Hari ini dimulai dengan pagi dimana saya beranjak menyapa pagi di arah barat kota Makassar, bertemu dengan ratusan orang lainnya dengan penampilan yang hampir sama. Celana longgar, kaos oblong dan sepatu kets. It's sunday morning dude!
Semalam saya sengaja tidak begadang terlalu lama. Setelah menyelesaikan buku Supernova #1, menuliskan review kemudian mempostingnya. Saya kemudian tertidur pukul dua belas malam lebih, dan terbangun tepat pukul lima tanpa sedikitpun mimpi membekas. Hmmm, sepertinya saya benar tertidur pulas saya tak sama sekali merasakan adanya aktivitas dialam bawahsadar saya selama kurang lebih empat jam.
Pukul setengah enam pagi saya, Ibu dan Anda sepupu saya meninggalkan rumah menuju area Pantai Losari. Mereka menggunakan motor dan saya bersepeda. Saya begitu menikmati kayuhan demi kayuhan, menembus udara dingin dengan sisa-sisa embun yang menyejukkan. Inilah kebebasan itu! Saya bangun tanpa harus mandi dan berdandan menyusuri jalan yang berbeda dengan jalan yang selalu saya lalui setiap hari senin sampai sabtu sebelum pukul delapan pagi, dua tahun belakangan ini.
Saya menikmati perjalanan menuju pusat keramaian, begitupun saat makan bubur ayam bersama Ibu dan Anda. Ketika mereka meminta pulang saya meminta ditinggalkan saja, saya masih ingin berkeliling. Sendirian. Tapi kota ini begitu kecil, beberapa pasang mata tampak menyapa saya, saya balas dengan senyum kemudian pergi. Saya hanya ingin sendiri. Tanpa percakapan. Kecuali dengan angin.
Dalam perjalanan pulang, saya mengambil jalan berbeda. Saya pengemudinya. Saya memilih jalan sepi dan panjang, dan percakapan dimulai disini, antara saya, saya yang lainnya dan angin yang tidak pernah berpihak. Perbincangannya sedikit alot, terlihat dari kayuhan saya yang kadang begitu bersemangat kadang melambat, tak bergairah.
Pernahkah kamu melakukan kesalahan pada waktu-waktu berbeda, menyadarinya diwaktu yang bersamaan, menyadari kenapa bisa sebegitu banyak kemudian menyesalinya dan tak ada yang bisa kamu lakukan selain menangis dan menemukan seseorang troublemaker dalam diri kamu?
Tiba dirumah saya menuju belakang rumah, disana ada 4 anak kucing yang selalu saja mengganggu saya jika saya duduk mematung. Disana saya tak lagi bercakap-cakap, hanya menyimpulkan sambil mengunyah coklat mede yang saya beli tadi pagi diwarung depan lorong. Saya memandangi sepatu saya lekat-lekat dan memotretnya.

Heyyy! Saya terobsesi dengan semua hal yang ada pada kaki saya. Ini sudah berlangsung selama sebulan. Adakah ini sebuah firasat? Jika iya, apa yang ingin dikuak oleh kebiasaan saya memotret kaki belakangan ini? Pijakan kokoh raga saya... atau jangan-jangan obsesi saya pada kaki hanya pengalihan isu bahwa saya sebenarnya sedang tak berpijak. Melayang. Mengambang.
Akh! Sudahlah... pada akhirnya saya menemukan diri saya terperangkap rindu, dan rasa ingin menebus semua yang tidak semestinya terjadi jika saya tak ceroboh. Sementara disisi lain saya hanya butuh 2 bulan untuk kemudian memutuskan langkah, pikiran saya tak kunjung jernih. Saya berdoa untuk mencuri Perhatian-Nya, membuat kami dekat dan saya tak akan terperangkap lagi. Nanti.
saya seperti merindukan semua orang... Kemudian menyapa facebook, berkicau ditwitter, mengirim pesan (rindu) singkat ke grup WM, PM ke odhani, Ratih, Sms ke Neniy, Sisah, Seng, Nube, Musda, Yudi, Om bayu, Bejjo dan YMan dengan Mbak Ay, Xaga. Siapa lagi?
Ataukah mungkin saya hanya merindukan kamu, Ayah...
Ps. Membaca tulisan ini lebih lezat jika sambil mendengarkan lagu Sunday Morning punya Maroon Five. Dan rasanya seperti menikmati kopi dengan 3 sendok creamer. Tapi, hanya bereaksi bagi mereka yang mengerti dan peduli.
Ps. Membaca tulisan ini lebih lezat jika sambil mendengarkan lagu Sunday Morning punya Maroon Five. Dan rasanya seperti menikmati kopi dengan 3 sendok creamer. Tapi, hanya bereaksi bagi mereka yang mengerti dan peduli.
posted from Bloggeroid
authornya bukan syam lagi kak? jadi matahari?
