25/01/2019

Cerita Awal Tahun


Hi, 2019..
Thankyou for being so hard at the beginning

Well, ini baru permulaan ditahun 2019, dan sejauh ini sepertinya saya harus menarik nafas panjang-panjang, berulang-ulang. Huft. Begitu banyak cerita yang sepertinya sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Mungkin tidak begitu mendetail, tapi saya akan coba menuliskan se-sederhananya saja;

PERTAMA
Akhirnya saya harus menerima posisi dalam pekerjaan yang selama ini menjadi momok yang cukup menggetarkan nyali. Mungkin bagi saya, empat tahun mengabdi itu rasanya masih sangat sedikit pengetahuan dan pengalaman yang saya peroleh untuk bisa dijadikan modal bekerja, tapi sepertinya tidak bagi instansi. Duty's calling. Saya dipercaya, saya diberi amanah.

KEDUA
Terjadi "bentrok" dalam dunia pekerjaan. Saya sebenarnya sangat malas sharing cerita yang kurang mengenakkan terkait urusan kantor di media sosial, termasuk diblog ini. Namanya juga dunia kerja, ya begitulah.. selalu saja ada hal yang dilakukan oleh orang-orang lama yang pikirannya masih amat sangat kolot, cara kerja semaunya sendiri, terlalu menggampangkan dan ditambah sangat meremehkan kami-kami yang terhitung memang masih sangat baru dan muda, seems they have a youg-generation phobia.. Cukup menguji kewarasan dan kesabaran. Biarlah, seniorlah yang terbaiqqq.. kami ini apa, mungkin hanya dianggapnya buih dilautan luas.

KETIGA
Dalam satu bulan yang sama, officially saya harus kehilangan dua partner kerja dan teman terbaik sepanjang saya merantau di Pinrang. Teman yang selama ini sangat sabar atas ketidaksabaran saya, teman yang selalu membantu saya dari A-Z disegala perkara kantor sampai urusan domestic dihidup saya. Anang dan Azwar. My, duo-A favorite. Anggaplah kita ini sama-sama menuju puncak, ya walau jalan kita sekarang tidak lagi ada dalam jalur yang sama tapi kita masih bisa saling sharing, saling support dimanapun kita bertugas. Senang sekali rasanya kita pernah jalan beriringan, walau tidak begitu lama. I'll be miss you gaes.. saya sedih tapi saya ikhlas. 

KEEMPAT
Sementara energi dan fikiran saya terkuras untuk menyelesaikan segala urusan kantor, saya yang tak pulang berhari-hari ini dikejutkan kabar bahwa wilayah rumah saya yang berada di Kabupaten Gowa ada dalam status Waspada menuju Siaga sepanjang cuaca buruk yang menimpa wilayah Sulawesi selatan, Selasa (22/01) kemarin. Saya berulang-ulang menelepon kerumah memastikan bahwa semuanya baik-baik saja, saya meminta orang dirumah untuk mengungsi saja ketempat yang lebih jauh dari aliran Sungai Je'neberang yang posisinya tepat ada di belakang perumahan kami. Mamak saya mencoba menenangkan, "tidak apa-apa" katanya, dan akhirnya saya hanya bisa pasrah. Berserah. Mengingat kembali bahwa semuanya hanya titipan.

Dua hari lamanya saya terkunci dikota Makassar, pulang ke Gowa tidak bisa. Kembali ke Pinrang juga jalurnya ditutup; sulawesi selatan lumpuh seketika karena luapan banjir bandang. Telepon dan SMS yang masuk bertubi-tubi yang menanyakan keadaan saya, keluarga dan rumah justru menjadi hal yang membuat saya semakin panik dan blank. "ini kenapa? ada apa?" Tapi, jauh dari lubuk hati yang paling dalam.. rasanya hangat, banyak yang perduli. Terimakasih.

And the last, but not least..

KELIMA
Someone blocked me.. and it's hurt me badly.


***

Well, mungkin beberapa kejadian yang beruntun yang tak mengenakkan ini cukup menyesakkan dada, tapi it’s okay-lah.. time healing. Life teach me to always standing strong.. and keep smile. Saya juga tidak lagi berharap terlalu muluk-muluk dari hidup ini, meminta ganti yang lebih baik untuk semua yang telah pergi dan hilang dari hidup saya; tidak lagi.. saya hanya ingin jalani saja, lewati saja dengan penuh suka cita, ya kalau lagi bahagia ya ketawa kalau lagi sedih ya menangis. Mungkin begitu saja sudah cukup. Alhamdulillah wa syukurillah..

No comments:

Post a Comment

< > Home
Powered by Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.