26/03/2008

Titipan Dari Surga

Sebenarnya judul diatas merupakan plagiat dari judul salah satu episode reality show. Bagi saya, acara itu memperlihatkan pada dunia, khususnya pada orang indonesia agar selalu memperbaiki diri dan sering2lah menunduk kebawah.

Dalam durasi 30 menit kita dibawah berkeliling di salah satu tempat dijawa timur, tempat penampungan orang cacat ganda. Penghuni panti ini ada 30 orang lebih dengan berbagai latar belakang berbeda dan umur yang bermacam-macam pula hampir rata-rata diantara mereka adalah anak-anak. Cacat ganda dimaksudkan bahwa si anak selain memiliki keterbelakangan mental, perkembangan yang abnormal juga memiliki persendian yang kaku, autis. Hampir seluruh penghuni panti tak bisa bergerak apalagi berjalan. Belum lagi air liur yang tak pernah mengering di sekirtar mulut sampai ke baju yang mereka gunakan. Salah satu dari mereka ada yang telah berusia lebih dari 40 tahun, tapi dia tetap saja seperti balita yang harus di bopong, disuapi dan dimandikan. Benar-benar mereka hidup bergantung pada orang lain.

Tontonan yang begitu haru.

Yang jadi pertanyaan tidak beruntungkah mereka? Yah… tidak bisa dibilang seperti itu juga sih, karena mereka lebih baik dari anak-anak yang ditemukan tak bernyawa di tong sampah. Ataukah janin yang dibunuh sebelum ia dapat menghirup udara kehidupan. Yang menarik adalah, diantara ke-30 anak tersebut rata-rata mereka lahir diluar kehendak, mereka adalah anak yang ditakdirkan kuat karena telah beberapa kali ingin dibunuh oleh ibunya ketika mereka masih berupa seonggok janin dan ternyata Allah masih sayang sama mereka. Sekarangpun mereka harus jauh lebih kuat, menghadapi dunia, cacian orang-orang, rasa jijik orang-orang.

Mereka tetap beruntung, Allah menjaga mereka dalam kesucian dalam ketidak tahuan dan kepolosan, bahkan mungkin kelahiran mereka merupakan bentuk ujian untuk melihat seberapa peka kita terhadap penderitaan orang lain ataukah sekedar melihat apakah kita pandai bersyukur dengan segala apa yang telah diberikan oleh-Nya. Mereka titipan Allah dari surga. Saya kagum sama ibu pemilik panti itu, apapun motifnya ia telah melakukan sesuatu untuk mereka yang bahkan oleh ibunya sendiripun tak bisa memberikannya.

Sekali lagi, kita dan khususnya saya harus sering-seringlah menengok kebawah walaupun cita-cita tergantung diatas langit dan kita ingin mengejarnya bukan berarti kita melupakan apa yang ada dibawah. Karena pelajaran hidup sesungguhnya melekat pada mereka.

Pertanyaan selanjutnya, Apakah anda manusia yang paling menderita?

No comments:

Post a Comment

< > Home
Powered by Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.