Powered by Blogger.

Cerita patah hati


"Jika bukan kepadamu,
Aku tidak tau lagi pada siapa rindu ini kan ku beri"

Kalimat barusan itu potongan dari lagu baru anji, yang juga bakal menjadi Ost. Film Jelita Sejuba. Enak sumpah, dari segi aransemen dan liriknya so pasti, ya cukuplah bikin jombloh macam saya ini baper kemana-mana. Eeeaaakkk!!!

Well, kalau lagi dengar lagu ini tepat pada refreinnya saya jadi ingat sama teman baik saya yang selama dua tahun ini menemani saya. Fisikly orangnya masih ada sih, masih dekat, masih selalu wara-wiri sama-sama, but our soul separate already. Awalnya saya selalu memaksakan untuk membuat semuanya tampak sama seperti semula, tetapi semakin saya coba ya memang tidak bisa dipaksakan. Kita semua sama-sama tau, seiring waktu segala sesuatu itu bisa berubah. Apalagi pada manusia yang mana adalah makhluk dengan mobilitas tinggi, jiwa dan raganya bergerak. Yang cocok bisa jadi tidak cocok, pun begitu sebaliknya.

Ketika saya mulai merasakan rindu pada sosok teman yang nyatanya selalu ada didekat saya, itu semcam warning bahwa saya sudah harus berhenti. Ya, harus lapang dada lah menerima segala sesuatu yang terjadi. Selain berlapang dada, saya kudu piye? Nangis udah, ngambek udah, galau akh.. terlalu sering. Bahkan mulai dianggurin. Satu-satunya yang belum pernah saya lakukan adalah, moving on. Mencoba mencari jalan bahagia lainnya. Kalau dipikir-pikir, selama kurun waktu dua tahun terakhir ini ya memang hidup saya monoton sekali. Melakukan hal sama secara berulang-ulang, mungkin bosannya baru terasa sekarang ketika tumpuan dan harapan mulai menarik diri secara drastis. Otak mulai jalan kembali. Ya, yang namanya nyaman memang melenakan sekali man-teman.

Karena rasa nyaman, rasa bahagia tidak boleh dirasakan sepihak. Ya, let it go! Siapa tahu, dengan melepaskan kita membuat seseorang jauh merasa lebih nyaman, lebih bahagia. Jangan egois sampai membiarkan seseorang berkorban begitu lama. Kita tidak sepenting itu. Tidak perlu juga mencari siapa yang salah, selama bisa mengambil faedah dari waktu bersama yang cukup panjang itu sudah lebih dari cukup buat saya pribadi. Come on, hidup itu punya ratusan bahkan ribuan dimensi. Yang jika kita coba fokusi, mungkin akan membuat lebih nyaman dan bahagia. Who knows?

Saya butuh bantuan Tuhan banyak-banyak biar kuat, jadi tidak mudah luluh atau berusaha meluluhkan orang lagi.

Eh bay the way, saya tidak lagi cerita tentang hubungan asmara atau percintaan saya yang kandas ya. Asal kalian tahu saja, Friends can break your heart too.

2 comments

  1. setuju mbak.. pertemanan juga ternyata bisa bikin patah hati ya. dulu pas ngrasain itu, saya ngrasa aneh sama diri saya sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi, nyesekkin dadah ya mbaknya :)

      Delete