
saya adalah seorang muslim, memang tidak begitu taat dan fanatic. Tapi apakah karena itu saya mengutuki anda-anda yang melakukan teror yang mengatasnamakan agama saya? Apa karena imanku tidak sebegitu “tebal” sehingga amarah saya tak terkendali kepada anda?
Astagfirullah, Huffttt… sabar… sabar… sabar…
Tapi kenyataannya saya tak bisa bersabar, dan parahnya lagi saya tak bisa berbuat apa-apa disaat negeri saya tengah dalam kemelut. Tidakkah cukup bencana alam yang bertubi-tubi menimpa seluruh penjuru dunia sebagai bahan ajaran untuk kita menginstrospeksi diri masing-masing? Jangan melulu merasa diri paling benar dan paling suci. Kita ini sama-sama sedang belajar mencari hakekat kehidupan, mungkin ada yang sadar dan ada yang tidak pun itu semua kembali lagi pada diri masing-masing. Bukankah terror adalah sebuah intimidasi? Semacam pemaksaan? Itu yang saya rasakan… Kumohon sudahilah, saya takuuut. Sungguh!!!
Jika terror itu anda alamatkan kepada orang per orang yang anda benci karena pemikiran dan perkataan mereka, kenapa musti saya harus ikut-ikutan takut? Tidakkah itu berarti anda tidak tepat sasaran? Saya muak dengan segala pemberitaan di televisi mengenai anda; otak dan badan pelaku terror BOM di Indonesia, dan saya terlebih muak ketika Islam mulai terbawa-bawa, disangkut pautkan dengan semua kekacauan ini. Anda telah menciptakan kepanikan nasional yang sebenarnya tak perlu kami rasakan bersama. Dan banggakah anda dengan ini semua???
Saya masih percaya ajaran klasik yang mengatakan bahwa “sebarlah kebaikan dengan cara yang baik”. Kebenaran bukan semata untuk di perbincangkan, dan diperdebatkan. Perlihatkan bahwa apa yang kalian yakini adalah sesuatu yang benar, sehingga kami simpatik dan dengan suka hati mengikuti cara anda. Terlalu naïf rasanya jika kita angkat senjata dan berperang melawan saudara kita sendiri, sementara diantara kita masih pada tahap yakin bahwa kitalah yang paling benar.
*tulisan ini hanya opini pribadi penuh emosional dan pengetahuan yang minim. Harap maklum!
Saya masih percaya ajaran klasik yang mengatakan bahwa “sebarlah kebaikan dengan cara yang baik”. Kebenaran bukan semata untuk di perbincangkan, dan diperdebatkan. Perlihatkan bahwa apa yang kalian yakini adalah sesuatu yang benar, sehingga kami simpatik dan dengan suka hati mengikuti cara anda. Terlalu naïf rasanya jika kita angkat senjata dan berperang melawan saudara kita sendiri, sementara diantara kita masih pada tahap yakin bahwa kitalah yang paling benar.
*tulisan ini hanya opini pribadi penuh emosional dan pengetahuan yang minim. Harap maklum!
@Cyaam, benar banget tuh ...... ngapain sih membuat terror dgn bom, kayak nggak ada kerjaan aja.....
ReplyDeleteAku suka kata2mu : "Sebarlah kebaikan dengan cara yang baik".
Ngomong2, aku juga punya catatan tentang kekerasan di negeri Indonesia ini.....
Kalau ada waktu kunjungi ya di link dibawah ini :
http://danikaizen.blogspot.com/2011/02/mengapa-harus-dgn-kekerasan-perusakan.html
http://danikaizen.blogspot.com/2011/02/mengaku-pengikut-muhammad.html
http://danikaizen.blogspot.com/2010/09/muhammadku-bukanlah-muhammadmu.html
terimakasih, jangan lupa komentarnya ya.....
seperti kata Purgatory:
ReplyDeleteSymptom of anger... symptom of hate...
Symptom of wrath... symptom of rage...
Leading a tyrant... leading to dictate...
Feeding your lust, and we shall...
Fight... Force... Fight... I give up on YOU
mereka (pelaku tak bertanggung jawab) tak lebih dari sekedar ahli naar (ahli neraka) mereka berkata mereka benar, disaat mereka benar-benar salah..
benar mbak... mereka itu memang keterlaluan sekali... beraninya hanya main di belakang tetapi tidak pernah mau menampilkan batang hidungnya apalagi identitasnya... kita doakan saja mbak biar mereka sadar dan mau memperbaiki kesalahannya...
ReplyDeletepurgatory itu siapa yud? *pura2 bego
ReplyDeleteAAARGH..!
ReplyDeleteits Islamic Death Metal The Best Ever..!
dan kami para Mogsaw (fans) heran melihat kalian yang tidak kenal Purgatory..!
semarah itu?
ReplyDeletetapi memang sih saya baru dengar kata itu, dan lagi pentingkah untuk mengetahui keberadaan Purgatory? Mogsaw?
*hehehe
jangan bicara lagi..!
ReplyDelete(menghempaskan pintu dan menguncinya, dari dalam terdengan suara tangisan)
hiks..
*tutup mulut
ReplyDelete*ngakak dalam hati
^^V