05 Januari 2013
![]() |
| Tol Reformasi, macet euy.... Antri! |
Pukul sebelas lebih mobil jemputan yang akan membawa saya dan yang cewek-cewek ke Pare sudah datang, ada Pak Bambang dan Alif. Rencananya kami akan berangkat duluan biar lebih dulu sampai, istirahat sebentar dan prepare ke acara nikahannya Sule.
Jarak dari Makassar ke Pare itu sekitar 3 jam, kecepatan normal. Tau kan Pare? Bukan yang di Jawa loh yah, tapi Pare-pare salah satu kotamadya yang ada di Sulawesi Selatan, kampung halaman Bapak Kebanggan saya Bapak BJ Habibie. Kota yang terkenal dengan roti mantau dan cakar (sebutan untuk barang bekas/secondhand).
Dari pagi cuaca memang kurang baik, hujan deras turun tak henti. Tapi kami semua tetap semangat untuk ke Pare, melihat satu dari rekan kami yang justru usianya paling muda akan berdiri dipelaminan bersama sang istri. Sule dan Iyha. Dua pasangan muda yang tengah berbahagia.
Saya jadi ingat pada satu
percakapan saya dengan Sule, jauh hari bahkan jauh bulan sebelum dia menyatakan
akan menikah. Tentang mimpi saya pada suatu malam;
Sy: Semalam saya mimpikanko bro…Z: apaseng?S: Sa mimpi ko nikah sama Iyha, di Imim Ratulangi bedeng. Hahaha…Z: Sambarangko, ko pikirkanka pasti toh? Mentong ine, jammoko terlalu pikirkanka dehS: Preeeet!
Sumpah, saya tidak sama sekali
membayang-bayangkan tentang Sule saat itu. Ya tau-tau dia main datang saja
dimimpi saya. Tapi toh kenyataannya mimpi saya tidak salah, Sule benar menikah
dengan Iyha di gedung Immim. Bedanya kalau yang dimimpi saya itu Immim
Makassar, kenyataannya sule merayakannya di Immim kota Pare. Saat saya
sampaikan kembali tentang hal ini ke Sule, kita kemudian tertawa
terbahak-bahak. Hihi…
| Rombongan 1, Budewi sekeluarga, Odha dan Nining |
Kembali kesoalan perjalanan ke
Pare, yah… karena cuaca buruk (banjir dan jalan yang di alihkan) waktu tempuh
yang diperkirakan hanya 3 jam molor menjadi 5 jam, alhasil kami sampai di hotel
itu sekitar pukul enam lebih. Wow, capek euy! Tapi kami lebih beruntung sih
karena memilih untuk berangkat lebih awal, tiga mobil lainnya malah berangkat
pukul dua lebih, saat kami sudah ada di perbatasan kota Pare mereka malah masih
merayap di Kab. Pangkep. Macet, ditambah hujan deras. Siang tadi saja air sudah
mulai tergenang.
Pukul tujuh lebih saya dan Oda,
sudah siap-siap. Dandan sederhana untuk ke acara resepsi Sule. Sementara rombongan
yang lain baru saja tiba dan harus segera bersiap-siap. Untung jarak antara
hotel yang kami tempati itu dekat dari gedung resepsi, jadi cuman jalan
sebentar dan sampailah.
Pas masuk gedung, wow… Sule…
Prikitewww! Akh, soulmate saya menikah lebih duluuuu… Patah hati!!! Hihi, yah
mungkin saya pernah menceritakan disini kalau banyak teman-teman SMP/SMU/Kuliah
bahkan teman kantor beda cabang yang menganggap Sule ini adalah pacar saya. Mungkin
karena selama bekerja kami memang sering kemana-mana berdua, dan memang akrab. We are partner in crime! Apalagi ceweknya
Sule, Iyha ini bukan tipe cewek pencemburu jadi yah dibawa asyik saja. Bahkan orang
rumah saya punya panggilan khusus untuk dia, Pi’di… hihi, yah anaknya baik. Serius.
Saya menggaransikan kebaikan dan ketulusannya. Suer!!!
Waktu sudah naik ke pelaminan,
sedikit speechless sih. Salaman sama Iyha, tampangnya malu-malu. Giliran salaman
sama Sule, dia menjabat tangan saya erat sedikit meremas sembari berkata “cepat-cepatmi
Syam”, huaaaa… patah hati betulanma ineee! Hahaha… Selamat dan Sukses lah bro!
ini kali yah yang dibilang “my dreams come true” dalam arti sebenarnya. Hahaha…
Kami cuman sebentar ditempatnya
Sule, setelah dari gedung resepsi kami kembali kehotel menyimpan barang dan
dimulailah acara selanjutnya. Perburuan cakar!!! Letaknya ternyata tidak jauh
dari hotel, kesananya saya bareng Odha nebeng di mobil Bu’dewi… putar-putar
pasar senggol dan ternyata Bu’ Dewinya mau balik duluan, sudah capek katanya
mau tidur. Akhirnya saya dan Odha memutuskan akan pulang berdua saja, yang lain
juga tidak jelas ada dimana. Sudah masuk acara sendiri-sendiri ini mah.
Jam sebelas malam, saya sudah ada
dihotel. Capek juga sih. Gak belanja yang macam-macam, yah walau barang second
tetap saja mahal. Apalagi saya gak jago soal tawar menawar. Capcussss, kalau
suka yah ditawar dikit trus diambil. Itu juga kalau sudah tiga kali menawar. Dari
yang saya tahu, katanya kalau sudah tiga kali menawar dan orangnya gak mau
ngasih harga yang kita mau yah gak usah ngotot lagi. Ambil atau gak. Beres.
![]() |
| Pengantinnya, disuruh diam malah banyak goyang. hehe... happy ya :) |
Akhir kata, selamat buat best
partner saya dikantor Mr. Zulkarnain Nasa dan Ibu Iyha… Samara yah. Semoga langgeng.
insyaAllah, kalian adalah orang yang sama-sama beruntung mendapatkan satu sama
lain. Amin.
Ps. semua gambar ditake pake hape.


foto yang pertama benar-benar something..
ReplyDeleteenak aja ngeliatnya :)
Selamat menempuh awal kehidupan yang baru :)
Barakallahu buat temannya mbak.
iyye, terimakasih Uchank ")
Deletewo namanya bagus langsung jadi sule hehehe..barakallah. wah kalo kak syam nikah undang-undang hima ya... aamiin
ReplyDeletehihi, panggilan sayang itu Hima.
Deletebiar beda dari yang lain :p
InsyaAllah diundang :)
Jodoh emang penuh misteri ya kak?
ReplyDeleteno komen, tapi sepertinya begitu. haha...
Delete#tetepkomen :p
ah elah mimpi doang
ReplyDeletekapan atuh ga mimpinya..?
apasih mas? hehe...
DeletePoto pengantinnya keren tuch !
ReplyDeletesemoga jadi kel samara yach !
terimakasih :)
Delete