ReplyDelete@Nurmayanti Zain
ReplyDeletekak ? saya manggil kak maya juga kak..hha
Semoga kerinduannya tersampaikan :)
"Pernahkah kamu melakukan kesalahan pada waktu-waktu berbeda, menyadarinya diwaktu yang bersamaan, menyadari kenapa bisa sebegitu banyak kemudian menyesalinya"
ReplyDeleteaku tak pernah mau menyesali apa yang sudah terjadi
bagaimanapun juga aku harus belajar untuk memikirkan segala akibat yang bakal terjadi sebelum aku memutuskan sebuah langkah
gagal dalam hasil itu biasa
tapi gagal dalam proses itu konyol
hasil baik sebaiknya disyukuri
hasil buruk seharusnya disyukuri juga
minimal orang bisa teriak, "sukuriiiin...."
lagunya mengingatkan rumah matahari, gak tau kenapa. asliii :D
ReplyDeletesetragis apapun yg di ganjar buat kita akibat dari ulah kita sendiri, satu yg ngebuat kita menjadi tahu bahwa kita tidak akan melakukanya kembali.
@Nurmayanti Zain hahah, sementara bgini dulu
ReplyDeletesama tonji, matahari yah syam, syam yah matahari. beda bahasa sama makna.
*apa omong*
:p
@Uchank ayo setor Ktp, vincode tahun brapa? Hehe...
ReplyDeletePasti sampai krn sy menghubungi semua tersangka2 rindu saya :)
*semoga*
@Rawins hahaha, bingung saya mau jawab apa mas. Semua isi kepalamu seperti lelucon segar yang selalu menarik, betul kata Mbak Ay, hidup untuk kamu ntu anteng sekali. huh!
ReplyDeleteBahkan saya mulai dibuat bingung, mana akhir mana proses. heheh :p
@Yayack Faqih lagu yang mana nih? Sunday Morningnya atau Homenya? Hehe...
ReplyDeletesemoga saya bukan keledai yang fenomenal itu yah yack, jatuh kelubang yang sama. berkali kali.
Kayanya Sunday Morning bisa tuh dijadikan Backsound blog kamu kebetulan aku suka lagu itu,hehehe
ReplyDeletemulai sekarang izinkan saya panggil kak syam dengan panggilan Mrs. Galau ;p
ReplyDeleteokeh, soal kopinya saya mengerti dan perduli kok :P
ReplyDeleteWaw, teteh lagi doyan fotoin kaki yah :)) hampir yang aku temui setiap posting kaki :) tapi unik loh.. Lucu.. Imut gimana gitu :)) #LEBE jangan didengerin yah :p
ReplyDeletemau komen reply di rawins koq susah ya..?
ReplyDeletepadahal mo bilang dia : jeleeeeeekkkk...
hahahaha...:))
eniwei syam, mungkin kau merasa kakimu akan tumbuh cabang, makanya diliatin terus.. :D
*badanku masih ga enak euy, mana tukang pijet mudik pula..*
rumah cam deket sama Pantai Losari banget yah, asik dong :D
ReplyDeletecam rindu sm ayah?
akhirnya saya menemukan jawabannya di Ps-nya...
ReplyDeletelagunya maroon five sempat terngiang2 di telingaku diawal membaca tulisan ini hehe
semoga bisa kembali ke dunia yang sebenarnya ya mbak :)
maaf baru bisa kesini lagi :)
Seoertinya saya bertamunya telat karena ini sudah hari senin =P
ReplyDelete@Andy haa, lagunya enak yah. saya jg suka tp gak spesial jd yah gak cocok jd backsound :)
ReplyDelete@Athifah Dahsyamar mahkota mana mahkota -_-"
ReplyDelete@Stupid monkey iyyalah, kesukaanmu kan...
ReplyDelete@Faizal Indra kusuma oww terimakasih, saya memang Unik. lucu dan imut *tsaaah*
ReplyDelete@Ay Sagira hahaha, masa masraw dianiaya disini? Saya gak trima! :p
ReplyDeleteMbak Ay istirahat yah, manja2 aja ke mas bojo biar cepat sembuh. hehehe... mungkin saat ini pikiran sy aja mbak yg cabangnya kemana2 :|
@uci cigrey rumah sy ditengah kota cil, jadi yah mau kemana2 deket. enak :)
ReplyDeleteIyya nih kangen bgt ma ayah :(
@Tonny Mondong hei mas Ton :)
ReplyDeleteLama jg sy gak main ketempatmu.
Sunday morning emang lagu yg sangat2 enak, hahaha... selamat nyanyi :p
@Uzay ^,^ perihal waktu, itu kan cuman judul postingan...
ReplyDeleteAda waktunya merindu menyapa semua, ada waktunya ingin sendiri saja ... ya ikuti aja apa kata hati, biasanya ia punya alasan sendiri yg kadang lebih cerdas dari logika ^^
ReplyDelete@eha hihi, suka komentar ini :)
ReplyDelete