Selasa, 19 februari 2013
Pukul delapan pagi kurang, saya sudah sampai di Kendari. Bersama Kiki. Dalam rangka perjalanan dinas yang sempat tertunda Januari lalu. Kali ini cuaca sangat bersahabat sehingga penerbangan kami lancar-lancar saja.
Pukul delapan pagi kurang, saya sudah sampai di Kendari. Bersama Kiki. Dalam rangka perjalanan dinas yang sempat tertunda Januari lalu. Kali ini cuaca sangat bersahabat sehingga penerbangan kami lancar-lancar saja.
Kami mendarat di bandara Halueoleo. Bandara ini masih terbilang kecil, rute penerbangan setiap hari kurang lebih 10 kali menggunakan armada Lionair/wingsair, Merpati dan Garuda. Bolak-balik. Pukul delapan belum ada aktifitas berarti. Baik dalam terminal maupun diluar, area penjemputan. Hanya tampak beberapa orang yang menggunakan seragam TNI Au dan Dishub. Mungkin mereka lembur. Di stand taxi/kendaraan umum pun belum ada petugasnya, kata salah seorang bapak yang bertugas disitu biasanya bandara ini terlihat betul-betul hidup saat pukul sembilan lebih. Ini masih terlewat pagi, bisa jadi mungkin pesawat yang saya tumpangi ini adalah penerbangan tambahan.
Sama bapaknya kita diantar untuk cari hotel yang ada disekitar Ahmad Yani, searah dan dekat dengan kantor cabang HK. Tapi ternyata hotel2 di Kendari penuh karena banyak tamu dari luar. Tamu pemda katanya, berhubung akan ada pelantikan pasca pilkada di Kendari. Akhirnya kita dapat hotel didaerah Malik raya, hotel Zahra Syariah. Itupun hanya bisa reservasi dulu dan baru bisa check-in pas jam 12nya. Ya, okelah. Setelah urusan hotel selesai saya langsung bergegas ke kantor HK Kendari, ngurus kerjaan yang akan diurusin. Bertemu orang-orang yang selama ini hanya saling kenal lewat suara. Lebih nyata euy. Dan Alhamdulillahnya lagi Adh barunya sangat welcome jadi lebih mempermudah urusan.
Urusan kantor seleasai sekitar pukul tiga lebih. Dari sana kami ke kantor Trac Kendari. Ngobrol2 sm SM dan marketingnya, soalnya big complain yang paling sering kami terima ya dari mereka ini. Disini kita jadi lebih tau, mereka maunya gimana dan kita harusnya perbaikin yang dimana. Tukar pikiran, biar sama-sama enak. Dan gak perlu selalu melibatkan orang-orang diatas.
Dari Trac, sekitar pukul enam lebih kami diantarkan ke Hotel. Dalam perjalanan kehotel inilah saya sms Diah, blogger Kendari untuk ketemuan. Sudah pernah ketemu sih waktu di Makassar setahun yang lalu. Saya minta disamperin ke Hotel saja, dan dia mengiyakan.
Lepas Magrib Diah datang juga. Sendirian. Kita sempat ngobrol-ngobrol dikamar, seputaran kerjaan dan yah tentang blog dong. Hehe. Tidak lama sih. Pukul delapan kita sudah jalan, dibawa oleh Ippang: salah satu marketing HK Kendari untuk makan malam. Seafood ala Kendari. Gratis. Alhamdulillah.
Pukul sepuluh acara makan malam yang penuh asap dan lelucon Ippang selesai. Kita langsung saja diantarkan pulang ke Hotel. Asli ya, sepanjang perjalanan saya tetheran-heran. Kok ini dimana mana gelap? Lah kata dua Ippang & Diah memang lampu jalannya belum berfungsi maksimal. Alias belum ditanam. Hehe. Kendari itu adalah kota yang baru akan berkembang. Masih banyak lahan kosong dan aktivitas pembangunan sepanjang perjalanan. Masih banyak sarana dan prasarana yang mau dibenahi. Yah tunggu saja, beberapa tahun kedepan kota ini akan lebih hidup dari apa yang saya saksikan saat ini.

ah elah si ibu jalan jalan mulu
ReplyDeleteaku ikut kerja disitu dong...
buuw, ada jg tawwa Sriwijaya disini, heheh.
ReplyDeleteaiih dapat info dari mana tu Agung taxi salah satu taxi yg tertua? dy malah yg termuda loh Buk, baru sekitaran 2 apa 3 thn ini, klo yg tertua itu Ade dan Dactraco (khusus yg ini mobilnya kebanyakan warna gelap, hitam apa hijau tua yak?)
aiissh, kemarin kurang foto yak? mudah2n ndk dibilangji hoax, kopdar tanpa foto, xixiix
anyway salam tuk Ippang, thanks traktirannya :)
wlopun saya merasa roaming klo kalian sibuk bahas urusan kantor tapi saya senang bisa ketemu kalian, salam tuk Kiki juga :)
wah tante saya ada loh yang di kendari #pentingbanget
ReplyDelete