Sadar gak sih, kadang-kadang kita
dijebak oleh sosial media untuk menjadi manusia-manusia yang tidak sabaran.
Kita menuntut dan dituntut untuk mengeluarkan banyak ide, komentar dan obrolan-obrolan
yang pada akhirnya akan menjadi sampah. Kata tanpa 'pesan', asal ada respon dan cepat saja. Bukan nyinyir gaes, ini kenyataan.
Contohnya pada dua aplikasi yang rutin saya gunakan BBM dan WA. Aplikasi BBM dengan
fitur D berwarna biru dan R berwarna hijau yang masing-masing artinya diterima
dan dibaca. Kalau pesan kita lama dengan status D pasti ada rasa kesal walau
sedikit, dan akan menjadi bencana ketika berhenti pada status R. “What?
Pesan guweh cuman di Read doang?” Dan muncullah ribuan pertanyaan kenapa
dan kenapa atas tragedi 'diread doang' itu.
Di WA pun lebih complicated lagi. Selain fitur pesan
sampai dan dibaca oleh penerima, ada juga fitur last seen yang bisa membuat kita melihat kapan si pengguna terakhir kali
membuka aplikasi WA. Dan nyatanya fitur ini bisa membuat perang dunia berkobar.
Kalau di BBM ya paling tidak kita bisa mengelak yah,”sorry balasnya lama hape
sayah tibatiba ngehang/lowbat/atau kelupaan”, dan lagi jika kita tidak
meng-update status tidak akan kelihatan kalau ternyata kita memang mengabaikan
pesan yang masuk. Sementara pesan via WA mah bahaya, pergerakan terdeteksi
secara ketat. Ketahuan bangetlah kalau kita mengabaikan pesan orang. Dan karena
diabaikan itu nyakitin, jadinya hanya gegara pesan tidak di ladeni dengan fast respon, tanpa sengaja kadang-kadang
bisa melukai perasaan seseorang. Terdengar lebai sih ya.
Padahal mungkin si Penerima tidak
maksud mengabaikan. Mungkin mereka sedang repot, mungkin ada yang lebih penting
untuk diperhatikan, atau mungkin memang butuh waktu lama untuk memikirkan
balasan yang tepat atas setiap pesan yang masuk. Dan masih banyak lagi kemungkinan
yang bisa kita pertimbangkan. Positifnya sih begitu.
Kalau saya cari amannya saja. Dengan
me non-aktifkan semua fitur dewa di WA. Jadi saya memastikan orang tidak bisa
melihat kapan saya terakhir membuka apkikasi WA, dan apakah saya telah membaca
pesan mereka atau belum. Konsekuensinya, saya pun tidak bisa melihat last-seen mereka, pun saya tidak lagi
bisa melihat apakah mereka sudah membaca pesan saya. Dan mulai berharap, seandainya
bisa status online dan sedang mengetik juga di-hidden. Dengan begitu, dunia
jauh lebih damai dan sentosa. Untuk di BBM sendiri, saya juga mulai jarang
pakai sih selain memang aplikasinya yang suka pending-pending pesan orang
seenaknya saja.
Akhir kata, mari kita coba
kembalikan social media kepada
fungsinya. Just a messengger application.
Sebagaimana namanya, fungsi messengger
adalah sebagai penyampai pesan. Jadi, jangan berharap lebih yang terpentingkan
pesannya sampai. Kalau memang urusan kita butuh respon cepat, gunakan fitur
memanggil. Just call them, karena
bicara jauh lebih baik.
Salam super dari sayah,
SYAM.
ahahaha... dulu saya salah satu orang yg gampang baper kalo bbm atau wa gak direspon cepat. kalo sekarang sudah agak berkurang alhamdulillah :)
ReplyDeleteAlhamdulillah, tapi gak seru kalo gak baper sekali-kali kan yah. haha.
DeleteSepakat dan Setuju. Mencerahkan sekali tulisannya. Alhamdulillah
ReplyDeleteTerimakasih :)
Deletehemm kok aku jadi mikir bacanya hahaha
ReplyDeletemakasih kak syam atas tulisannya
Masama nin :)
DeleteAku melakukan hal yg sama dg-mu, mbk Syam. Di wa, sya non-aktifkan last seen dan sdh dibaca.
ReplyDeleteKlo BBM udah beberapa bulan gak dipake, dhapus malah dr HP. Coz, saya ga suka dg aplks tsb. Malas lihat update status orang2, yg rata2 tdk penting untuk diketahui, malah mbuang buang waktu klo dibuat scrolling. Jd, mending dhapus, cukup pake wa.
Bijak berteknologi, bijak bersosial media☺