
ReplyDeleteHAHAHAHAHAHA
*salam kenal, i'll visit ur blog*
ehemm ehemmm,,,saat anganku menggapai bayangmu beTapa ingin kuhenTikan wakTu, betapa ingin kutiadakan Jarak agar kaU tetap hadir disini
ReplyDeleteciee ciee--
@Ndear ciecieee--
ReplyDeleteSepertinya yang bernama AGUNG itu seringnya mendapat tempat khusus ya :D seperti di hatiku juga DULU hihiihih ... khusus dalam artian sosoknya yang menjadi SAHABAT dalam suka dan duka. untuk jadi pacar? gak tau juga deh, gak perncah dijajal hehehe
ReplyDeletesemoga Agung-mu baik2 saja ya :)
@nicamperenique hahaa, semoga mbak:)
ReplyDeleteKayak saya kenal :D :D
ReplyDelete@Miss 'U ahahahah, jadi Maluuu :p
ReplyDelete@outbound training di malang OKOK ^^v
ReplyDeleteSelalu bingung dengan orang yang menafsirkan bahwa laki dan perempuan tidak bisa menjadi sahabat. Emang apa salahnya? Dan membaca tulisan ini membuat saya kangen seseorang di Yogya sana. T-T
ReplyDelete