- Mentari terbenam -
Di perbatasan Kab. Jeneponto - Kab. Bantaeng, Sulsel
Rabu, 16 Mei 2012
Bagaimana mungkin kau berkata bahwa kaulah Matahari? - Sapardi Djoko Damono
Jika ternyata saya hanyalah pantulan jingga pada langit sore yang begitu dramatis, tak mengapa...
Melunak tak berarti kalah atau pasrah. Toh ini adalah pilihan sadar saya, bukan desakan konsekuensi atau bentuk kemunduran. Walau pada akhirnya pilihan itu datang bersama konsekuensinya sendiri, saya siap. Pada mulanya saya hanyalah perempuan biasa, terobsesi menjadi luar biasa, perjalanan saya masih panjang tapi pada akhirnya saya memilih untuk tetap menjadi biasa saja, dimana bagi saya kebahagiaan itu bukan perkara "mengejar dan meraih", kebahagiaan itu bukan hasil dari perencanaan, karena bahagia akan datang dengan sendirinya, menghampiri kemudian memeluk saya dengan mesra. Seperti saat ini.
Terkadang saya benar-benar tak butuh penilaian dan pengakuan.
Tapi, kamu tetap Matahari syam...
bagi mereka yang selalu membanggakanmu, dari tatapan matanya...
bagi mereka yang mulai menua, yang menitipkan doa dalam namamu...
dan jangan pernah lupa pada semua mimpi kita...
Kita pasti bisa!
:) Syam ya Syam... :D Tempat ini pun tetap menjadi "Rumah Matahari" bagi yang berkunjung. Menerangi pagi dan menghangatkan diri...
ReplyDelete@Ayu Welirang ah Ayu... *peyuk*
ReplyDeleteYups, Terkadang saya juga tak butuh penilaian dan pengakuan. Tapi kenyataannya setiap hari sekitar memberikan 'penilaian' yang kadang bikin argghhh..
ReplyDeleteaku ngikut komentar diatas aja deh :P, bingung juga mau menanggapi apaan :D
ReplyDeleteMbak Syam pasti bisaa :D Hihihii *bisa apa ya?
ReplyDeleteMbaaak, cantiknya foto perbatasan Jeneponto-bantaengnya :)
ya yang paling bijak kan bukan penilaian manusia..
ReplyDeletematahari juga kan emang ngga selamanya terik kadang ia juga teduh..
aku senang banget kalau liat Sunrise dipagi hari,soalnya moment sederhana tsb memang terlihat sederhana tapi jarang dinikmati & setelah menikamtinya terasa tenang & damai
ReplyDeleteTau ajah kalo lagu bagus tuh :)
ReplyDeletemelunak bukan berarti kalah dan pasrah, sepakat... melunak berarti pada tahap pencarian obat utk sebuah usaha mencari kesembuhan demi pemulihan. wuiih sya paling suka tulisan artikel ini syam :D
ReplyDelete@u n n i mang ada fotonya ya?? :( disini ga ada #lola
ReplyDeleteterkadang ga butuh penilaian dan pengakuan, hanya butuh di dengar :D
ReplyDelete@Ririe Khayan dan parahnya kita tidak bisa total mengabaikannya, errrrr....
ReplyDelete@Naspard :D
ReplyDelete@NF ada foto sunset sebiji mbak, gak nampak yah? Padahal dah diresize...
ReplyDelete@Unni, terimakasih :)
@Uzay ^,^ Mentari akan jadi teduh jika kita berlindung dibawah pohon rindang yah Zay ;)
ReplyDelete@Andy sama seperti teman saya Ndy, dia gak begitu suka sunset karena terlampau dramatis/menyayat hati katanya... mending juga sunrise yg membawa aroma segar. heheh...
ReplyDelete@Faizal Indra kusuma hehe, jangan ragukan selera saya Sal :p
ReplyDelete@Yayack Faqih hehe, Makasih loh Yack...
ReplyDeletemungkin susah menemukan orang yang suka dengan gaya penulisan saya, maka dari itu saya senang ketika kamu bilang "suka" pada beberapa tulisan saya yang justru menurut orang lain kadang terlalu "cengeng"
Terimakasih :)
@NF atau butuh didiamkan saja...
ReplyDeleteAyo mbak... Mbak syam pasti bisa hehhehe...
ReplyDelete@.syam betul, karena terkadang ada beberapa hal yang tidak perlu ditanggapi, tapi cukup dimengerti.
ReplyDeleteyuk senyum yuk, hehehehe :p
ReplyDeletekarena matahari selalu tulus
ReplyDeletedatang dan pergi tanpa perlu disebut-sebut
beda dengan bulan
yang berani keluar hanya di waktu malam
tapi semua orang menyebut kehadirannya walau mungkin sebulan sekali
dan saat tak datang pun banyak orang yang senang dan pusing
duuh telat bulan neh..
halo gan,
ReplyDeletetetap semangat tinggi ya untuk jalani hari ini ! ditunggu kunjungannya :D
@Abi Sabila sepakat Abi :)
ReplyDelete@Anak Rantau pastinya mas budh :)
ReplyDelete@Stupid monkey *smileeee*
ReplyDelete@Rawins hahahah... bisaaaa aja lu Mas :p
ReplyDelete@outbound di malang siap Gaaan^^
ReplyDeletembak syam, matahari perindu cahaya..
ReplyDeletekata-katanya penuh dengan makna.. :)
@Fauziah Husnaa wah, terimakasih Fauziah :)
ReplyDeletekunjungan gan .,.
ReplyDeleteMenjaga kepercayaan orang lain lebih penting daripada membangunnya.,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.